Geopark Merangin Terancam Tambang Liar, 5 Gunung & 7 Danau Jadi Andalan
Gambar atau konten salah?
Geopark Merangin di Jambi sedang menghadapi ancaman serius. Aktivitas pertambangan liar mengintai kawasan ini, dan statusnya sebagai UNESCO Global Geopark bisa terancam. Padahal, daerah ini menyimpan banyak keistimewaan.
Dr. Agus Zainuddin, General Manager Badan Pengelola Merangin Jambi UNESCO Global Geopark (MJUGGp), menjelaskan bahwa Merangin memiliki potensi geologi yang sangat lengkap. Selain fosil flora tertua di Asia Tenggara yang menjadi daya tarik utama, kawasan ini juga memiliki pegunungan dan danau yang tersebar di berbagai wilayah.
"Tak banyak yang tahu, Kabupaten Merangin ternyata memiliki lima gunung dan tujuh danau, di samping berbagai kekayaan budaya yang dimiliki," kata Agus pada akhir Juni lalu.
Potensi kekayaan alam di daerah yang dijuluki Tali Undang Tambang Teliti ini diperkenalkan kepada masyarakat melalui stan Merangin Jambi UNESCO Global Geopark dalam Pekan Budaya Jambi. Acara bertajuk "Elok Nian Merajut Tuah Merawat Marwah Adat Merangin" ini tidak hanya menampilkan seni dan budaya, tetapi juga menjadi ruang edukasi tentang bentang alam yang dimiliki.
Lima Gunung di Geopark Merangin
Agus menyebutkan lima gunung yang berada di wilayah Merangin Jambi. Gunung-gunung itu adalah Gunung Masurai, Gunung Ulu Nilo, Gunung Sumbing, Gunung Tungkat, dan Gunung Duo Beradik yang berada di kawasan Air Liki.
"Masing-masing gunung ini memiliki karakteristik geologi yang berbeda dan hingga kini masih menjadi objek penelitian para ahli," kata dia.
Tujuh Danau di Geopark Merangin
Selain gunung, kawasan ini memiliki tujuh danau: Danau Mabuk, Danau Kumbang, Danau Kecil, Danau Merah, Danau Kosong, Telaga Biru, dan Danau Depati IV. Semua danau tersebut tersebar di beberapa kecamatan dan memiliki karakter bentang alam yang berbeda-beda. Potensinya besar untuk dikembangkan sebagai destinasi wisata berbasis alam.
Keunikan Geologi Gunung Tungkat
Salah satu keunikan geologi Merangin berada di Gunung Tungkat. Berbeda dengan gunung api pada umumnya, Gunung Tungkat tidak meletus akibat tekanan vulkanik. Gunung ini mengalami pecahnya tubuh gunung sehingga magma mengalir hingga ke Sungai Tembesi.
Peristiwa geologi itu meninggalkan jejak berupa batuan kekar kolom (columnar joint) yang banyak ditemukan di sepanjang aliran Sungai Tembesi. Di kawasan Kolom Ngaroim, misalnya, terdapat batuan berbentuk segi enam dan segi empat yang terbentuk secara alami akibat proses pendinginan magma jutaan tahun lalu.
"Makanya di Sungai Tembesi banyak ditemukan batu kekar kolom. Di Kolom Ngaroim ada batu persegi enam dan persegi empat. Ini merupakan bagian dari kekar kolom terbesar di Indonesia," ujarnya.
Keunikan inilah yang menjadi salah satu alasan Merangin dikenal sebagai kawasan dengan warisan geologi bernilai tinggi. Tidak hanya menarik bagi wisatawan, tetapi juga menjadi laboratorium alam bagi peneliti geologi dari dalam dan luar negeri.
Misteri Gunung Masurai
Meski demikian, masih banyak misteri yang menyelimuti gunung-gunung di Merangin. Hingga kini para ahli belum dapat memastikan status Gunung Masurai, apakah masih aktif atau sudah tidak aktif. Masih ditemukan indikasi aktivitas vulkanologi di kawasan tersebut.
Sementara itu, Gunung Sumbing dipastikan merupakan gunung api aktif. Adapun informasi mengenai Gunung Ulu Nilo dan Gunung Duo Beradik masih sangat terbatas. Diperlukan penelitian lebih lanjut untuk mengetahui karakter geologi kedua gunung tersebut.
Danau-Danau dengan Sejarah Berbeda
Selain pegunungan, Merangin juga memiliki danau-danau dengan sejarah pembentukan yang berbeda. Salah satu yang paling dikenal adalah Danau Pauh yang terbentuk akibat letusan gunung purba. Kini danau itu menjadi salah satu destinasi wisata favorit masyarakat.
Jika dilihat dari luas wilayahnya, Danau Depati IV menjadi danau terbesar di Kabupaten Merangin. Luasnya diperkirakan mencapai sekitar enam kali lipat dibandingkan danau-danau lain di daerah tersebut. Danau ini menjadi salah satu bentang perairan paling penting di Merangin.
Menurut Agus, keberadaan lima gunung, tujuh danau, fosil purba, hingga kekayaan budaya menjadi modal besar bagi Merangin untuk terus mengembangkan sektor geowisata. Potensi tersebut diharapkan mampu meningkatkan kunjungan wisatawan sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat. Semua itu harus dilakukan tanpa mengabaikan upaya pelestarian alam dan budaya.
"Semua potensi ini harus terus dijaga karena menjadi identitas sekaligus kekayaan Merangin yang tidak dimiliki banyak daerah lain," ujarnya.
Geopark Merangin memiliki kombinasi unik antara fosil purba, gunung, danau, dan batuan khas. Ancaman pertambangan liar menjadi peringatan bahwa kekayaan ini perlu dilindungi agar status UNESCO Global Geopark tidak hilang.
Komentar
Memuat komentar...
Terkait
Tambang Ilegal Ancam Status UNESCO Geopark Merangin
9 Negara Eropa Minta UE Tunda Sistem Perbatasan Baru
Pantai Blue Lagoon Ramai Meski Viral Pengusiran
Wings Air Buka Dua Rute Baru Juli 2025
Korea Selatan Keluarkan Peringatan Darurat Gelombang Panas Perdana
80 Menu Premium Mewarnai Sarapan di The Trans Luxury Hotel Surabaya
Berita Terbaru
Geopark Merangin Terancam Tambang Liar, 5 Gunung & 7 Danau Jadi Andalan
Gary Neville: Argentina Tak Sekuat Empat Tahun Lalu
Steam Raup Pendapatan Rp 201 Triliun di 2026
Kemendikdasmen Atur Pemakaian Gawai di Sekolah
S&P Pertahankan Peringkat Utang RI di Level Investment Grade
56 RT dan RW di Tambak Wedi Ancam Mundur Massal
Dokter: Risiko Cedera Hyrox Tak Main-Main
Resep Perkedel Kentang Daging Cincang, Gurih dan Renyah