Tabanan Targetkan Parkir Jatiluwih Rampung 2026-2027
Gambar atau konten salah?
Pemerintah Kabupaten Tabanan menetapkan target untuk menyelesaikan masalah parkir di kawasan wisata Jatiluwih, Kecamatan Penebel, pada akhir tahun 2026 atau 2027. Salah satu langkah yang disiapkan adalah membangun kantong parkir terpadu di satu lokasi khusus.
Bupati Tabanan I Komang Gede Sanjaya mengungkapkan bahwa ketersediaan lahan parkir menjadi tantangan utama dalam mengelola destinasi Jatiluwih. Selama ini, area parkir yang terbatas dan kondisi jalan yang relatif sempit sering menyebabkan kemacetan. "Ini berkaca ketika ada event atau festival di Jatiluwih, arus lalu lintas sering macet. Apalagi jalan di Jatiluwih terbilang sempit. Ke depan, wisatawan yang datang akan diarahkan parkir di satu lokasi khusus," ujar Sanjaya pada Senin, 22 Juni 2026.
Sanjaya menjelaskan bahwa konsep parkir terpusat ini tidak hanya bertujuan untuk mengurai kemacetan, tetapi juga untuk menjaga kenyamanan dan kelestarian kawasan Jatiluwih. Namun, realisasi proyek tersebut masih menunggu kesepakatan bersama antara masyarakat, tokoh adat yang disebut pengempon pura, dan pemerintah.
Saat ini, proses komunikasi dan pembahasan masih terus berlangsung untuk menentukan lokasi serta skema pengelolaannya. "Semua pihak harus duduk bersama agar ada solusi terbaik. Mudah-mudahan target kita bisa tercapai sesuai rencana," tegas Sanjaya.
Persoalan parkir masih menjadi kendala klasik di Daerah Tujuan Wisata (DTW) Jatiluwih. Minimnya lahan parkir dan akses jalan yang terbatas membuat arus kendaraan sering tersendat ketika kunjungan wisatawan meningkat secara signifikan. Dengan adanya parkir terpadu, diharapkan penataan kawasan Jatiluwih menjadi lebih tertib dan berkelanjutan.
Masalah ini sudah berlangsung lama dan menjadi perhatian utama. Jatiluwih dikenal sebagai salah satu destinasi wisata unggulan di Bali, terutama karena pemandangan sawah teraseringnya yang terkenal. Namun, infrastruktur jalan yang sempit dan kurangnya tempat parkir membuat pengalaman wisatawan sering terganggu oleh kemacetan, terutama saat ada acara besar atau festival. Solusi parkir terpadu ini diharapkan bisa mengatasi masalah tersebut tanpa mengorbankan keindahan alam kawasan.
Komentar
Memuat komentar...
Terkait
Kapolri Duduk Bareng Pecalang dan Ojol di Bali
Sensatia Raih Sertifikasi Bebas Kekejaman dari Cruelty Free International
Kampung Gelgel Klungkung tak punya calon kades
Bangkai Paus di Pantai Perancak Kembali Muncul
Ledakan Tabung Gas Hanguskan Warung Bakso, Tiga Luka Bakar
Klungkung Kekurangan 8.300 PJU, Nusa Penida Paling Parah
Berita Terbaru
Bahlil Bantah Pemadaman Listrik Terkait Pasokan Batu Bara
Harga Minyak US$100 Per Barel, Masyarakat Berbondong Beralih ke BBM Subsidi
Bahlil Buka Suara soal Badan Usaha Khusus Migas Baru
Bahlil soal Impor Migas: Cari Pemasok Termurah
Pemerintah Dorong Program B50 Berhasil, Kini Siap Kembangkan E50
Presiden Kirim Surat ke DPR untuk Bahas RUU Migas
Pemerintah Hidupkan 45.000 Sumur Rakyat dan Sumur Tua
Proyek Sampah Jadi Listrik Bogor Raya 1 Mulai Dibangun
Pertamina Percepat Produksi Migas Demi Target 1 Juta Barel
Pertamina EP Buka Suara soal Kasus BUMD Bekasi
