1 Safar 1448 H: Perbedaan Tanggal Versi Pemerintah dan Muhammadiyah
Gambar atau konten salah?
Kalender untuk bulan Safar 1448 Hijriah menjadi patokan penting bagi umat Islam yang ingin mengetahui padanan tanggal Hijriah dengan Masehi. Bulan ini merupakan bulan kedua dalam sistem penanggalan Islam. Berdasarkan perhitungan dari Kementerian Agama dan Nahdlatul Ulama, bulan Safar 1448 Hijriah akan berlangsung selama 29 hari.
Artikel ini tidak hanya menyajikan kapan tepatnya awal bulan Safar menurut tiga versi berbeda—pemerintah, Nahdlatul Ulama, dan Muhammadiyah—tetapi juga dilengkapi dengan kalender lengkap selama sebulan penuh. Di dalamnya tercantum konversi ke tanggal Masehi, kalender Jawa, hari, pasaran, dan weton. Ada pula ulasan singkat tentang hikmah bulan Safar dalam ajaran Islam.
Kapan 1 Safar 1448 Hijriah?
Memasuki tahun 2026, terdapat perbedaan penetapan awal bulan Safar. Kalender yang digunakan Kementerian Agama dan Nahdlatul Ulama menunjukkan tanggal yang sama untuk 1 Safar 1448 Hijriah. Namun, versi ini berbeda satu hari dengan kalender yang dipakai Muhammadiyah.
Perbedaan ini muncul karena metode perhitungan yang tidak sama. Muhammadiyah menggunakan Kalender Hijriah Global Tunggal (KHGT). Sementara itu, pemerintah dan Nahdlatul Ulama menerapkan metode penetapan yang berbeda dengan Muhammadiyah.
Berikut jadwal awal bulan Safar 1448 Hijriah dari ketiga versi tersebut:
- Versi Pemerintah
1 Safar 1448 Hijriah: Kamis, 16 Juli 2026
29 Safar 1448 Hijriah: Kamis, 13 Agustus 2026 - Versi Nahdlatul Ulama
1 Safar 1448 Hijriah: Kamis, 16 Juli 2026
29 Safar 1448 Hijriah: Kamis, 13 Agustus 2026 - Versi Muhammadiyah
1 Safar 1448 Hijriah: Rabu, 15 Juli 2026
29 Safar 1448 Hijriah: Kamis, 13 Agustus 2026
Safar adalah bulan kedua dalam kalender Hijriah, datang setelah Muharam. Begitu bulan Safar berakhir, umat Islam akan memasuki bulan Rabiulawal. Bulan ini dikenal luas sebagai bulan kelahiran Nabi Muhammad SAW.
Kalender Lengkap Safar 1448 Hijriah
Bagi yang membutuhkan konversi tanggal Hijriah ke Masehi selama bulan Safar 1448 Hijriah, berikut daftar lengkapnya. Kalender ini juga mencantumkan kalender Jawa, hari, pasaran, dan weton.
- 1 Safar 1448 H — 16 Juli 2026 — 30 Suro 1960 — Kamis Wage — Kamis Wage
- 2 Safar 1448 H — 17 Juli 2026 — 1 Sapar 1960 — Jumat Kliwon — Jumat Kliwon
- 3 Safar 1448 H — 18 Juli 2026 — 2 Sapar 1960 — Sabtu Legi — Sabtu Legi
- 4 Safar 1448 H — 19 Juli 2026 — 3 Sapar 1960 — Ahad Pahing — Ahad Pahing
- 5 Safar 1448 H — 20 Juli 2026 — 4 Sapar 1960 — Senin Pon — Senin Pon
- 6 Safar 1448 H — 21 Juli 2026 — 5 Sapar 1960 — Selasa Wage — Selasa Wage
- 7 Safar 1448 H — 22 Juli 2026 — 6 Sapar 1960 — Rabu Kliwon — Rabu Kliwon
- 8 Safar 1448 H — 23 Juli 2026 — 7 Sapar 1960 — Kamis Legi — Kamis Legi
- 9 Safar 1448 H — 24 Juli 2026 — 8 Sapar 1960 — Jumat Pahing — Jumat Pahing
- 10 Safar 1448 H — 25 Juli 2026 — 9 Sapar 1960 — Sabtu Pon — Sabtu Pon
- 11 Safar 1448 H — 26 Juli 2026 — 10 Sapar 1960 — Ahad Wage — Ahad Wage
- 12 Safar 1448 H — 27 Juli 2026 — 11 Sapar 1960 — Senin Kliwon — Senin Kliwon
- 13 Safar 1448 H — 28 Juli 2026 — 12 Sapar 1960 — Selasa Legi — Selasa Legi
- 14 Safar 1448 H — 29 Juli 2026 — 13 Sapar 1960 — Rabu Pahing — Rabu Pahing
- 15 Safar 1448 H — 30 Juli 2026 — 14 Sapar 1960 — Kamis Pon — Kamis Pon
- 16 Safar 1448 H — 31 Juli 2026 — 15 Sapar 1960 — Jumat Wage — Jumat Wage
