Klungkung Kekurangan 8.300 PJU, Nusa Penida Paling Parah

Agus P. · 3 min baca · Baru saja · 1 dibaca
Bisik.id
Klungkung Kekurangan 8.300 PJU, Nusa Penida Paling Parah

Gambar atau konten salah?

Kabupaten Klungkung di Bali masih menghadapi masalah besar dalam hal penerangan jalan. Tercatat, ada kekurangan sekitar 8.300 unit Penerangan Jalan Umum (PJU) di wilayah ini. Akibatnya, banyak ruas jalan di empat kecamatan yang masih gelap gulita saat malam hari. Kondisi paling parah terjadi di Kecamatan Nusa Penida, yang merupakan daerah kepulauan.

Kepala Bidang Lalu Lintas Dinas Perhubungan (Dishub) Klungkung, Ida Bagus Putra Adnyana, menjelaskan bahwa data kebutuhan ini didapat dari dua sumber. Pertama, usulan yang masuk dari desa dan kelurahan. Kedua, hasil survei langsung yang dilakukan oleh petugas di lapangan.

"Selain data dari desa/kelurahan, berdasarkan survei langsung petugas kami di lapangan, kekurangan PJU seluruhnya kurang lebih 8.300 buah," kata Adnyana saat ditemui di kantornya, Kamis 16 Juli 2026 pagi.

Belum lama ini, Dishub Klungkung sudah mengirim surat ke desa dan kelurahan untuk menanyakan kebutuhan penerangan di masing-masing wilayah. Hasilnya, sebagian besar jalan di Klungkung memang masih gelap.

Rincian kebutuhannya cukup bervariasi antar kecamatan. Di Kecamatan Klungkung, total kebutuhan mencapai 194 PJU, sementara yang sudah terpasang sebanyak 840 unit. Di Banjarangkan, dibutuhkan 205 PJU dari 973 yang sudah ada. Di Kecamatan Klungkung sendiri, ada 223 PJU yang dibutuhkan dari 1.484 yang sudah terpasang. Namun, yang paling mencolok adalah Nusa Penida. Di sana, kebutuhannya mencapai 1.919 unit, padahal yang sudah terpasang hanya 763 PJU.

"Ditambah dari hasil survei kami, total kebutuhan semuanya 8.300. Jadi memang Klungkung belum terang," ungkap Adnyana.

Adnyana menegaskan bahwa Dishub Klungkung terus berupaya memenuhi kebutuhan PJU secara bertahap setiap tahun. Hanya saja, pemasangan tidak bisa dilakukan sekaligus dalam jumlah besar karena terbentur keterbatasan anggaran.

"Kami lakukan pemenuhan secara berkala setiap tahun anggaran. Tapi karena keterbatasan anggaran, pemasangannya harus skala prioritas. Jalur-jalur padat lalu lintas dan jalur pariwisata di Nusa Penida tentu yang kami prioritaskan terlebih dahulu," terang Adnyana.

Selain pemenuhan bertahap, ada juga usulan melalui bantuan teknis pengadaan Alat Penerangan Jalan (APJ). Total pagu anggaran untuk usulan ini mencapai lebih dari Rp 15,4 miliar. Usulan tersebut berupa Bantuan Keuangan Khusus (BKK) ke Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Badung pada 2027.

Berdasarkan Rencana Anggaran Biaya (RAB) Bantuan Teknis Pengadaan APJ yang disusun, total ada 624 PJU baru yang direncanakan untuk dipasang di Klungkung. Rinciannya, sebanyak 213 tiang antik dengan anggaran Rp 7,455 miliar untuk Kecamatan Klungkung, Dawan, dan Banjarangkan.

Sementara untuk Kecamatan Nusa Penida, pengadaannya dibagi menjadi dua jenis. Diusulkan sebanyak 90 tiang antik dengan total Rp 3,15 miliar dan 321 tiang oktagonal senilai Rp 4,815 miliar. "Total anggaran untuk Nusa Penida mencapai Rp 7,965 miliar," jelas Adnyana.

Kepala Dishub Klungkung, Anak Agung Gede Putra Wedana, mengatakan tidak ada program penambahan PJU pada 2026. Namun, selain dari BKK, Dishub Klungkung juga telah mengusulkan APJ melalui skema kerja sama pemerintah dengan badan usaha (KPBU).

Wedana tidak menampik kondisi Nusa Penida sebagai daerah wisata yang masih gelap. Karena itu, Nusa Penida dijadikan sebagai skala prioritas pemasangan PJU.

"Karena daerah pariwisata tentu fokus untuk melakukan pengadaan PJU di sana. Memang kebutuhan Nusa Penida penting kami penuhi untuk pariwisata. Seperti yang dikatakan kondisi jalan yang masih gelap berpengaruh terhadap keinginan wisata menginap," ujar Wedana.

Kekurangan 8.300 PJU ini menunjukkan bahwa infrastruktur dasar di Klungkung masih perlu perhatian serius. Dengan Nusa Penida sebagai daerah pariwisata andalan, kondisi jalan yang gelap bisa menghambat potensi wisata, terutama untuk menarik wisatawan menginap. Upaya bertahap dan usulan bantuan keuangan menjadi langkah yang diambil, meskipun keterbatasan anggaran masih menjadi kendala utama.

kekurangan PJUKlungkungNusa Penidapenerangan jalanpariwisataanggaran terbatasprioritas pemasangan

Komentar

Memuat komentar...