11.565 Sapi NTB Dikirim ke Jawa Sebelum Idul Adha 2026
Gambar atau konten salah?
11.565 ekor sapi asal Nusa Tenggara Barat (NTB) dikirim ke Pulau Jawa menjelang Idul Adha 1447 Hijriah. Pengiriman tersebut dilaksanakan melalui Pelabuhan Gili Mas dan Pelabuhan Bima, keduanya berada di NTB.
Deputi Bidang Karantina Hewan Badan Karantina Indonesia (Barantin), Sriyanto, menyatakan telah meminta Balai Karantina NTB melakukan pemantauan intensif lalu lintas hewan di wilayah tersebut. Menurut data aplikasi Best Trust Barantin, lalu lintas ternak keluar NTB meningkat sejak memasuki bulan April 2026.
“Hanya dalam kurun waktu 16 hari pertama bulan April, volume pengiriman melonjak tajam,” kata Sriyanto pada Minggu (19 April 2026). Ia menambahkan bahwa jumlah pengiriman sapi asal NTB pada bulan April naik signifikan bila dibandingkan dengan Januari 2026 yang hanya 1.454 ekor, Februari 733 ekor, dan Maret 4.791 ekor. Jika diakumulasikan, total sebanyak 18.543 ekor sapi asal NTB telah diberangkatkan ke Pulau Jawa.
Jabodetabek masih menjadi pasar utama bagi sapi-sapi asal NTB, ujar Sriyanto. Ia menjelaskan bahwa pengawasan lalu lintas hewan diperketat sesuai Surat Edaran (SE) Badan Karantina Indonesia Deputi Bidang Karantina Hewan Nomor 23 Tahun 2026 mengenai kesiapsiagaan dini pencegahan hama dan penyakit hewan karantina (HPHK). Fokus utama adalah mitigasi risiko terhadap ancaman penyakit seperti penyakit mulut dan kuku (PKM), lumpy skin disease (LSD), dan anthrax yang potensinya meningkat seiring tingginya mobilisasi ternak.
Kepala Balai Karantina NTB, Ina Soelistyani, menyatakan pihaknya terus melakukan pemeriksaan fisik sapi yang dikirim ke Pulau Jawa. Balai Karantina NTB juga menyediakan fasilitas laboratorium serta pengetatan biosekuriti melalui disinfeksi armada angkut. Ia menegaskan bahwa proses sertifikasi hewan kini jauh lebih ramping berkat digitalisasi, memungkinkan layanan tetap cepat dan transparan meskipun volume pengiriman tinggi.
Sarana angkut, termasuk Toll Laut Ternak Kapal Camara Nusantara 3 yang beroperasi di Pelabuhan Bima, dipastikan memenuhi standar teknis untuk meminimalisir stres pada hewan, ujar Ina. Menurutnya, grafik pengiriman sapi dari NTB kini mulai melandai setelah melewati puncak arus.
Ia juga menegaskan koordinasi dengan instansi perhubungan dan peternakan di tingkat daerah untuk memastikan tidak ada celah hambatan di setiap simpul distribusi. Langkah ini bertujuan menjaga kelancaran rantai pasok sekaligus meminimalkan risiko penyebaran penyakit.
Pergerakan ternak yang meningkat di NTB mencerminkan permintaan pasar di Jawa, namun upaya pengawasan ketat dan digitalisasi proses sertifikasi membantu menjaga kesehatan hewan dan mengurangi potensi penyakit. Dengan demikian, perdagangan sapi antara NTB dan Pulau Jawa dapat berlangsung lebih aman dan teratur.
Komentar
Memuat komentar...
Terkait
Penurunan Wisnus Bali 4,14% Tahun Ini, 2,03% Bulanan
SIM Keliling Kembali Operasi di Badung dan Buleleng Pusat
Cuaca cerah berawan Bali, hujan ringan Badung Denpasar
Kamis 04 Juni 2026: Hari Ala Ayuning Dewasa, Waktu Lahan
Badung Bangun Tempat Penampungan Sampah B3 di Mengwitani
SMPN 5 Pupuan, Disdik Tabanan Atasi Rendahnya Siswa
Berita Terbaru
Vlahovic Bebas: Arsenal Tertarik, Juventus Tak Berikan Kontrak
Fabiola Elizabeth Tersangka Penipuan Online Internasional
Pedagang Valas Kaki Lima di Jalan Kwitang Terima Dolar Rusak
Kebakaran 4 Ha di Bangka Barat Padam dalam 1 Jam pada 3 Juni
Khutbah Jumat Akhir Tahun: Refleksi dan Muhasabah 1447 H
Curacao masuk Piala Dunia 2026, Chong satu pemain asli
Beasiswa AGRTPS 2026: 5 Slot Buka, Pendaftaran Hingga 18 Juni
