Kerajinan Lombok Resmi Jadi Cinderamata MotoGP 2026

Andi B. · 3 min baca · 1 jam lalu · 26 dibaca
Bisik.id
Kerajinan Lombok Resmi Jadi Cinderamata MotoGP 2026

Gambar atau konten salah?

Pertamina, melalui anak usahanya PT Pertamina Patra Niaga, menghadirkan produk-produk kerajinan unggulan dari Lombok sebagai barang dagangan resmi. Barang-barang ini bisa dibeli oleh pengunjung di booth MyPertamina selama ajang Pertamina Grand Prix of Indonesia 2026, yang berlangsung di Pertamina Mandalika International Circuit, Lombok, Nusa Tenggara Barat.

Kitty Andhora, VP Corporate Communication PT Pertamina Patra Niaga, menjelaskan bahwa Pertamina Grand Prix of Indonesia bukan sekadar ajang olahraga internasional. Acara ini juga menjadi peluang untuk memperkenalkan potensi ekonomi kreatif daerah ke seluruh dunia. Kehadiran produk-produk Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di tengah gelaran balap motor ini adalah bagian dari komitmen Pertamina. Tujuannya jelas: mendorong pertumbuhan ekonomi lokal. Caranya melalui promosi produk, perluasan akses pemasaran, dan pengenalan karya perajin daerah ke konsumen yang lebih luas, termasuk pengunjung dari berbagai daerah dan luar negeri.

"Melalui Pertamina Grand Prix of Indonesia 2026, kami ingin menghadirkan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat, termasuk para pelaku UMKM lokal," kata Kitty dalam pernyataan resminya pada Minggu, 11 Oktober 2026. "Produk kerajinan yang dipasarkan sebagai official merchandise di booth MyPertamina menjadi salah satu cara untuk mempertemukan karya perajin Lombok dengan pengunjung ajang internasional. Kami berharap kesempatan ini dapat memperluas pengenalan produk, membuka peluang pasar, dan mendorong pertumbuhan usaha UMKM."

Salah satu UMKM yang ikut serta adalah Loyok Kreatif. Ini adalah usaha kerajinan anyaman bambu yang dirintis oleh Agus Hartadi. Usaha ini berasal dari Desa Loyok, Kecamatan Sikur, Kabupaten Lombok Timur. Kelompok ini dibentuk pada tahun 2017. Mereka mengembangkan keterampilan menganyam yang diwariskan secara turun-temurun. Keterampilan itu diubah menjadi berbagai produk yang punya nilai ekonomi, seperti tas dan kerajinan dari bambu, rotan, dan material lainnya.

Loyok Kreatif memadukan keterampilan tradisional dengan pengembangan desain yang mengikuti permintaan pasar. Dengan ikut serta dalam Pertamina Grand Prix of Indonesia 2026, produk kerajinan mereka mendapat kesempatan untuk dikenal pengunjung melalui booth MyPertamina. Ini sekaligus menunjukkan kekayaan kreativitas dan identitas budaya masyarakat Lombok.

Kisah Loyok Kreatif juga membawa nilai pemberdayaan sosial. Agus Hartadi adalah seorang pelaku UMKM penyandang disabilitas. Ia membuktikan bahwa keterbatasan fisik bukanlah penghalang untuk berkarya, membangun usaha, dan memberi manfaat bagi masyarakat. Melalui kelompok yang ia bangun, kegiatan kerajinan menjadi ruang produktif. Ruang itu dipakai untuk mempertahankan keterampilan lokal sekaligus membuka peluang ekonomi bagi masyarakat sekitar.

Selain Loyok Kreatif, Pertamina juga menghadirkan D'Etnick Istana Mutiara Lombok. Usaha ini milik Janual Aidi. Ia mengembangkan produk aksesori dan perhiasan berbahan mutiara. Produk-produknya menampilkan karakter khas Lombok melalui perpaduan material, keterampilan perajin, dan desain yang beragam.

Janual Aidi, pemilik D'Etnick Istana Mutiara Lombok, mengatakan bahwa keikutsertaannya dalam Pertamina Grand Prix of Indonesia 2026 menjadi kesempatan untuk memperkenalkan mutiara Lombok kepada konsumen lokal dan mancanegara. Selain memperluas pengenalan produk, kegiatan ini juga membuka peluang untuk membangun basis calon pelanggan sebagai bagian dari pengembangan pemasaran usahanya.

"Event ini sangat penting bagi kami karena tidak hanya mendatangkan customer pada hari pelaksanaan, tetapi juga memberikan database berupa kontak dan asal negara pengunjung yang dapat kami manfaatkan untuk menentukan target pasar," ujar Janual. "Kami juga berterima kasih kepada Pertamina Patra Niaga karena telah memberikan ruang bagi produk mutiara Lombok untuk dikenal lebih luas."

Kehadiran kedua UMKM ini menunjukkan keragaman potensi ekonomi kreatif Lombok. Mulai dari kerajinan anyaman bambu hingga aksesori mutiara. Pemasaran produk melalui booth MyPertamina dalam Pertamina Grand Prix of Indonesia 2026 diharapkan bisa memperluas jangkauan konsumen, membuka peluang pasar baru, dan meningkatkan daya saing produk lokal.

Kitty menambahkan, pemberdayaan UMKM perlu dilakukan secara berkelanjutan. Tidak hanya melalui pembinaan, tetapi juga dengan menghadirkan peluang pemasaran yang konkret. "Partisipasi UMKM dalam Pertamina Grand Prix of Indonesia merupakan bentuk dukungan agar pelaku usaha lokal memiliki kesempatan untuk tumbuh, memperkenalkan produknya, dan menjangkau konsumen baru," tambah Kitty. "Kami berharap ajang ini memberikan nilai tambah bagi UMKM sekaligus memperkuat keterhubungan antara penyelenggaraan event internasional dan pertumbuhan ekonomi masyarakat setempat."

Pertamina Patra Niaga terus mendorong pemberdayaan UMKM melalui program pembinaan dan perluasan akses pasar. Melalui partisipasi UMKM dalam Pertamina Grand Prix of Indonesia 2026, perusahaan berharap potensi lokal Lombok semakin dikenal. Karya perajin memperoleh ruang promosi yang lebih luas. Manfaat ekonomi dari penyelenggaraan ajang internasional pun bisa dirasakan oleh masyarakat.

Secara keseluruhan, inisiatif ini menunjukkan bagaimana sebuah ajang olahraga internasional bisa menjadi kendaraan untuk mempromosikan produk lokal. Pertamina tidak hanya menjadi sponsor, tetapi juga memanfaatkan acara tersebut untuk memberikan dampak ekonomi langsung kepada perajin dan pengusaha kecil di Lombok. Keberadaan UMKM seperti Loyok Kreatif dan D'Etnick Istana Mutiara Lombok di booth MyPertamina membuktikan bahwa event besar bisa menjadi etalase bagi kerajinan tangan dan budaya daerah, sekaligus membuka akses ke pasar yang lebih luas, termasuk wisatawan asing yang datang ke Sirkuit Mandalika.

UMKM LombokPertamina Grand PrixKerajinan AnyamanMutiara LombokPemberdayaan DisabilitasEkonomi KreatifMyPertamina

Komentar

Memuat komentar...