Anggaran MBG 2026 Dipangkas Rp67 Triliun, Sisa Rp268 Triliun

Ani R. · 2 min baca · 1 bulan lalu · 93 dibaca
Bisik.id
Anggaran MBG 2026 Dipangkas Rp67 Triliun, Sisa Rp268 Triliun

Gambar atau konten salah?

Menteri Keuangan, Purbaya Yudhi Sadewa, memotong anggaran sebesar Rp 67 triliun untuk Program Makan Bergizi Gratis (MBG) pada tahun 2026. Anggaran yang tersisa mencapai Rp 268 triliun, turun dari Rp 335 triliun yang awalnya ditetapkan.

Perubahan ini mengikuti arahan Presiden Prabowo. Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Dadan Hindayana, menjelaskan bahwa dana Rp 67 triliun merupakan cadangan yang disimpan di bagian Anggaran Bendahara Umum Negara (BA BUN). “UU APBN BGN 2026 adalah Rp 268 triliun, sementara yang Rp 67 triliun adalah dana cadangan di BA BUN. Jadi dana cadangan itu menjadi tidak dihitung lagi. Artinya BGN harus fokus mengelola anggaran yang Rp 268 triliun,” kata Dadan ketika dihubungi pada 24 Mei 2026.

Dadan menambahkan bahwa penghematan ini memaksa BGN melakukan penyesuaian distribusi MBG. “Melayani anak sekolah 5 hari dari 6 hari sebelumnya, kecuali untuk yang sekolah 6 hari dan daerah-daerah 3T serta prevalensi stunting tinggi,” ujarnya. “Pada libur sekolah hanya melayani ibu hamil, ibu menyusui, dan anak balita,” tambahnya.

Di kantor pusat, Wakil Kepala Badan Gizi Nasional, Bidang Komunikasi Publik dan Investigasi, Nanik Sudaryati Deyang, menyatakan bahwa pemangkasan akan memengaruhi pengadaan. “Pemangkasan untuk pengadaan yang tidak berkait dengan jumlah penerima manfaat,” kata Nanik pada 24 Mei 2026. “Selain pengadaan, yang dikurangi adalah perjalanan dinas, acara-acara di hotel. Pokoknya operasional hanya tinggal gaji karyawan saja,” sambungnya.

Nanik menegaskan bahwa penyesuaian ini sudah dilakukan. Ia menegaskan tidak ada lagi pengadaan-pengadaan untuk kantor pusat. “Yang berkurang operasional di kantor pusat dan pengadaan-pengadaan,” tegasnya. Meski anggaran dipotong, Nanik mengatakan operasional Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) tidak akan terganggu. Tidak ada perubahan anggaran terkait biaya bahan baku maupun manfaat lain yang diterima oleh SPPG, termasuk gaji pegawai.

Program Makan Bergizi Gratis tetap berfokus pada penyediaan makanan bergizi bagi anak sekolah, ibu hamil, dan balita. Penyesuaian hari layanan dan pengurangan kegiatan operasional di kantor pusat merupakan langkah untuk menjaga efisiensi sambil mempertahankan manfaat utama bagi penerima. Dengan alokasi anggaran yang lebih terfokus, BGN berharap program tetap berjalan efektif hingga akhir tahun 2026.

Menteri KeuanganProgram Makan Bergizi GratisBGNanggaran 67 triliunPrabowostuntingSPPG

Komentar

Memuat komentar...