Angkatan Kerja Indonesia 154,91 Juta, 7,24 Juta Pengangguran
Gambar atau konten salah?
Badan Pusat Statistik (BPS) mengumumkan data ketenagakerjaan Indonesia pada 05 Mei 2026. Data tersebut mencakup jumlah angkatan kerja (AK) di seluruh negeri.
Menurut statistik, AK mencapai 154,91 juta orang. Dari jumlah itu, 147,67 juta orang terdaftar sebagai tenaga kerja aktif, sementara 7,24 juta orang mengalami pengangguran. Pekerja terbagi menjadi tiga kategori: pekerja penuh waktu 98,592 juta orang, pekerja paruh waktu 38,347 juta orang, dan setengah pengangguran 10,728 juta orang.
BPS menjelaskan bahwa angkatan kerja terdiri dari penduduk usia 15 tahun ke atas yang secara ekonomi terlibat dalam pekerjaan, baik yang aktif maupun yang sedang tidak bekerja.
Di sisi pendidikan, hanya sekitar 19,39 juta orang atau 13,13 % dari tenaga kerja memiliki latar belakang pendidikan tinggi, mulai dari diploma hingga doktoral. Sebaliknya, lulusan SD ke bawah masih mendominasi, dengan proporsi 35,49 %.
Berikut komposisi tenaga kerja berdasarkan tingkat pendidikan, diurutkan dari terbesar hingga terkecil:
- SD ke bawah: 52,41 juta orang (35,49 %)
- SMA: 30,53 juta orang (20,67 %)
- SMP: 26,04 juta orang (17,64 %)
- SMK: 19,30 juta orang (13,07 %)
- Diploma IV, S1, S2, S3: 15,83 juta orang (10,72 %)
- Diploma I/II/III: 3,56 juta orang (2,41 %)
Perbandingan tahun ke tahun menunjukkan perubahan kecil. Pada periode 01 Februari 2025 hingga 01 Februari 2026, jumlah tenaga kerja lulusan diploma I/II/III naik dari 2,39 % menjadi 2,41 %. Sementara itu, lulusan diploma IV, S1, S2, dan S3 meningkat dari 10,44 % ke 10,62 %.
Lulusan SMK mengalami peningkatan proporsi, dari 12,84 % menjadi 13,07 %. Proporsi lulusan SMA tetap hampir tidak berubah, dari 20,63 % menjadi 20,67 %. Sebaliknya, lulusan SD ke bawah dan SMP menurun sedikit: SD ke bawah turun dari 35,89 % ke 35,49 %, dan SMP turun dari 17,81 % ke 17,64 %.
Data ini menegaskan bahwa meski ada peningkatan tenaga kerja di tingkat pendidikan menengah atas, mayoritas tenaga kerja Indonesia masih berasal dari latar belakang pendidikan dasar. Perubahan proporsi di tiap tingkat pendidikan mencerminkan dinamika pasar tenaga kerja yang masih bergantung pada tingkat pendidikan dasar, sementara pergerakan kecil di tingkat menengah dan atas menunjukkan perlahan peningkatan kualitas tenaga kerja.
Komentar
Memuat komentar...
Terkait
Rektor ITB Usulkan Mahasiswa Tahu Nilai UTBK Dulu Sebelum Daftar Kampus
4 PTS Indonesia Masuk QS WUR 2027, BINUS Tertinggi
Tim PENS raih peringkat tiga di kompetisi satelit mini dunia
Prabowo siapkan 10 universitas kedokteran, dibantu langsung Imperial College London
Yatim Piatu Raih IPK 3,90, Wisudawan Terbaik Unair
Webinar Educativa Bantu Mahasiswa Kuasai Analisis Mediasi dan Moderasi
Berita Terbaru
Yamaha Fazzio Hybrid: Dari Kanvas Kreatif hingga Motor Fungsional
Rektor ITB Usulkan Mahasiswa Tahu Nilai UTBK Dulu Sebelum Daftar Kampus
Toyota Fortuner Pelat Merah Dilelang, Pajak Cuma Rp 1,8 Juta
Tecno Rilis EllaClaw, Agen AI yang Bisa Otomatiskan Tugas Ponsel
Ahli Bantah Gempa California dan Jepang Saling Terkait
Jepang Kembali Gagalkan Tim Eropa, Lolos ke 32 Besar Piala Dunia
