32 KK Longsor Cisarua Masih Kontrakan, Bantu Sewa Rp172,8 Jt

Sari D. · 2 min baca · Baru saja · 1 dibaca
Bisik.id
32 KK Longsor Cisarua Masih Kontrakan, Bantu Sewa Rp172,8 Jt

Gambar atau konten salah?

Sudah lima bulan sejak longsor menghancurkan permukiman di Desa Pasirlangu, Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bandung Barat. Puluhan keluarga yang kehilangan rumah masih bertahan di kontrakan, menunggu kepastian relokasi dan pembangunan hunian tetap.

Sejumlah 32 kepala keluarga (KK) penyintas longsor yang menabrak tiga kampung pada akhir Januari 2026 belum dapat kembali ke rumah sendiri. Kehidupan sehari‑hari mereka kini berlangsung di rumah sewaan yang tersebar di sekitar wilayah tersebut.

Contohnya adalah Sinta Lupiani. Setelah rumahnya terbalut tanah akibat longsor, ia bersama suami dan anak‑anaknya terpaksa tinggal di rumah kontrakan milik kerabat. Di tengah ketidakpastian, Sinta mengaku masih menunggu kabar mengenai relokasi yang dijanjikan pemerintah. “Belum ada kabar kemana‑kemananya, kalau bisa ya enggak terlalu jauh dari sini. Sekarang kan masih tinggal di kontrakan, sudah lima bulan. Kontrakannya punya saudara, jadi bayarnya juga seikhlasnya,” kata Sinta, Kamis, 18 Juni 2026.

Lima bulan hidup di pengungsian mandiri bukan perkara mudah. Selain kehilangan tempat tinggal, kondisi ekonomi keluarga juga belum sepenuhnya pulih. Suaminya yang sebelumnya bekerja sebagai petani bunga kini hanya mengandalkan pekerjaan serabutan untuk memenuhi kebutuhan sehari‑hari.

Di tengah kondisi ekonomi yang belum membaik, Sinta dan penyintas lainnya menerima tambahan bantuan uang untuk mengontrak rumah selama hunian tetap yang dijanjikan pemerintah belum terbangun. “Sangat terbantu pastinya, apalagi kan sekarang buat kebutuhan sehari‑hari itu suami kerja serabutan. Sebelumnya tani bunga, sekarang belum bisa. Jadi ini buat bekal beberapa bulan ke depan,” ujar Sinta.

Nasi serupa juga dialami puluhan penyintas lainnya. Selama hunian tetap belum tersedia, mereka masih harus mengandalkan rumah kontrakan sebagai tempat berlindung sekaligus memulai kembali kehidupan setelah bencana.

Pemerintah Kabupaten Bandung Barat menyalurkan bantuan uang sewa rumah bagi 32 KK terdampak. Bantuan tersebut diberikan untuk membantu biaya kontrakan selama sembilan bulan ke depan. Total anggaran yang disiapkan pemerintah daerah untuk bantuan sewa rumah tersebut mencapai Rp172,8 juta.

Bupati Bandung Barat, Jeje Ritchie Ismail, saat memberikan tambahan bantuan uang kontrak rumah ke penyintas longsor Cisarua, berkata: “Kita hari ini ke Desa Pasirlangu lagi untuk melihat kondisi terkini dan memberikan tambahan uang sewa rumah untuk warga terdampak, sekitar 32 KK. Jadi mereka masih harus mengontrak.”

Menurut Jeje, bantuan tersebut menjadi solusi sementara sebelum pemerintah memutuskan langkah teknis terkait relokasi dan pembangunan hunian tetap bagi para korban longsor. “Sementara kita bantu dengan tambahan uang sewa ini dulu, sembari kita menunggu keputusan teknis terkait rencana relokasi dan pembangunan hunian tetap,” ujarnya.

Penggunaan rumah kontrakan tetap menjadi pilihan utama bagi keluarga yang belum memiliki hunian tetap. Meskipun bantuan uang sewa membantu, banyak yang masih merasa ragu mengenai masa depan mereka. Keluarga seperti Sinta harus menyesuaikan diri dengan kondisi ekonomi yang tidak stabil, sementara pemerintah menunggu proses teknis untuk relokasi.

Situasi ini menyoroti betapa pentingnya koordinasi cepat antara pemerintah dan warga. Tanpa keputusan teknis yang jelas, keluarga korban tetap berada dalam ketidakpastian, mengandalkan kontrakan sementara dan bantuan sementara. Keterlambatan dalam pembangunan hunian tetap dapat memperpanjang ketidakpastian dan menambah beban ekonomi bagi keluarga yang sudah kehilangan rumah mereka.

longsorPasirlangurelokasikontrakanbantuan sewa rumahBandung BaratKK 32pembangunan hunian tetap

Komentar

Memuat komentar...