11 Lokasi Terpanas di Bumi, Ada yang Disebut Gerbang Neraka
Gambar atau konten salah?
Ada tempat-tempat di dunia yang suhunya jauh melampaui panas matahari biasa. Beberapa lokasi ini memiliki kondisi alam ekstrem, bahkan dijuluki sebagai "Gerbang Neraka" karena hawa panas yang terasa menyengat.
Dari gurun tandus hingga kawah yang terus menyala, tempat-tempat terpanas di Bumi ini bukan hanya mencatat rekor suhu tertinggi, tetapi juga menyimpan keunikan fenomena alam. Lokasi ekstrem ini menarik perhatian ilmuwan dan wisatawan yang ingin melihat langsung keganasan alam.
Berikut adalah beberapa lokasi yang tercatat memiliki suhu ekstrem di planet ini:
- Death Valley, California, Amerika Serikat. Menurut Arsip Ekstrem Cuaca dan Iklim Dunia dari Organisasi Meteorologi Dunia (WMO), Death Valley mencatat suhu terpanas di bumi, mencapai 56 derajat pada tahun 1913. Panas ini disebabkan oleh medan Gurun Mojave yang sangat panas dan puncak tinggi Sierra di sekitarnya yang memerangkap panas di lembah dataran rendah. Vegetasi yang sedikit juga membuat panas menumpuk di lokasi ini. Rata-rata suhu musim panas di lembah ini mencapai 37 derajat. Suhu musim dingin lebih bersahabat bagi pengunjung.
- Kebili, Tunisia. Lokasi ini memegang rekor suhu tertinggi yang pernah tercatat di Belahan Bumi Timur, yaitu 55 derajat pada tahun 1931. Kebili adalah oasis bersejarah di Gurun Sahara. Wisatawan tertarik melihat lanskap gurun pasirnya yang tandus.
- Mitribah, Kuwait. Terletak di Gurun Kuwait dekat perbatasan Irak. Suhu tertingginya mencapai 54 derajat pada tahun 2016, menurut catatan WMO untuk wilayah II. Lokasinya yang dekat khatulistiwa dan sering menangkap angin *shamal* yang membawa udara panas dan kering dari Timur Tengah menyebabkan hal ini. Suhu rata-ratanya mencapai 38 derajat.
- Turbat, Pakistan. Lokasi ini tercatat sebagai kawasan terpanas di Asia dengan suhu 54 derajat pada tahun 2017 akibat gelombang panas yang melanda kota tersebut. Pada tahun 2024, Pakistan mengalami gelombang panas berkepanjangan yang mengakibatkan lebih dari 500 orang meninggal dunia. Turbat berada di tepi Sungai Kech, Provinsi Balochistan.
- Rivadavia, Argentina. Kota ini mencatat suhu tertinggi di Amerika Selatan, mencapai 49 derajat pada tahun 1905. Rivadavia terletak di Provinsi Salta, Argentina barat laut, sebuah daerah dataran rendah dengan lanskap beragam, mulai dari pegunungan hingga gurun.
- Athena, Yunani. Kota metropolitan ini dikenal memiliki musim panas yang hangat dan kering, serta menjadi favorit wisatawan dunia.
- Syracuse, Italia. Syracuse memegang rekor sebagai tempat terpanas di daratan Eropa dengan suhu mencapai 49 derajat pada tahun 2021. Lokasinya di pesisir Sisilia memiliki iklim Mediterania yang panas, mendukung hasil perkebunan seperti zaitun dan jeruk.
- Gurun Lut (Dasht-e Lut), Iran. Gurun ini dikenal memiliki Suhu Permukaan Tanah (LST) terpanas di Bumi. Berdasarkan catatan WMO dan citra satelit NASA, Gurun Lut selalu menempati posisi teratas. Suhu terpanasnya pernah mencapai rekor dunia, yaitu 80 derajat pada tahun 2018.
- Oodnadatta, Australia. Terletak di antara Adelaide dan Alice Springs, Oodnadatta menarik wisatawan meskipun lokasinya terpencil. Pengunjung bisa menempuh jalur berkendara Oodnadatta sepanjang 615 km. Waktu terbaik untuk berkunjung adalah antara bulan April hingga Oktober, saat suhu berkisar antara 10 hingga 26 derajat.
- Pegunungan Api, China. Tempat ini mencatat suhu terpanas tertinggi dalam sejarah hingga mencapai 79 derajat. Pegunungan ini populer bagi wisatawan karena menawarkan pemandangan hamparan gunung berapi yang indah.
- Cekungan Danakil (Danakil Depression), Ethiopia. Kawasan ini sering disebut "gerbang menuju neraka" karena merupakan salah satu tempat tak berpenghuni dengan suhu paling panas di bumi. Suhu rata-rata sepanjang tahun mencapai 35 hingga 38 derajat. Namun, pemandangan kandungan hidrotermal Dallol yang menciptakan warna menawan menarik wisatawan untuk datang.
Secara umum, beberapa lokasi ekstrem ini menonjol karena suhu udara tertinggi yang pernah tercatat, sementara lokasi lain seperti Gurun Lut menonjol karena suhu permukaan tanahnya yang luar biasa tinggi.
Komentar
Memuat komentar...
Terkait
Rabat Jadi Ibu Kota Buku UNESCO 2026, Siap Menarik Wisatawan
Kota Mesir Kuno Tenggelam Ditemukan di Dasar Laut
Jerman Punya Waterpark Indoor Bekas Hanggar Pesawat
Wisata Inggris Meningkat Berkat Lokasi Syuting Bridgerton
Tujuh Tempat Paling Tak Biasa di Dunia, Ada Pamukkale
Antavaya Tawarkan Tur China 8 Hari Mulai Rp 12 Jutaan
Berita Terbaru
Prabowo Pilih Maung Mahal Demi Industri Dalam Negeri
Prabowo Akan Luncurkan Motor Listrik Nasional
Prabowo Resmikan Proyek LNG Masela, Tunggu 28 Tahun
Stok BBM Nasional Aman 14-40 Hari
PLN Diskon Tambah Daya 50% Sambut Tahun Ajaran Baru
Iran Ancam Hentikan Ekspor Energi Timur Tengah
Pemerintah Tetapkan 60% Gas Blok Masela untuk Domestik
Antrean BBM di Medan Kembali Normal
Prabowo Target Bangun 50 Pabrik Etanol Demi BBM Campur
Irak-Suriah Hidupkan Pipa Minyak Alternatif Hormuz