- 17 Safar 1448 H — 01 Agustus 2026 — 16 Sapar 1960 — Sabtu Kliwon — Sabtu Kliwon
- 18 Safar 1448 H — 02 Agustus 2026 — 17 Sapar 1960 — Ahad Legi — Ahad Legi
- 19 Safar 1448 H — 03 Agustus 2026 — 18 Sapar 1960 — Senin Pahing — Senin Pahing
- 20 Safar 1448 H — 04 Agustus 2026 — 19 Sapar 1960 — Selasa Pon — Selasa Pon
- 21 Safar 1448 H — 05 Agustus 2026 — 20 Sapar 1960 — Rabu Wage — Rabu Wage
- 22 Safar 1448 H — 06 Agustus 2026 — 21 Sapar 1960 — Kamis Kliwon — Kamis Kliwon
- 23 Safar 1448 H — 07 Agustus 2026 — 22 Sapar 1960 — Jumat Legi — Jumat Legi
- 24 Safar 1448 H — 08 Agustus 2026 — 23 Sapar 1960 — Sabtu Pahing — Sabtu Pahing
- 25 Safar 1448 H — 09 Agustus 2026 — 24 Sapar 1960 — Ahad Pon — Ahad Pon
- 26 Safar 1448 H — 10 Agustus 2026 — 25 Sapar 1960 — Senin Wage — Senin Wage
- 27 Safar 1448 H — 11 Agustus 2026 — 26 Sapar 1960 — Selasa Kliwon — Selasa Kliwon
- 28 Safar 1448 H — 12 Agustus 2026 — 27 Sapar 1960 — Rabu Legi — Rabu Legi
- 29 Safar 1448 H — 13 Agustus 2026 — 28 Sapar 1960 — Kamis Pahing — Kamis Pahing
Hikmah Bulan Safar dalam Islam
Dalam ajaran Islam, tidak ada dalil yang menyebutkan bahwa bulan Safar adalah bulan sial. Juga tidak ada keutamaan khusus yang melekat padanya dibanding bulan-bulan lainnya. Rasulullah SAW justru meluruskan kepercayaan masyarakat Arab jahiliah yang menganggap Safar membawa kesialan.
Allah SWT berfirman dalam surah At-Taubah ayat 36 bahwa jumlah bulan di sisi Allah adalah 12 bulan. Ayat ini menunjukkan semua bulan memiliki kedudukan yang sama sebagai ciptaan-Nya. Karena itu, umat Islam diajarkan untuk tidak mengaitkan musibah atau keberuntungan dengan bulan tertentu.
Sebaliknya, bulan Safar bisa menjadi momentum untuk memperkuat tawakal kepada Allah SWT. Juga untuk memperbanyak ibadah dan meninggalkan berbagai mitos yang tidak memiliki dasar dalam Al-Qur'an dan sunah.
Umat Islam dianjurkan untuk tetap menjaga salat, membaca Al-Qur'an, berzikir, berpuasa sunah, bersedekah, dan memperbanyak doa pada bulan Safar. Sama seperti yang dilakukan pada bulan-bulan lainnya.
Bulan Safar dapat menjadi pengingat agar umat Islam senantiasa mengisi waktu dengan amal saleh. Memperbanyak doa memohon perlindungan kepada Allah SWT. Meningkatkan kepedulian sosial melalui sedekah dan membantu sesama. Safar adalah kesempatan untuk meningkatkan ketakwaan dan memperbanyak kebaikan.
Komentar
Memuat komentar...
Terkait
Ratusan Monyet Ekor Panjang Turun ke Pasar, Cari Makan
Guru SD di Sidoarjo Naik Perahu Demi Mengajar saat Banjir Rob
Messi Geser Mbappe di Puncak Top Skor Piala Dunia
Penyebab Karhutla: dari Hal Sepele hingga Bencana
KAI Bantah Penguntit Penumpang Wanita di Supas adalah Pegawai
Banjir Rob Kalianak Semakin Parah, Warga Minta Dam Dibangun
Berita Terbaru
Bahlil Bantah Pemadaman Listrik Terkait Pasokan Batu Bara
Harga Minyak US$100 Per Barel, Masyarakat Berbondong Beralih ke BBM Subsidi
Bahlil Buka Suara soal Badan Usaha Khusus Migas Baru
Bahlil soal Impor Migas: Cari Pemasok Termurah
Pemerintah Dorong Program B50 Berhasil, Kini Siap Kembangkan E50
Presiden Kirim Surat ke DPR untuk Bahas RUU Migas
Pemerintah Hidupkan 45.000 Sumur Rakyat dan Sumur Tua
Proyek Sampah Jadi Listrik Bogor Raya 1 Mulai Dibangun
Pertamina Percepat Produksi Migas Demi Target 1 Juta Barel
Pertamina EP Buka Suara soal Kasus BUMD Bekasi
