An Thy Ungkap Leukemia: Bahaya Hidup Ekstrem Media Sosial

Putri N. · 2 min baca · 1 bulan lalu · 105 dibaca
Bisik.id
An Thy Ungkap Leukemia: Bahaya Hidup Ekstrem Media Sosial

Gambar atau konten salah?

An Thy, seorang influencer kecantikan berusia 23 tahun, mengumumkan diagnosis leukemia—kanker darah—dalam sebuah video emosional yang diposting pada 18 Mei 2026. Video tersebut menampilkan dia berdiri di depan kamera, mengungkapkan rasa sedih dan keprihatinan yang mendalam.

Ia memiliki 11,3 juta pengikut di TikTok dan 611 ribu penggemar di Instagram. Dalam video, An Thy menyatakan bahwa penyakit mematikan ini mungkin terkait erat dengan gaya hidup ekstrem yang dijalaninya selama tiga tahun terakhir demi mengejar kariernya.

Ia mengaku hampir tidak pernah mengonsumsi air putih. Sebagai gantinya, ia bisa menenggak hingga lima gelas bubble tea atau boba sehari, ditambah matcha latte dan berbagai minuman manis lainnya. “Saya pikir, karena saya tidak merokok atau minum alkohol, tubuh saya akan baik‑baik saja,” ungkap An Thy dalam videonya.

Dia juga biasa begadang sampai subuh, tidur sepanjang hari, dan hampir tidak pernah menyentuh air tawar biasa. Sinyal tubuh kecil sering diabaikan, padahal ia pernah mengalami sakit parah sebelum diagnosis keluar. Penyakitnya didiagnosis setelah ia menjalani pemeriksaan di Rumah Sakit Transfusi Darah dan Hematologi setempat.

Selain pola makan tinggi gula dan dehidrasi, An Thy juga terbiasa begadang hingga pukul 6 atau 7 pagi. Ia tercatat telah menjalani sekitar 15 prosedur kosmetik sejak usia belasan tahun, termasuk pengurangan rahang, pembentukan tulang pipi, operasi hidung, hingga filler.

Video tersebut telah ditonton lebih dari 24 juta kali di TikTok. An Thy berharap anak‑anak muda dapat memetik pelajaran berharga dan tidak mengabaikan sinyal‑sinyal kecil dari tubuh. Ia menekankan bahwa usia muda sama sekali bukan jaminan seseorang kebal terhadap penyakit serius, seperti kanker.

Sejak pengumuman, An Thy memilih mundur sementara dari dunia konten untuk fokus menjalani sesi kemoterapi intensif. Sejauh ini, detail medis mengenai jenis atau stadium spesifik kanker darah yang diidapnya belum dirilis ke publik.

Kisah An Thy memicu diskusi luas di Vietnam mengenai bahaya tidur tidak teratur, kurang hidrasi, hingga asupan gula berlebih di kalangan anak muda. Meski ia mengaitkan erat penyakitnya dengan kebiasaan buruk di masa lalu, para profesional medis memberikan pandangan berbeda.

Para ahli menegaskan bahwa gaya hidup seperti kekurangan gizi, kurang tidur, maupun konsumsi minuman manis berlebihan secara ilmiah bukanlah penyebab utama atau pemicu yang diakui secara medis di balik munculnya leukemia. Penyebab pasti leukemia umumnya berkaitan dengan mutasi genetik dan faktor risiko lain yang lebih kompleks, bukan sekadar pola makan sehari‑hari.

Meski begitu, menerapkan gaya hidup sehat tetap krusial untuk menjaga fungsi tubuh secara keseluruhan. An Thy menekankan pentingnya memperhatikan sinyal tubuh dan tidak mengabaikan kesehatan, meskipun usia muda tidak menjamin kebal terhadap penyakit serius.

Kesimpulannya, kisah An Thy menyoroti bahwa perilaku gaya hidup tidak sehat tidak selalu menjadi penyebab langsung leukemia, namun tetap penting bagi kesehatan jangka panjang.

An Thyleukemiagaya hidup ekstrembubble teakemoterapiTikTokkesehatan

Komentar

Memuat komentar...