Ledakan Tabung Gas Hanguskan Warung Bakso, Tiga Luka Bakar
Gambar atau konten salah?
Ledakan tabung gas melon mengguncang sebuah warung bakso di Jalan Perum Dalung Permai, Desa Dalung, Kecamatan Kuta Utara, Kabupaten Badung, pada Rabu malam, 15 Juli 2026. Peristiwa itu terjadi sekitar pukul 20.30 Wita. Api meludeskan seluruh bangunan warung beserta isinya. Tiga orang yang merupakan satu keluarga pemilik warung mengalami luka bakar serius dan harus dilarikan ke rumah sakit.
Kapolsek Kuta Utara, Kompol I Ketut Sukadana, menjelaskan kronologi kejadian pada Kamis, 16 Juli 2026. "Korban ini bapak, ibu, dan anak. Ya ini masih perawatan di rumah sakit," katanya. Kebakaran bermula saat sang ayah, SO (53), sedang memasak di area depan warung. Sementara itu, istrinya, S.F (61), bersama sang anak, M.F (22), tengah sibuk membenahi tabung gas ukuran 3 kilogram di dapur bagian belakang. Tabung tersebut diduga bocor.
"Ibu dan anaknya ini memang perbaiki tabung gas yang bocor di dapur belakang. Baunya menyengat. Tiba-tiba muncul kilatan api dari arah depan, terbawa angin menyambar gas yang bocor sampai memicu api," ujar Sukadana. Suara ledakan yang kencang sempat mengagetkan warga sekitar. Seorang saksi bernama Yatul (44) yang sedang menjaga toko pakaian tepat di sebelah lokasi kejadian merasakan getaran kuat akibat ledakan tersebut. Ia langsung bergegas keluar dan memeriksa keadaan.
"Begitu saksi keluar, anak pemilik warung sudah minta tolong dengan kondisi baju robek-robek. Badannya penuh luka bakar," jelas Sukadana. Saat warga mulai berdatangan, kobaran api sudah membesar dan melalap bagian dalam warung bakso tersebut. Dua saksi warga, Yatul dan R. Nurhadi (41), bersama warga sekitar langsung mengevakuasi ketiga korban ke ambulans serta berusaha memadamkan api.
"Warga sempat bahu-membahu menyiramkan air pakai ember seadanya di depan toko. Api telanjur besar dan sulit dikendalikan. Mereka akhirnya menghubungi petugas pemadam kebakaran," papar Sukadana. Tiga unit mobil pemadam dari Dinas Kebakaran Kabupaten Badung langsung dikerahkan ke lokasi untuk menjinakkan api. Seluruh korban yang berasal dari Banyuwangi, Jawa Timur, kini tengah dirawat di Rumah Sakit Daerah (RSD) Mangusada akibat luka bakar yang cukup parah.
Kondisi fisik warung dilaporkan rusak berat. Kerugian materiil masih belum bisa dipastikan. Korban S.F mengalami luka bakar paling parah hingga 90 persen. Anaknya, M.F, mengalami luka bakar 80 persen. Sedangkan suaminya, SO, mengalami luka bakar 60 persen. "Untuk kerugian materiil masih dalam pendataan. Saat ini fokus kami adalah penanganan medis para korban," imbuh Sukadana.
Keluarga korban berasal dari Banyuwangi, Jawa Timur. Mereka mengelola warung bakso di lokasi kejadian. Peristiwa ini menunjukkan betapa bahayanya kebocoran tabung gas, terutama saat ada upaya perbaikan yang dilakukan tanpa alat atau prosedur yang tepat. Api dari kompor di bagian depan warung menjadi pemicu utama ledakan, karena angin membawa gas bocor dari dapur belakang ke arah sumber api.
Komentar
Memuat komentar...
Terkait
Klungkung Kekurangan 8.300 PJU, Nusa Penida Paling Parah
Urban Fun Run Bali Digelar Tanpa Izin, ITDC Buka Suara
SD Negeri Sepi Murid, Kemendikdasmen Gandeng Kemendagri
Dinas Sosial Badung Raih Nilai Tertinggi Ombudsman 2025
Ramalan Zodiak Keuangan 16 Juli 2026
Prakiraan Cuaca Bali 16 Juli: Cerah hingga Berawan
Berita Terbaru
Ledakan Tabung Gas Hanguskan Warung Bakso, Tiga Luka Bakar
Mobil Boks Terbengkalai Belasan Tahun di Bandung Ganggu Lalu Lintas
Uji Ketajaman Mata: Temukan Objek Tersembunyi
Bandara Husein Sastranegara Resmi Jadi Bandara Internasional
Prediksi Opta: Spanyol Lebih Diunggulkan dari Argentina di Final Piala Dunia 2026
Spotify Luncurkan Chatbot AI untuk Pengguna Premium
Pembatasan Gawai di Sekolah Resmi Berlaku
Target PSEL Beroperasi 2027-2028, 24 Perusahaan Siap Bangun
Bupati Subang Tinjau Kebakaran TPA, Targetkan 30 TPS 3R
Banjir Rob Kalianak Semakin Parah, Warga Minta Dam Dibangun