470 Personel TNI-Polri Amankan Pengesahan PSHT di Magetan
Gambar atau konten salah?
Sebanyak 470 personel gabungan dari TNI dan Polri dikerahkan untuk mengamankan acara pengesahan anggota baru Persaudaraan Setia Hati Terate (PSHT) di Magetan. Pengamanan ini mencakup seluruh rangkaian kegiatan, mulai dari pengawalan saat pesilat berangkat hingga kembali ke tempat masing-masing. Titik rawan gesekan menjadi perhatian utama.
"Ada 470 personel kami siagakan mulai pagi hingga malam ini, bahkan dini hari nanti, dalam acara pengesahan warga baru pesilat PSHT," kata Kapolres Magetan AKBP Raden Erik Bangun Prakasa pada Selasa, 07 Juli 2026.
Erik menjelaskan bahwa pengesahan ratusan anggota baru PSHT di Magetan berlangsung di tiga lokasi berbeda. Ketiga titik tersebut adalah Padepokan PSHT Cabang Magetan, Gedung Bima Sakti di Kecamatan Plaosan, dan Padepokan PSHT Ranting Kecamatan Bendo. Personel keamanan memantau pergerakan para pesilat dari dan menuju ketiga lokasi itu.
"Tiga titik lokasi kami pantau para pesilat mulai keberangkatan dan kepulangan mereka nanti," jelas Erik.
Ia juga menyampaikan imbauan kepada seluruh keluarga besar PSHT. "Kami mengimbau kepada seluruh keluarga besar PSHT agar bersama-sama menjaga kondusivitas Kabupaten Magetan. Hindari konvoi yang berlebihan, tidak menggunakan knalpot brong, tidak melakukan aksi yang berpotensi memancing gesekan maupun provokasi antarperguruan pencak silat, serta selalu mematuhi arahan petugas di lapangan. Dengan kebersamaan dan kedewasaan seluruh pihak, kita dapat mewujudkan Magetan yang aman, damai, dan harmonis," imbuh Erik.
Menurut Erik, kegiatan pengesahan warga baru PSHT malam itu merupakan yang ketiga kalinya. Pihak keamanan menyiagakan personel di titik-titik strategis, jalur yang dilalui rombongan pesilat, hingga persimpangan jalan. Langkah ini diambil untuk mengantisipasi potensi gesekan antar pesilat maupun kemacetan lalu lintas.
"Kita antisipasi gangguan kamtibmas maupun kemacetan lalu lintas kita sebar sekua personel di titik-titik jalur yang dilalui rombongan pesilat. Kita himbau para pesilat untuk tidak terpancing provokator yang berbuat onar," tandas Erik.
Pengamanan besar-besaran ini menunjukkan bahwa kegiatan perguruan silat tetap memerlukan koordinasi ketat dengan aparat. Imbauan untuk menghindari konvoi dan knalpot brong menjadi pengingat bahwa potensi gangguan keamanan selalu ada, terutama saat perkumpulan massa dalam jumlah besar.
Komentar
Memuat komentar...
Terkait
Argentina vs Mesir di 16 Besar Piala Dunia
MPLS 2026 Fokus pada 7 Kebiasaan & Keadaban Digital
Persebaya Datangkan Yuran, Perpanjang Catur, Pinjamkan Gali
Pengontrak Bantah Minta Rp60 Juta, Konflik Rumah Surabaya Makin Panas
Argentina vs Mesir di 16 Besar Piala Dunia
Enam Tim Pasti, Dua Tiket Sisa Perempat Final Piala Dunia
Berita Terbaru
470 Personel TNI-Polri Amankan Pengesahan PSHT di Magetan
IRRA 2026 Targetkan 100 Peserta, Jarak Tempuh Capai 550 Km
Bruno Fernandes Sesali Langkah Portugal Terhenti
PSSI Longgarkan Larangan Suporter Away
Surat Dinas Menteri PU Bocor, Istri dan Anak Ikut Tercantum
PNM Raih Penghargaan Pembiayaan Syariah Capai 73%
139 Hektare Lahan Terbakar, 8 Kabupaten di Jambi Siaga Karhutla
