AS Cabut Sementara Sanksi BBM Rusia, Harga Solar Langsung Turun
Gambar atau konten salah?
Pemerintah Amerika Serikat akhirnya mengambil langkah mencabut sementara sanksi terhadap bahan bakar minyak asal Rusia. Keputusan ini diambil untuk meredakan lonjakan harga yang semakin tidak terkendali. Presiden AS Donald Trump menyatakan bahwa Moskow telah setuju untuk menambah pasokan solar ke pasar global.
Sanksi terhadap BBM Rusia sebelumnya diberlakukan karena konflik yang berkepanjangan dengan Ukraina. Kebijakan pencabutan sementara ini muncul ketika harga solar yang digunakan untuk sektor pertanian, transportasi barang, dan pemanas rumah hampir menyentuh rekor tertinggi sepanjang sejarah.
Menurut laporan yang dikutip, harga solar langsung turun setelah pengumuman tersebut dibuat. Namun para analis meragukan apakah kesepakatan ini cukup untuk menjaga harga tetap rendah dalam jangka panjang. Mereka menilai masih ada faktor-faktor lain yang bisa mempengaruhi stabilitas harga.
Trump mengklaim telah melakukan pembicaraan yang sangat produktif dengan Presiden Rusia Vladimir Putin. Dalam perundingan tersebut, Rusia sepakat untuk segera mengirimkan lebih dari 300.000 metrik ton solar ke pasar AS dan global. Jumlah itu setara dengan sekitar 2,25 juta barel bahan bakar.
Sebagai gambaran, Amerika Serikat sendiri mengekspor sekitar 1,5 juta barel solar setiap harinya. Setelah pembicaraan itu, utusan Putin yang bernama Kirill Dmitriev memuji kerja sama antara kedua negara melalui unggahan di platform media sosial X.
Sumber yang mengetahui masalah ini mengatakan bahwa Dmitriev sebelumnya sudah meminta pejabat AS untuk memberikan izin ekspor solar ke pasar Amerika bagi seluruh perusahaan minyak besar Rusia. Permintaan itu disampaikan saat kunjungannya ke Washington pada bulan lalu.
Pada Oktober 2025, Amerika Serikat memang menjatuhkan sanksi terhadap perusahaan minyak Rusia terkait perang di Ukraina yang sudah berlangsung sejak 2022. Ekspor solar ini berpotensi memberikan pendapatan miliaran dolar kepada Rusia, yang bisa digunakan Putin untuk melanjutkan perang.
Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskiy mengkritik keras kesepakatan ini. Ia menyebutnya sebagai keputusan lemah dari negara-negara mitra yang seharusnya kuat. Kritik itu disampaikan ketika delegasi Ukraina sedang berada di AS untuk membahas upaya penyelesaian perang.
"Hadiah untuk Putin tidak akan membawa perdamaian atau manfaat apa pun bagi dunia yang beradab. Rusia akan 'membalas' solar tersebut dengan lebih banyak teror dan pengkhianatan," tulis Zelenskiy melalui akun X miliknya.
Sementara itu, Departemen Keuangan AS sudah menerbitkan izin yang memungkinkan impor solar Rusia hingga 7 April mendatang. Trump mengatakan Rusia akan memasok tambahan 500.000 ton solar pada November dan 1 juta ton berikutnya segera setelah itu.
Menurut Trump, pasokan tambahan masih memungkinkan setelah pengiriman tersebut. Semua tergantung pada kondisi kilang solar Rusia yang mengalami kerusakan akibat serangan Ukraina.
Kesepakatan ini menunjukkan bagaimana kebijakan energi bisa berbenturan dengan kepentingan geopolitik. Di satu sisi, menekan harga BBM menjadi prioritas domestik AS. Di sisi lain, langkah ini justru bisa memperkuat posisi Rusia yang sedang berperang dengan Ukraina.
Komentar
Memuat komentar...
Terkait
Harga Minyak Dunia Melonjak 4% Akibat Konflik dan Badai
Target PLTS 100 GWp Terkendala Jaringan dan Pendanaan
Minyak Dunia Tembus US$ 105, Berdampak ke APBN
Pertamina Ajak Anak Pesisir Belajar Alam dan Ekonomi
OSCT Indonesia Kerahkan 200 Personel dan 40.000 Meter Oil Boom untuk Marpolex 2026
Trump Minta Zelenskiy Mundur, Sebut Ganggu Pasokan Diesel
Berita Terbaru
Harga Minyak Dunia Melonjak 4% Akibat Konflik dan Badai
Target PLTS 100 GWp Terkendala Jaringan dan Pendanaan
Minyak Dunia Tembus US$ 105, Berdampak ke APBN
AS Cabut Sementara Sanksi BBM Rusia, Harga Solar Langsung Turun
Pertamina Ajak Anak Pesisir Belajar Alam dan Ekonomi
OSCT Indonesia Kerahkan 200 Personel dan 40.000 Meter Oil Boom untuk Marpolex 2026
Trump Minta Zelenskiy Mundur, Sebut Ganggu Pasokan Diesel
Kerajinan Lombok Resmi Jadi Cinderamata MotoGP 2026
Pertamina EP Rantau Bor 5 Sumur Baru Usai Banjir
Danantara Siapkan Rp17 Triliun untuk Redam Krisis Pasar Saham
