Anggaran MBG 2027 Diprediksi Turun ke Rp 174 Triliun

Iwan D. · 2 min baca · Baru saja · 1 dibaca
Bisik.id
Anggaran MBG 2027 Diprediksi Turun ke Rp 174 Triliun

Gambar atau konten salah?

Ketua Badan Anggaran DPR RI, Said Abdullah, memperkirakan anggaran program Makan Bergizi Gratis (MBG) pada tahun 2027 akan turun menjadi Rp 174 triliun. Jumlah ini lebih kecil dibandingkan alokasi yang direncanakan untuk tahun 2026, yang mencapai Rp 268 triliun.

"Kalau MBG, pasti turun," ujar Said di Gedung DPR RI, Jakarta, pada Senin, 7 Juli 2026.

Menurut Said, salah satu faktor utama dalam menghitung anggaran adalah jumlah Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang dibutuhkan. Ia memperkirakan kebutuhan SPPG hanya sekitar 21 ribu titik, bukan 27 ribu titik seperti yang mungkin dibayangkan sebelumnya. Dengan angka ini, pemerintah diharapkan tetap bisa menjalankan program dengan baik dan menjaga kualitas gizi untuk para penerima manfaat, mulai dari anak sekolah hingga ibu hamil.

"Yang pertama, kita ingin melihat dulu dari 27 ribu titik SPPG, seharusnya itu kan 21 ribu kebutuhannya. Oke, satu. Kemudian yang kedua, kita tinggal hitung untuk melayani 84 juta siswa kita sehingga hitungan saya, kalau juga di luar anggaran pendidikan, ada anggaran kesehatan yang masuk seperti umpamanya stunting, ibu hamil, itu tidak lebih dari Rp 174 triliun," jelas Said.

Ia menegaskan, penurunan anggaran tidak boleh membuat kualitas program MBG menurun. Hal yang paling penting, menurut Said, adalah memastikan tata kelola program berjalan dengan baik dan gizi yang diterima masyarakat tetap terjaga.

"MBG itu jangan sebentar-sebentar yang bombastis anggarannya sedemikian rupa. Tapi ketika turun, 'Lah, kok turun?' Bukan. Tapi yang penting menjaga kualitas. Nah, yang pertama tentu menjaga tata kelola dan kualitas gizi yang diterima oleh anak didik kita. Maka dengan penurunan anggaran itu, kualitasnya akan tetap terjaga," ungkap Said.

Said yang juga menjabat sebagai Ketua DPP PDIP ini mengatakan, keputusan final mengenai besaran anggaran MBG 2027 baru akan ditetapkan pada September 2026. Saat itu, pemerintah dan DPR akan membahas dan menyepakati angka pastinya.

"Kalau (penurunan) dari Rp 268 triliun ke Rp 174 triliun, ya tinggi lah. Diketoknya nanti di September. Kalau diketok sekarang, palunya juga nggak laku. Masa Banggar sendiri yang ngetok? Kan harus sama pemerintah," tambahnya.

Program Makan Bergizi Gratis menyasar jutaan siswa dan ibu hamil di seluruh Indonesia. Penurunan anggaran yang cukup signifikan ini menunjukkan adanya penyesuaian berdasarkan perhitungan kebutuhan riil di lapangan, bukan sekadar pemotongan tanpa perencanaan. Fokus utama tetap pada kualitas gizi dan tata kelola yang baik, bukan pada besaran anggaran semata.

anggaran MBGMakan Bergizi GratisSaid AbdullahSPPGtata kelola

Komentar

Memuat komentar...