26 Maret 2026: Hari Ala Ayuning Dewasa, Waktu Terbaik Ritual

Wahyu T. · 2 min baca · 2 bulan lalu · 88 dibaca
Bisik.id
26 Maret 2026: Hari Ala Ayuning Dewasa, Waktu Terbaik Ritual

Gambar atau konten salah?

Wraspati Paing Dukut mencatat bahwa pada Kamis, 26 Maret 2026, hari ini termasuk dalam kategori ala ayuning dewasa menurut kalender Bali. Hari ini dianggap baik untuk melakukan berbagai kegiatan adat dan ritual.

Kalender Bali memuat istilah ala ayuning dewasa sebagai hari yang layak dipakai untuk aktivitas tertentu. Setiap hari dihitung dengan sistem khusus dan sering dipakai oleh masyarakat Hindu di Bali untuk menentukan kapan melakukan upacara, membangun, atau memulai pekerjaan.

  • Asuajeg TurunBaik untuk membuat penakut, menanam padi, kacang-kacangan, sirih, berburu, membuat alat bunyi-bunyian, kentongan, gamelan, genta, dll. (Alahing dewasa 3).
  • Dina CarikTidak baik dipakai dewasa. (Alahing dewasa 2).
  • Geni MurubBaik untuk segala pekerjaan yang mempergunakan api seperti membakar bata mentah, genteng, dan lain‑lain. Tidak baik untuk membangun, mengatapi rumah. (Alahing dewasa 2).
  • Geni RawanaBaik untuk segala pekerjaan yang menggunakan api. Tidak baik untuk mengatapi rumah, melaspas, bercocok tanam. (Alahing dewasa 2).
  • Gni Rawana JejepanBaik untuk mulai pekerjaan yang menggunakan api seperti membakar genteng, batu bata, keramik, gerabah, membuat senjata tajam (pande besi). Tidak baik mengatapi rumah, melaspas, dan bercocok tanam. (Alahing dewasa 2).
  • Kala JangkutBaik untuk membuat pencar, jaring, senjata. (Alahing dewasa 4).
  • Kala JengkingBaik untuk mulai belajar menari, menabuh, membuat bubu, seser, jaring. Tidak baik untuk Manusa Yadnya, nikah, upacara potong rambut. (Alahing dewasa 4).
  • Kala LuangBaik untuk membuat terowongan, menanam ketela atau umbi‑umbian. (Alahing dewasa 3).
  • Kala Pati JengkangBaik untuk mengadakan sabungan. (Alahing dewasa 4).
  • Kala RajaBaik untuk segala pekerjaan, mengkat atau melantik petugas atau calon pejabat. (Alahing dewasa 3).
  • Kala SorTidak baik untuk bekerja hubungannya dengan tanah seperti membajak, bercocok tanam, membuat terowongan. (Alahing dewasa 3).
  • Macekan Agung – Untuk membuat benda‑benda runcing untuk pura seperti pengawin, tumbak, senjata pengider‑ider dll. (Alahing dewasa 2).
  • Macekan LanangBaik untuk membuat taji, tumbak, keris, alat penangkap ikan. Tidak baik untuk upacara yadnya (Alahing dewasa 2).
  • PamacekanBaik untuk mengerjakan sawah/tegal, membuat tombak penangkap ikan. Tidak baik melaksanakan yadnya (Alahing dewasa 2).
  • Panca PrawaniTidak baik dipakai dewasa ayu. (Alahing dewasa 2).
  • PepedanBaik untuk membuka lahan pertanian baru. Tidak baik untuk membuat peralatan dari besi. (Alahing dewasa 3).
  • Pararasan: Laku Bumi, Pancasuda: Lebu Katiup Angin, Ekajalaresi: Patining Amerta, Pratiti: Bhawa – (iws/iws).

Penggunaan hari-hari ini tidak hanya terbatas pada upacara; ia juga memandu aktivitas sehari‑hari seperti pembangunan, pertanian, dan pembuatan senjata. Masyarakat menganggap bahwa memilih hari yang tepat dapat mempengaruhi keberhasilan dan keamanan suatu kegiatan.

Dalam konteks budaya Bali, penentuan ala ayuning dewasa menjadi bagian penting dari perencanaan sosial dan spiritual. Mengetahui kapan suatu hari dianggap baik atau tidak baik membantu warga menjaga tradisi sekaligus merencanakan aktivitas dengan lebih terstruktur.

kalender Baliala ayuning dewasahari baikritual adatbudaya Baliaktivitas

Komentar

Memuat komentar...