Buaya Muara Muncul di Kali Jagir, Warga Diimbau Waspada
Gambar atau konten salah?
Seekor buaya muara muncul di Kali Jagir, Surabaya. Videonya tersebar luas di media sosial. BPBD Kota Surabaya mengonfirmasi kejadian ini. Mereka mengatakan buaya itu sudah terlihat beberapa kali di dekat Pintu Air Jagir.
Petugas langsung bergerak. Mereka memasang papan peringatan. Warga diimbau untuk waspada. BPBD juga berkoordinasi dengan BKSDA.
Video yang viral memperlihatkan momen menegangkan. Seekor buaya tiba-tiba muncul ke permukaan air. Saat itu, seorang pemancing sedang duduk di tepi sungai. Buaya itu lalu menyelam kembali. Perekam video berteriak memberi peringatan.
"Enten bajul nisore jenengan. Niku bajul guede kok, lho mblayu (Ada buaya di bawah kamu. Itu buayanya sangat besar, loh lari)," kata perekam video dalam rekaman yang beredar.
Ini bukan pertama kalinya buaya terlihat. Ketua Tim Kerja Operasional Kedaruratan BPBD Kota Surabaya, Arif Sunandar, mengatakan pihaknya menerima dua laporan. Laporan pertama datang dari kelurahan pada 07 Juni 2026. Laporan kedua disampaikan langsung oleh warga.
"Ada dua kali (laporan). Yang pertama itu pelapornya kebetulan dari kelurahan melaporkan ke kami. Kami langsung datang ke lokasi, ternyata benar. Terus ada laporan lagi, yang lapor warga di situ," kata Arif.
Setelah dicek, BPBD menduga buaya itu adalah buaya muara. Panjangnya diperkirakan antara 1,5 hingga 2 meter. Kemunculan di sekitar Pintu Air Jagir ini dianggap fenomena baru. Sebelumnya, laporan lebih sering datang dari kawasan bawah Jembatan Nginden.
"Jenisnya buaya muara. Panjangnya kira-kira 1,5-2 meter. Nah, selama ini juga belum pernah ada kemunculan, baru-baru ini aja di situ. Terakhir itu kan di bawahnya Jembatan Nginden itu, di sana sudah kami pasang papan imbauan (waspada buaya), ternyata sekarang geser ke Pintu Air Jagir," tuturnya.
Langkah mitigasi sudah dilakukan. BPBD memasang papan peringatan waspada buaya sejak 07 Juni 2026. Petugas juga menggunakan pengeras suara. Mereka mengimbau masyarakat untuk tidak memancing, mandi, atau melakukan aktivitas di sekitar sungai.
BPBD berkoordinasi dengan petugas Jasa Tirta. Mereka membantu mengingatkan warga yang berada di lokasi. "Teman-teman (petugas BPBD) kemarin ya sempat mengimbau masyarakat pakai toa atau megaphone supaya tidak beraktivitas mancing, mandi di sungai. Termasuk kami koordinasi dengan satpamnya Jasa Tirta (di Pintu Air Jagir) untuk bantu supaya kalau ada orang apa beraktivitas di situ supaya dihalau," ujar Arif.
Penanganan buaya ini tidak dilakukan dengan cara ditangkap. BPBD sudah berkoordinasi dengan BKSDA. Menurut penjelasan BKSDA, kawasan Kali Jagir masih termasuk habitat alami buaya muara. Karena itu, penangkapan tidak diperlukan. Masyarakat diminta meningkatkan kewaspadaan. Jika melihat buaya lagi, segera laporkan.
"Kita koordinasi juga sama teman-teman BKSDA. Menurut beliau memang ini ekosistemnya (buaya muara)," tuturnya.
"Sehingga kami imbau tidak memancing. Kadang kan orang mancingnya biasanya agak turun itu (ke dekat sungai). Nah, itu kalau pas air laut enggak pasang memang bisa ke situ. Tapi kalau sudah airnya pasang biasanya badukan itu enggak kelihatan," imbaunya.
Kemunculan buaya muara di Kali Jagir mengingatkan bahwa sungai-sungai di Surabaya masih menjadi rumah bagi satwa liar. Warga yang beraktivitas di sekitar bantaran sungai perlu selalu waspada, terutama saat air laut surut. Buaya muara adalah predator puncak di ekosistemnya, dan interaksi dengan manusia bisa berbahaya jika tidak diantisipasi.
Komentar
Memuat komentar...
Terkait
Ratusan Monyet Ekor Panjang Turun ke Pasar, Cari Makan
Guru SD di Sidoarjo Naik Perahu Demi Mengajar saat Banjir Rob
Messi Geser Mbappe di Puncak Top Skor Piala Dunia
Penyebab Karhutla: dari Hal Sepele hingga Bencana
KAI Bantah Penguntit Penumpang Wanita di Supas adalah Pegawai
Banjir Rob Kalianak Semakin Parah, Warga Minta Dam Dibangun
Berita Terbaru
Bahlil Bantah Pemadaman Listrik Terkait Pasokan Batu Bara
Harga Minyak US$100 Per Barel, Masyarakat Berbondong Beralih ke BBM Subsidi
Bahlil Buka Suara soal Badan Usaha Khusus Migas Baru
Bahlil soal Impor Migas: Cari Pemasok Termurah
Pemerintah Dorong Program B50 Berhasil, Kini Siap Kembangkan E50
Presiden Kirim Surat ke DPR untuk Bahas RUU Migas
Pemerintah Hidupkan 45.000 Sumur Rakyat dan Sumur Tua
Proyek Sampah Jadi Listrik Bogor Raya 1 Mulai Dibangun
Pertamina Percepat Produksi Migas Demi Target 1 Juta Barel
Pertamina EP Buka Suara soal Kasus BUMD Bekasi
