Kapolri Duduk Bareng Pecalang dan Ojol di Bali

Andi B. · 2 min baca · 2 menit lalu · 1 dibaca
Bisik.id
Kapolri Duduk Bareng Pecalang dan Ojol di Bali

Gambar atau konten salah?

Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo mengundang para pecalang dan pengemudi ojek online (ojol) untuk duduk bersama. Pertemuan berlangsung di Bali pada Kamis, 16 Juli 2026. Tujuannya satu: memperkuat kerja sama menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat, atau kamtibmas, di Pulau Dewata.

Acara silaturahmi itu berjalan sekitar satu jam. Listyo tidak datang sendiri. Ia ditemani Kapolda Bali Irjen Daniel Adityajaya dan jajaran Polda Bali. Dalam forum itu, Kapolri juga membuka telinga. Ia mendengarkan langsung aspirasi para pecalang dan pengemudi ojol soal situasi kamtibmas di Bali.

Harapan Listyo cukup jelas. Ia ingin pecalang dan pengemudi ojol memiliki rasa tanggung jawab yang sama dalam menjaga keamanan. Bukan hanya tugas polisi. Semua pihak punya peran.

"Beliau sangat berharap ditingkatkan peran itu (menjaga kamtibmas), bekerja sama yang baik. Sama-sama merasa memiliki keamanan itu untuk kita semua," kata Dewa Bagus Made Suharya, Manggala Utama Pasikian MDA Provinsi Bali. Ia menjelaskan pesan yang disampaikan Kapolri dalam pertemuan tersebut.

Suharya menambahkan, sinergi antara pecalang dan kepolisian sebenarnya sudah berjalan baik selama ini. Buktinya? Pecalang sudah terlibat dalam pengamanan berbagai kegiatan berskala internasional di Bali. Ia juga menyampaikan apresiasi kepada Kapolda Bali dan jajarannya. Menurutnya, kerja sama itu terus dijaga dengan baik.

Di sisi lain, Dirbinmas Polda Bali Kombes Suwandi Prihantoro mengatakan kegiatan ini bagian dari upaya menyerap aspirasi masyarakat. Ia menyebut jumlah pecalang dan pengemudi ojol di Bali mencapai lebih dari 27 ribu orang. Angka itu jauh lebih banyak dibandingkan personel kepolisian di Bali.

"Dengan adanya sabuk-sabuk Kamtibmas yang ada pecalang, ada ojol, dan ada organisasi-organisasi masyarakat lain bisa mendukung Bali dalam menjaga keamanan dan ketertiban di wilayah," ujar Suwandi.

Artinya, polisi tidak bisa bekerja sendiri. Dengan jumlah personel yang terbatas, kehadiran pecalang dan pengemudi ojol menjadi mata dan telinga tambahan di lapangan. Mereka bisa membantu mendeteksi gangguan keamanan lebih cepat. Sinergi ini, jika terus diperkuat, bisa membuat Bali tetap aman dan tertib, terutama di tengah padatnya aktivitas wisata dan acara internasional.

KapolripecalangojolkamtibmasBalisinergikeamanan

Komentar

Memuat komentar...