Soma Kliwon Kuningan: Hari Ini Tidak Baik untuk Upacara Ngaben
Gambar atau konten salah?
Hari ini, Senin 22 Juni 2026, jatuh pada Soma Kliwon Kuningan dalam penanggalan kalender Bali. Berdasarkan perhitungan khusus, hari ini memiliki beberapa petunjuk mengenai baik atau buruknya untuk melaksanakan berbagai kegiatan adat dan ritual.
Menurut kalender Bali, Soma Kliwon Kuningan tidak dianggap sebagai hari yang baik untuk melakukan atiwa-tiwa atau upacara ngaben. Ini adalah salah satu informasi utama yang perlu diperhatikan oleh masyarakat Hindu di Bali yang hendak merencanakan kegiatan sakral.
Berikut adalah rincian ala ayuning dewasa untuk hari ini berdasarkan sumber dari kalenderbali.org:
- Amerta Dewa Jaya (Alahing dewasa 2): Hari ini baik untuk segala hal yang mengandung unsur keunggulan atau keistimewaan.
- Carik Walangati (Alahing dewasa 3): Tidak dianjurkan untuk melaksanakan pernikahan (wiwaha), upacara ngaben atau atiwa-tiwa, serta membangun rumah baru.
- Geni Rawana (Alahing dewasa 2): Cocok untuk semua pekerjaan yang melibatkan api. Namun, tidak baik untuk mengatapi rumah, melakukan upacara melaspas, atau bercocok tanam.
- Istri Payasan (Alahing dewasa 2): Mengandung unsur keindahan. Hari ini baik untuk melakukan melaspas dan kegiatan bercocok tanam.
- Panca Prawani (Alahing dewasa 2): Tidak disarankan untuk dijadikan sebagai dewasa ayu atau hari baik untuk memulai kegiatan penting.
- Tunut Masih (Alahing dewasa 3): Baik untuk melas rare (upacara untuk bayi yang masih menyusu), memulai proses mengajar atau melatih hewan ternak, membentuk perkumpulan atau organisasi, serta memulai membuka sekolah atau perguruan. Juga baik untuk kegiatan nelusuk (mencocok hidung sapi atau kerbau) untuk diisi tali pengikat.
- Uncal Balung (Alahing dewasa 3): Tidak baik untuk melakukan semua jenis pekerjaan yang dianggap penting atau memiliki prioritas tinggi.
Selain itu, Pararasan untuk hari ini adalah Aras Kembang, Pancasuda adalah Satria Wirang, Ekajalaresi adalah Kinasihan Amerta, dan Pratiti adalah Awidya. Informasi ini menjadi panduan bagi masyarakat Hindu Bali dalam menjalankan aktivitas sehari-hari yang berkaitan dengan tradisi dan kepercayaan.
Secara keseluruhan, hari ini memiliki campuran antara hari yang baik dan tidak baik untuk berbagai kegiatan. Masyarakat dianjurkan untuk lebih selektif dalam memilih waktu, terutama untuk urusan yang bersifat sakral seperti pernikahan dan upacara ngaben, mengingat ada beberapa kategori yang secara khusus melarangnya.
Komentar
Memuat komentar...
Terkait
Kapolri Duduk Bareng Pecalang dan Ojol di Bali
Sensatia Raih Sertifikasi Bebas Kekejaman dari Cruelty Free International
Kampung Gelgel Klungkung tak punya calon kades
Bangkai Paus di Pantai Perancak Kembali Muncul
Ledakan Tabung Gas Hanguskan Warung Bakso, Tiga Luka Bakar
Klungkung Kekurangan 8.300 PJU, Nusa Penida Paling Parah
Berita Terbaru
Bahlil Bantah Pemadaman Listrik Terkait Pasokan Batu Bara
Harga Minyak US$100 Per Barel, Masyarakat Berbondong Beralih ke BBM Subsidi
Bahlil Buka Suara soal Badan Usaha Khusus Migas Baru
Bahlil soal Impor Migas: Cari Pemasok Termurah
Pemerintah Dorong Program B50 Berhasil, Kini Siap Kembangkan E50
Presiden Kirim Surat ke DPR untuk Bahas RUU Migas
Pemerintah Hidupkan 45.000 Sumur Rakyat dan Sumur Tua
Proyek Sampah Jadi Listrik Bogor Raya 1 Mulai Dibangun
Pertamina Percepat Produksi Migas Demi Target 1 Juta Barel
Pertamina EP Buka Suara soal Kasus BUMD Bekasi
