Dua Bocah Korban Jambret Kalung di Klaten
Gambar atau konten salah?
Sebuah aksi penjambretan terjadi di Jalan Ketandan, Kecamatan Klaten Utara, Klaten. Dua anak perempuan menjadi korban. Kalung yang mereka kenakan diambil paksa oleh pelaku.
Pelaku menggunakan modus bertanya alamat. Kejadian ini viral setelah diunggah di akun Facebook Info Cegatan Klaten. Dalam unggahan tersebut, pelaku digambarkan sebagai spesialis penjambret kalung anak-anak. Ia mengenakan helm gelap dan celana pendek. Dalam video yang beredar, terlihat pelaku yang awalnya melaju dengan sepeda motor tiba-tiba berbalik arah dan mendatangi dua bocah perempuan.
Seorang warga bernama Ardi mengaku sebagai paman dari kedua korban. Ia menceritakan kronologi kejadian pada Senin, 06 Juli 2026. "Itu keponakan saya. Awalnya anak-anak itu bermain lima orang," ujarnya.
Menurut Ardi, anak-anak itu kemudian berjalan menuju masjid. Di situlah pelaku menghentikan mereka dengan pura-pura menanyakan alamat. "Seperti sudah diincar dari keluar rumah, saat jalan ingin ke arah masjid lalu pelaku modus tanya alamat. Langsung pelaku mengambil paksa kalung ponakan yang kecil," lanjut Ardi.
Kakak korban yang melihat kejadian itu berteriak. Namun, pelaku membekap mulutnya dan mengambil kalungnya juga. Keduanya kemudian berlari ke arah kampung sambil berteriak minta tolong. "Setelah lari ke arah tengah kampung teriak minta tolong dikejar warga yang sedang sambatan tapi tidak terkejar," sebut Ardi.
Ardi menambahkan bahwa orang tua korban sudah dimintai keterangan oleh polisi. Kapolsek Klaten Utara, AKP Edy Prasetyo, membenarkan adanya informasi kejadian tersebut. Pihaknya saat ini masih melakukan penyelidikan. "Sedang kita lidik," jelasnya.
Peristiwa ini menjadi pengingat bahwa aksi kejahatan jalanan bisa menyasar siapa saja, termasuk anak-anak. Modus pelaku yang berpura-pura bertanya alamat menunjukkan pentingnya kewaspadaan, terutama bagi anak-anak yang bermain atau berjalan di luar rumah tanpa pengawasan orang dewasa.
Komentar
Memuat komentar...
Terkait
Berita Terbaru
Bahlil Bantah Pemadaman Listrik Terkait Pasokan Batu Bara
Harga Minyak US$100 Per Barel, Masyarakat Berbondong Beralih ke BBM Subsidi
Bahlil Buka Suara soal Badan Usaha Khusus Migas Baru
Bahlil soal Impor Migas: Cari Pemasok Termurah
Pemerintah Dorong Program B50 Berhasil, Kini Siap Kembangkan E50
Presiden Kirim Surat ke DPR untuk Bahas RUU Migas
Pemerintah Hidupkan 45.000 Sumur Rakyat dan Sumur Tua
Proyek Sampah Jadi Listrik Bogor Raya 1 Mulai Dibangun
Pertamina Percepat Produksi Migas Demi Target 1 Juta Barel
Pertamina EP Buka Suara soal Kasus BUMD Bekasi
