AHY Tinjau SPAM dan IPAL di Akmil Magelang

Bima J. · 4 min baca · Baru saja · 1 dibaca
Bisik.id
AHY Tinjau SPAM dan IPAL di Akmil Magelang

Gambar atau konten salah?

Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY), melakukan kunjungan langsung ke Akademi Militer (Akmil) Magelang. Ia meninjau dua proyek penting: instalasi pengolahan air limbah (IPAL) dan sistem penyediaan air minum (SPAM). Yang menarik, air dari SPAM diolah dengan mesin sehingga bisa langsung diminum tanpa dimasak terlebih dahulu.

Dalam kunjungan pada Sabtu, 11 Juli 2026, AHY mendapat penjelasan dari Kepala Balai Penataan Bangunan, Prasarana dan Kawasan Jawa Tengah, Nanda Lasro Elisabet Sirait. Lokasi kedua bangunan ini berada di dalam kompleks Akmil Magelang. Untuk pengolahan air minum, proyeknya sudah rampung. Sementara pembangunan IPAL masih berjalan dan ditargetkan selesai pada akhir tahun.

"Saya ingin melihat secara langsung progres pengerjaan proyek infrastruktur terkait dengan air. Yang pertama, SPAM. Yang kedua, IPAL," kata AHY kepada wartawan di kompleks Akmil Magelang.

Ia menjelaskan bahwa tempat ini menjadi pusat pengelolaan air minum untuk seluruh penghuni akademi, terutama para taruna dan taruni. "Yang tentunya membutuhkan kecukupan air minum yang bersih, yang sehat," sambung AHY.

Proses pengolahan air di SPAM ini cukup modern. Ada sistem ultraviolet yang digunakan untuk membunuh bakteri. Setelah itu, air dialirkan ke barak-barak, paviliun, dan flat. Air ini bisa langsung dikonsumsi tanpa perlu direbus.

"Dan artinya air-air tersebut bisa dialirkan ke barak-barak, paviliun, flat sehingga langsung dikonsumsi oleh para taruna. Karena kegiatan atau aktivitas fisik yang berat di Akademi Militer maka tidak boleh kekurangan cairan. Kekurangan air minum bisa mengakibatkan dehidrasi dan berakibat fatal, oleh karena itu ini adalah instalasi yang penting sekali untuk memastikan sekali lagi para taruna kita bisa tercukupi kebutuhannya termasuk warga yang lainnya," tambah putra Presiden ke-6 Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) tersebut.

Selain SPAM, AHY juga meninjau proyek IPAL. Ia menyebut instalasi ini berfungsi mengolah air limbah. "Tadi dipetakan juga ada beberapa lokasi yang sudah diidentifikasi untuk memastikan tidak lagi ada air limbah terperangkap di suatu lokasi, kemudian menyebabkan aroma yang tidak sedap, yang baunya sangat keras. Termasuk tentunya tidak sehat buat para penghuni Akademi Militer, para taruna," ujar AHY.

Proyek IPAL ini masih dalam tahap perbaikan sistem. Anggaran yang disiapkan mencapai Rp 11,4 miliar. "Ini sedang diperbaiki sistemnya, sedang disiapkan dan ini membutuhkan waktu mudah-mudahan Desember, akhir tahun bisa selesai. Anggaran yang disiapkan sekitar Rp 11,4 miliar. Mudah-mudahan kalau itu sudah selesai, sekali lagi semakin membuat kampus Akademi Militer ini sehat dan nyaman untuk semuanya," tegas AHY.

AHY berharap anggaran bisa ditambah lagi. Alasannya, jumlah taruna terus bertambah setiap tahunnya.

Sementara itu, Kepala Balai Penataan Bangunan, Prasarana dan Kawasan Jawa Tengah, Nanda Lasro Elisabet Sirait, menjelaskan sumber airnya. Air berasal dari mata air yang kemudian dialirkan ke PDAM. Dari PDAM, air masuk ke Akmil. "Di sini diolah jadi air minum langsung (diminum). Debitnya dua setengah liter per detik. Saat bisa (digunakan) 2.500," ujarnya.

Selain meninjau infrastruktur, AHY juga memberikan ceramah pembekalan kepada para taruna. Dalam kesempatan itu, ia menyampaikan bahwa transformasi adalah perjalanan tanpa akhir. Setiap orang punya andil dan rencana, tapi yang menentukan adalah Tuhan YME.

"Biasanya kita punya sesuatu yang ingin kita capai. Ketika kita tidak bisa mencapai, kita kecewa atau sedih. Tapi, di sisi Tuhan paling tahu rencana terbaik untuk kita, setuju para taruna," kata AHY.

Ia mengingatkan bahwa transformasi dimulai dari Lembah Tidar. Tempat itu, menurut AHY, melahirkan kesatria-kesatria melalui tempaan keras dari para senior dan pelatih. "Di sinilah kita ditempa untuk memiliki tiga fundamental, bukan hanya pendidikan, tapi juga dalam kehidupan, Tri Sakti Wiratama. Sering kita menyebutkan tanggap, tanggor, trengginas. Tapi, inilah memang yang dibutuhkan untuk kita bisa sukses," imbuhnya.

Khusus untuk taruna tingkat III yang sebentar lagi dilantik menjadi perwira oleh Presiden Prabowo Subianto, AHY mengaku bangga. Ia melihat generasi penerus memiliki optimisme dan keunggulan. "Di Akademi Militer inilah sebagai kawah candradimuka mereka semua dibekali dengan berbagai aspek kepemimpinan. Cerdas secara intelektual, memiliki karakter yang juga kokoh, serta kesiapan fisik yang prima untuk menjalan tugas-tugas setelah mereka dilantik dan memimpin di satuan angkatan darat," ujar AHY kepada wartawan.

Ia juga menyampaikan pesan sebagai seorang kakak dan senior yang pernah mengikuti pendidikan di Lembah Tidar. "Tentu saya juga menyampaikan sejumlah pesan sebagai seorang kakak, seorang senior yang pernah juga mengikuti pendidikan di Lembah Tidar ini. Tapi, kemudian saya juga mencoba untuk membuka wawasan spektrum yang luas tentang tren global apa yang terjadi di dunia saat ini," ujarnya.

AHY menekankan bahwa seorang perwira tidak hanya harus menguasai keterampilan militer. Mereka juga perlu memahami dinamika global, termasuk geopolitik, dampak ekonomi, dan berbagai masalah di bidang infrastruktur. "Di mana saya saat ini juga mengemban amanah di portofolio Kemenko Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan. Saya ajak para taruna untuk juga memiliki urgensi untuk memahami masalah. Sekaligus juga menyiapkan diri sebaik mungkin agar bisa sukses dalam kariernya, dalam jalur profesi militer, tapi juga dalam membantu masyarakat yang ada di sekitarnya," pungkasnya.

Kunjungan AHY ke Akmil Magelang ini menyoroti dua hal. Pertama, upaya pemerintah memastikan infrastruktur dasar seperti air bersih dan sanitasi layak di lingkungan pendidikan militer. Kedua, pentingnya pembekalan kepemimpinan bagi calon perwira yang akan menghadapi tantangan global. Proyek IPAL senilai Rp 11,4 miliar yang ditargetkan selesai Desember 2026 menjadi salah satu indikator keseriusan ini, mengingat aktivitas fisik berat taruna membutuhkan dukungan air minum yang cukup dan lingkungan yang sehat.

AHYAkmil MagelangIPALSPAMair minuminfrastrukturtaruna

Komentar

Memuat komentar...