100.000 Warga Sambut Timnas Norwegia di Oslo
Gambar atau konten salah?
Lebih dari seratus ribu orang memadati jalanan Oslo, Norwegia, pada Senin, 14 Juli 2026. Mereka datang untuk menyambut kepulangan tim nasional sepak bola negara mereka dari Piala Dunia 2026. Meski langkah Norwegia terhenti di babak perempat final, antusiasme warga dan keluarga kerajaan justru tak surut.
Tim besutan pelatih Stale Solbakken harus mengakui keunggulan Inggris dengan skor 1-2. Kekalahan itu terjadi setelah pertandingan memasuki babak tambahan waktu. Erling Haaland dan kawan-kawan pun harus pulang lebih awal dari yang mereka harapkan di Amerika Serikat, tempat turnamen digelar.
Pesawat yang membawa para pemain tiba di Norwegia pada Senin waktu setempat. Namun, perjalanan pulang mereka tidak mulus. Pesawat mengalami keterlambatan hingga empat jam. Akibatnya, Haaland tidak bisa mengikuti seluruh rangkaian acara penyambutan.
Sejak siang, area di sekitar Istana Kerajaan Oslo sudah dipenuhi lautan manusia. Kerumunan suporter meluas hingga Karl Johans gate, jalan utama di pusat kota. Sebelum menemui publik, para pemain terlebih dahulu diterima oleh Raja Harald V di istana.
Catherine Breiland, seorang suporter Norwegia, mengaku sangat bangga. "Saya mengikuti mereka baik saat di Norwegia maupun di Spanyol dan semangat masyarakat Norwegia selalu terasa sepanjang turnamen," ujarnya. Baginya, pencapaian timnas kali ini terasa sangat istimewa.
Setelah pertemuan dengan raja, para pemain muncul di tangga istana. Mereka didampingi oleh Pasukan Pengawal Kerajaan. Haaland, bagaimanapun, harus absen pada momen ini. Penyerang andalan Norwegia itu meninggalkan acara lebih awal.
Akibatnya, ia melewatkan tradisi "Viking row" bersama rekan-rekannya. Tradisi ini dipimpin langsung oleh Putra Mahkota Haakon. Iringan tabuhan drum mengiringi para pemain yang berbaris dan berteriak layaknya prajurit Viking.
"Erling dan Sander (Berge) harus mengejar penerbangan mereka karena perjalanan kami dari AS mengalami keterlambatan selama empat jam," kata Solbakken menjelaskan absennya dua pemain tersebut.
Perayaan tidak berhenti di istana. Parade menggunakan bus tingkat atap terbuka kemudian digelar mengelilingi kota Oslo. Antusiasme warga sangat luar biasa. Bus beberapa kali terpaksa berhenti, bahkan sesekali mundur, karena polisi kesulitan membuka jalan di tengah massa yang begitu padat.
Para pemain tetap menikmati momen itu. Mereka melambaikan tangan kepada suporter yang memadati tepi jalan. Kegembiraan berlangsung hingga malam hari.
Nicolai Sivesind datang khusus ke Oslo untuk mengikuti perayaan. "Saya tidak pernah membayangkan perjalanan tim Norwegia tahun ini bisa sejauh ini. Menurut saya, seluruh masyarakat Norwegia pantas memberikan penghormatan kepada tim nasional yang telah tampil luar biasa sepanjang Piala Dunia," katanya.
Di tengah perjalanan, parade sempat terhenti karena insiden tak terduga. Sebuah kabel melintang rendah di atas jalan menghalangi laju bus tingkat yang ditumpangi para pemain. Para pemain yang berdiri di dek atas terpaksa harus duduk agar bus bisa melintas.
Insiden kabel itu mengingatkan Solbakken pada momen kontroversial saat melawan Inggris. Dalam pertandingan tersebut, bola sempat mengenai kabel kamera sebelum Jude Bellingham mencetak gol penyeimbang. Federasi Sepak Bola Dunia (FIFA) berulang kali membantah bola menyentuh kabel sebelum gol tersebut terjadi.
Parade akhirnya berakhir di City Hall Square setelah menempuh rute sepanjang sekitar 1,3 kilometer. Ribuan suporter masih bertahan di lokasi untuk menyambut tim. Acara ditutup di tempat tersebut.
Kapten tim, Martin Odegaard, berbicara dengan bangga. "Saya rasa tidak ada yang membayangkan ini akan terjadi. Dukungan yang kami terima, baik saat berada di Amerika Serikat maupun ketika kembali ke Norwegia, jauh melampaui semua harapan, rasanya benar-benar luar biasa," ujarnya.
Sepanjang turnamen, Norwegia berhasil menembus babak perempat final. Ini merupakan pencapaian yang melampaui ekspektasi banyak pihak. Dukungan dari masyarakat Norwegia, yang selalu terasa di setiap pertandingan, menjadi bukti kebanggaan mereka terhadap timnas. Sambutan luar biasa di Oslo ini mencerminkan apresiasi publik atas perjuangan para pemain yang telah mewakili negara dengan baik di panggung sepak bola dunia.
Komentar
Memuat komentar...
Terkait
Haaland Bawa Pulang Rakun Mainan dari Piala Dunia 2026
Geopark Merangin Terancam Tambang Liar, 5 Gunung & 7 Danau Jadi Andalan
Tambang Ilegal Ancam Status UNESCO Geopark Merangin
9 Negara Eropa Minta UE Tunda Sistem Perbatasan Baru
Pantai Blue Lagoon Ramai Meski Viral Pengusiran
Wings Air Buka Dua Rute Baru Juli 2025