10 Kota Kuliner Terbaik 2026: Dua di Asia Tenggara

Dwi H. · 3 min baca · Baru saja · 1 dibaca
Bisik.id
10 Kota Kuliner Terbaik 2026: Dua di Asia Tenggara

Gambar atau konten salah?

World's Best Cities for Food in 2026 telah dirilis oleh Time Out, menampilkan sepuluh kota terbaik di dunia untuk kuliner. Dari daftar tersebut, dua kota di Asia Tenggara berhasil masuk, menandai pencapaian penting bagi wilayah tersebut.

Metode yang digunakan bersifat kuantitatif dan kualitatif. Lebih dari 24.000 penduduk lokal di seluruh dunia diundang untuk menilai tiga aspek: kualitas keseluruhan makanan di kota mereka, seberapa terjangkau biaya makan di luar, dan tempat makan terbaik menurut mereka. Hasil survei ini kemudian diselaraskan dengan penilaian panel ahli Time Out, yang terdiri dari editor dan kritikus makanan internasional. Dari proses ini, 20 kota teratas dipilih sebagai World's Best Cities for Food in 2026, dan sepuluh yang teratas menjadi fokus utama laporan.

Berikut rincian setiap kota, dimulai dari peringkat 10 hingga 1. Setiap kota memiliki karakteristik unik yang membuatnya menarik bagi para penggemar kuliner.

  1. Lisbon (Portugal) – Kota ini sedang mengalami kebangkitan dalam dunia sandwich, dengan kreasi Tosta dan Bibs menjadi primadona. Di sisi fine dining, jumlah restoran yang meraih bintang Michelin meningkat. Mayoritas responden setempat merekomendasikan mencoba menu dari bakery dan toko dessert lokal, menandakan bahwa makanan ringan tetap menjadi bagian penting dari kebiasaan makan di Lisbon.

  2. Athens (Yunani) – Ibu kota Yunani dipenuhi kedai tua berusia seabad, restoran trendi, dan tempat makan mewah. Delta, satu-satunya restoran di kota ini yang memiliki 2 bintang Michelin, menjadi sorotan utama. Kombinasi arsitektur bersejarah dan inovasi kuliner membuat Athens menjadi destinasi favorit bagi para foodies.

  3. Beijing (Tiongkok) – Tahun 2026 menandai perubahan pola makan di Beijing. Masyarakat kini lebih memilih bersantap di luar ruangan, baik di taman maupun di restoran outdoor yang menawarkan suasana santai. Meskipun demikian, jajanan kaki lima tetap menjadi aset kuliner utama bagi penduduk lokal, menunjukkan keberlanjutan tradisi kuliner jalanan.

  4. Melbourne (Australia) – Kota ini dikenal sebagai “ibu kota coffee shop dunia”. Selain kopi, para chef di Melbourne bereksperimen dengan pengaruh menu dari berbagai negara, seperti Armenia, Mesir, Prancis, China, dan Sri Lanka. Eksplorasi rasa ini menambah daya tarik bagi para pengunjung yang ingin merasakan cita rasa global dalam satu tempat.

  5. Ho Chi Minh City (Vietnam) – Sebagai negara Asia Tenggara pertama yang masuk daftar, Ho Chi Minh City menampilkan restoran fine dining baru yang bahkan meraih bintang Michelin. Namun, jajanan kaki lima masih menjadi pilihan utama bagi penduduk lokal, diikuti oleh kafe dan coffee shop yang menawarkan suasana santai.

  6. Barcelona (Spanyol) – Kota ini menawarkan spektrum restoran, mulai dari yang berbintang Michelin hingga restoran Asia high‑end. Meskipun ada pengaruh internasional, para chef ternama di Barcelona kembali menonjolkan esensi makanan tradisional Catalan, menjaga identitas kuliner lokal.

  7. London (Inggris) – London kini dipenuhi tempat makan Italia mewah dengan konsep “fun”. Menu seperti creamy white risotto dan pasta passatelli menjadi favorit, sementara pub pizza menjadi tempat hang out yang populer di kalangan penduduk setempat sepanjang 2026.

  8. Mexico City (Meksiko) – Kota ini merayakan keberagaman kuliner dengan pengaruh Mediterania, Asia, dan Prancis. Banyak chef terkenal memadukan cita rasa internasional dengan bahan lokal. Untuk pengalaman autentik, taco menjadi wajib dicicipi.

  9. Bangkok (Thailand) – Menjadi kota Asia Tenggara dengan peringkat tertinggi, Bangkok menawarkan kuliner yang menyenangkan. Pilihan tidak hanya mencakup jajanan kaki lima, tetapi juga fine dining Thai yang mengangkat hidangan lokal menjadi mewah. Song Wat Road menjadi rekomendasi utama bagi para pencinta kuliner.

  10. Lima (Peru) – Menempati posisi teratas, Lima dikenal dengan dinamika restoran yang terus berkembang. Setiap minggu muncul restoran baru yang naik daun, termasuk fine dining yang digawangi Rodrigo Fernandini, seorang chef yang pernah memimpin restoran fine‑dining Peru di Florida dan New York. Konsistensi restoran Lima menempatkannya di antara yang terbaik di dunia.

Analisis ini menunjukkan bahwa kota-kota dengan reputasi kuliner yang kuat tidak hanya bergantung pada sejarah atau tradisi, tetapi juga pada inovasi dan adaptasi terhadap tren global. Terdapat pola di mana makanan jalanan tetap menjadi fondasi, sementara fine dining terus berkembang dengan pengakuan internasional. Representasi dua kota Asia Tenggara menandai peningkatan pengakuan global terhadap kuliner di wilayah tersebut, sekaligus menegaskan pentingnya keseimbangan antara tradisi lokal dan inovasi.

World's Best Cities for Food 2026Time OutKota Asia TenggaraMichelinFine DiningJajanan Kaki LimaInovasi KulinerKeseimbangan Tradisi

Komentar

Memuat komentar...