Alkid Yogyakarta: Tradisi Beringin dan Kuliner Terjangkau

Ika P. · 2 min baca · 3 bulan lalu · 104 dibaca
Bisik.id
Alkid Yogyakarta: Tradisi Beringin dan Kuliner Terjangkau

Gambar atau konten salah?

Yogyakarta memang layak disebut kota wisata. Di kota ini, sumber kekayaan alam bersatu dengan keistimewaan kuliner. Wisatawan sering datang bukan hanya untuk berlibur, tapi juga untuk mencicipi makanan khas. Setiap kunjungan terasa tak pernah bosan, seolah Yogyakarta memang dirancang sebagai tempat yang selalu dirindukan.

Sebagai pusat pemerintahan dan perekonomian, Yogyakarta tetap mempertahankan konsep tradisional dan budaya Jawa. Hal ini menjadi daya tarik utama bagi pengunjung yang ingin merasakan nuansa sejarah dan kebudayaan yang masih hidup.

Alkid, atau Alun-alun kidul Yogyakarta yang terletak di Patehan, kecamatan keraton Yogyakarta, adalah salah satu tempat wisata rakyat yang selalu ramai. Lokasi ini berada di halaman belakang keraton, berjarak sekitar 6-10 menit berkendara dari Kawasan titik nol kilometer, sehingga mudah diakses.

Setiap hari, geliat wisata di Alkid tampak tidak pernah berhenti. Alternatif wisata yang ditawarkan tidak memerlukan biaya besar, melainkan sederhana namun terjangkau. Selain menikmati suasana keraton, pengunjung dapat mencoba keberuntungan dengan berjalan di antara dua pohon beringin kembar, Kyai Dewandaru dan kyai Janadaru. Menurut kepercayaan masyarakat, jika seseorang berhasil melewati kedua pohon tersebut dengan mata tertutup dan tanpa berbelok, maka harapannya akan terwujud.

Di sekitar Alkid, terdapat café kekinian yang suasananya semakin hidup di malam hari. Tempat ini menjadi pusat berkumpulnya anak muda sambil menikmati live music. Dengan suasana yang dinamis, Alkid juga menawarkan wisata kuliner yang terjangkau, sehingga pengunjung tidak perlu kesulitan mencari tempat makan.

Selain Alkid, Pasar Ngasem adalah tempat wisata kuliner yang wajib dikunjungi. Dulu, pasar ini merupakan pasar burung terbesar di Yogyakarta, namun kini tidak lagi menjual burung. Pasar ini terletak di dalam Jeron Beteng Keraton Yogyakarta. Sejarah panjang pasar ini dimulai sejak 1809. Sebuah foto kuno menunjukkan bahwa pada masa itu, Pasar Ngsaem memang menjual burung, sehingga wisatawan asing sering menyebutnya sebagai bird market.

Pasar Ngasem kini beralih fungsi menjual produk konsumen dan menjadi sentra wisata kuliner. Di sana, aneka jajanan tradisional hingga modern dijual. Masakan khas Yogyakarta seperti Gudek, Sate koyor, dan masih banyak lagi dapat dinikmati dengan harga terjangkau. Lidah pengunjung akan dimanjakan oleh cita rasa lezat yang tidak memakan kantong.

Pasar Ngasem menjadi ikon wisata kuliner Yogyakarta yang dapat dinikmati mulai pagi hingga menjelang siang. Kombinasi modernitas dan nilai tradisional menjadikan Yogyakarta tempat wisata yang wajib dikunjungi. Wisatawan akan menemukan banyak kisah dan cerita dari perjalanan di kota ini, sehingga selalu muncul kerinduan untuk kembali.

Secara keseluruhan, Yogyakarta menawarkan perpaduan budaya, sejarah, dan kuliner yang memikat. Dari Alkid yang menampilkan tradisi berjalan di antara beringin, hingga Pasar Ngasem yang memamerkan sejarah pasar burung, kota ini tetap menjadi destinasi yang menarik bagi siapa saja yang ingin merasakan keautentikan Jawa.

YogyakartaAlkidPasar NgasemKuliner YogyakartaKeratonBeringinBudaya Jawa

Komentar

Memuat komentar...