Anak 7 Tahun Di Henan Sakit Perut Akibat Minum Cola Dingin
Gambar atau konten salah?
Seorang anak laki‑laki berusia 7 tahun di provinsi Henan, China, mengalami kondisi serius setelah minum beberapa minuman dingin. Setelah bermain di luar pada hari yang panas, ia menangis dan meminta segelas cola dingin, lalu menuntut secangkir teh susu dingin. Segera setelah minum, ia mengeluh sakit perut dan muntah‑muntah.
Usai kejadian itu, anak tersebut dilarikan ke Unit Perawatan Intensif (ICU) di Rumah Sakit Afiliasi Pertama Universitas Zhengzhou. Dokter Huo Yufeng melaporkan bahwa pasien mengalami nekrosis serius—kematian sel dan jaringan hidup di ususnya. Penyebabnya diidentifikasi sebagai konsumsi berlebihan minuman bersoda dingin dan minuman manis.
Di Indonesia, saat cuaca panas, banyak orang mencari minuman dingin untuk rasa menyegarkan instan. Air es atau minuman dingin diserap lebih cepat oleh perut dibandingkan air suhu ruangan, sehingga rehidrasi lebih cepat. Namun, risiko kesehatan tetap ada, terutama bagi anak-anak dan lansia.
Para ahli medis menekankan bahwa anak-anak di bawah tiga tahun harus menghindari minum air es dalam jumlah banyak secara tiba‑tiba, khususnya saat cuaca panas. Usus mereka belum berkembang sempurna dan lebih rapuh. Begitu pula, lansia dengan fungsi usus yang menurun disarankan tidak minum terlalu banyak air es karena dapat memicu penyakit gastro‑intestinal dan kardiovaskular.
Di kalangan wanita China, ada kepercayaan luas bahwa mereka harus menghindari minum air es selama menstruasi. Sementara itu, rekomendasi bagi orang dewasa adalah tidak mengonsumsi lebih dari 500 ml minuman dingin. Bagi anak-anak dan lansia, asupan minuman dingin harus dikurangi setengahnya.
Minuman dingin sebaiknya dikonsumsi satu hingga dua jam setelah makan, dan dihindari saat perut kosong atau setelah berolahraga. Menghindari minuman dingin saat cuaca panas juga dianjurkan karena perubahan suhu drastis dapat menyebabkan kontraksi pada saluran pernapasan dan pencernaan, memicu iritasi tenggorokan, serta mengganggu sistem kekebalan tubuh.
Kasus ini dilaporkan pada 15 Juni 2023. Meskipun minuman dingin menawarkan rasa segar, penting bagi orang tua dan lansia untuk memperhatikan jumlah dan waktu konsumsi, terutama di musim panas. Kesehatan pencernaan dapat terpengaruh secara signifikan oleh suhu minuman yang terlalu dingin, sehingga penyesuaian sederhana dapat mencegah komplikasi serius.
Komentar
Memuat komentar...
Terkait
Es Krim Baltic Tutup Setelah 87 Tahun
Argentina vs Inggris: Bukan Cuma di Lapangan, Juga di Pastry
PM Hungaria Terima 90 Mangga dari Pakistan, Simbol Diplomasi
Workshop Kotak Bunga Korea: Kado Personal Buatan Sendiri
Wisatawan RI Didenda Rp385 Ribu Bawa Bakso di KLIA
5 Tempat Ayam Bakar Enak di Jakarta, Mulai Rp23.000
Berita Terbaru
Bahlil Bantah Pemadaman Listrik Terkait Pasokan Batu Bara
Harga Minyak US$100 Per Barel, Masyarakat Berbondong Beralih ke BBM Subsidi
Bahlil Buka Suara soal Badan Usaha Khusus Migas Baru
Bahlil soal Impor Migas: Cari Pemasok Termurah
Pemerintah Dorong Program B50 Berhasil, Kini Siap Kembangkan E50
Presiden Kirim Surat ke DPR untuk Bahas RUU Migas
Pemerintah Hidupkan 45.000 Sumur Rakyat dan Sumur Tua
Proyek Sampah Jadi Listrik Bogor Raya 1 Mulai Dibangun
Pertamina Percepat Produksi Migas Demi Target 1 Juta Barel
Pertamina EP Buka Suara soal Kasus BUMD Bekasi
