63.789 Pekerja RI Kena PHK Hingga September 2026
Gambar atau konten salah?
Sebanyak 63.789 pekerja di Indonesia kehilangan pekerjaan mereka antara Januari hingga September 2026. Angka ini tercatat dalam sistem Jaminan Kehilangan Pekerjaan (JKP) yang dikelola Kementerian Ketenagakerjaan.
Data tersebut dirilis pada Minggu, 11 Oktober 2026. Angkanya berasal dari laporan langsung para pekerja yang mengajukan klaim PHK melalui sistem JKP.
"Pada periode Januari s.d. September 2026 terdapat 63.789 orang tenaga kerja yang melaporkan terkena PHK (Pemutusan Hubungan Kerja) pada sistem Jaminan Kehilangan Pekerjaan (JKP)," bunyi keterangan dari kementerian tersebut.
Jawa Barat menjadi provinsi dengan jumlah pekerja yang terkena PHK terbanyak. Sekitar 20,45 persen dari total pekerja yang melaporkan PHK berasal dari provinsi ini.
"Tenaga kerja terkena PHK paling banyak menurut provinsi domisili tenaga kerjanya pada periode ini terdapat di Provinsi Jawa Barat yaitu sekitar 20,45 persen," demikian bunyi keterangan itu lebih lanjut.
Kementerian Ketenagakerjaan memberikan catatan penting. Data ini masih bisa berubah. Kenapa? Karena pekerja yang di-PHK punya waktu hingga enam bulan sejak tanggal PHK untuk mengajukan klaim. Artinya, data dalam enam bulan terakhir masih bersifat dinamis.
"Oleh karena itu, angka antar periode publikasi tidak dapat dibandingkan secara langsung. Untuk melihat perkembangan data yang paling akurat, disarankan untuk merujuk pada rilis publikasi terakhir yang telah menyajikan pembaruan data secara rinci per bulan," tutup keterangan tersebut.
Angka 63.789 ini hanya mencakup pekerja yang melapor ke sistem JKP. Belum tentu mencakup semua PHK yang terjadi. Bisa jadi jumlah sebenarnya lebih besar. Data ini juga tidak bisa dibandingkan langsung dengan periode sebelumnya karena sifatnya yang terus diperbarui. Jawa Barat sebagai pusat industri memang rentan terhadap fluktuasi tenaga kerja. Namun tanpa data perbandingan, sulit menilai apakah angka ini tergolong tinggi atau rendah.
Komentar
Memuat komentar...
Terkait
Harga Minyak Dunia Melonjak 4% Akibat Konflik dan Badai
Target PLTS 100 GWp Terkendala Jaringan dan Pendanaan
Minyak Dunia Tembus US$ 105, Berdampak ke APBN
AS Cabut Sementara Sanksi BBM Rusia, Harga Solar Langsung Turun
Pertamina Ajak Anak Pesisir Belajar Alam dan Ekonomi
OSCT Indonesia Kerahkan 200 Personel dan 40.000 Meter Oil Boom untuk Marpolex 2026
Berita Terbaru
Harga Minyak Dunia Melonjak 4% Akibat Konflik dan Badai
Target PLTS 100 GWp Terkendala Jaringan dan Pendanaan
Minyak Dunia Tembus US$ 105, Berdampak ke APBN
AS Cabut Sementara Sanksi BBM Rusia, Harga Solar Langsung Turun
Pertamina Ajak Anak Pesisir Belajar Alam dan Ekonomi
OSCT Indonesia Kerahkan 200 Personel dan 40.000 Meter Oil Boom untuk Marpolex 2026
Trump Minta Zelenskiy Mundur, Sebut Ganggu Pasokan Diesel
Kerajinan Lombok Resmi Jadi Cinderamata MotoGP 2026
Pertamina EP Rantau Bor 5 Sumur Baru Usai Banjir
Danantara Siapkan Rp17 Triliun untuk Redam Krisis Pasar Saham
