Antrean Truk Padangbai Terganggu, Lalu Lintas Pulih Cepat

Arif S. · 2 min baca · Baru saja · 1 dibaca
Bisik.id
Antrean Truk Padangbai Terganggu, Lalu Lintas Pulih Cepat

Gambar atau konten salah?

Antrean panjang di jalur penyeberangan Pelabuhan Padangbai, Karangasem, Bali menuju Pelabuhan Lembar, Lombok, Nusa Tenggara Barat (NTB) terjadi beberapa hari lalu. Antrean tersebut hanya melibatkan truk besar pengangkut barang, sementara pejalan kaki, sepeda motor, dan mobil kecil tetap berjalan normal.

Truk tronton sempat mengular hingga beberapa kilometer di luar area Pelabuhan Padangbai. Situasi ini terurai setelah koordinasi cepat antar pihak terkait mempercepat proses bongkar muat.

Benar sempat terjadi antrean panjang sejak Jumat (12 Juni 2026) hingga Minggu (14 Juni 2026) pagi. Tapi, sejak Minggu (14 Juni 2026) sore hingga sekarang sudah tidak ada lagi antrean sudah sepi, kata Kapolsek Kawasan Pelabuhan Padangbai, Kompol I Wayan Gede Wirya, Senin (15 Juni 2026).

Wirya menjelaskan bahwa antrean terjadi akibat gangguan operasional pada salah satu kapal tol laut rute Ketapang, Gilimanuk menuju Gili Mas, Lembar, NTB. Kapal tersebut mengalami kerusakan dan harus menjalani docking. Karena itu, sebagian truk memilih jalur penyeberangan melalui Pelabuhan Padangbai untuk menghindari kepadatan di Pelabuhan Gilimanuk.

“Terjadi antrean panjang di Ketapang, sehingga truk memilih untuk lewat Padangbai. Itulah yang menyebabkan antrean panjang sejak Jumat lalu di sini,” ujar Wirya.

Situasi di lapangan turut diperparah oleh aktivitas penjemputan wisatawan asing di Dermaga Rakyat Padangbai yang baru tiba dari Gili Trawangan. Keramaian ini membuat petugas kepolisian harus mengatur arus lalu lintas di sekitar pelabuhan.

“Sekarang sudah aman, sudah sepi berkat bongkar muat dipercepat dari sebelumnya 2,5 jam menjadi 1,5 jam,” ujar Wirya.

Sementara itu, Port Operation Superintendent Yeri Kena juga membenarkan adanya peningkatan antrean truk dalam beberapa hari terakhir. Namun, peningkatan hanya terjadi pada kendaraan angkutan barang, sedangkan penumpang pejalan kaki, sepeda motor, dan mobil kecil tidak mengalami lonjakan berarti.

“Ada peningkatan truk tronton dari 56 unit jadi 114 unit per hari, untuk yang lainnya masih sepi,” ujar Yeri Kena.

Antrean panjang di Padangbai dipicu oleh kerusakan kapal tol laut dan penjemputan wisatawan. Koordinasi cepat serta percepatan bongkar muat berhasil mengembalikan arus lalu lintas normal. Dengan truk tronton kembali teratur, penumpang dan kendaraan kecil dapat melintas tanpa hambatan.

Antrean panjangTruk trontonPelabuhan PadangbaiKapal tol lautKoordinasi cepatBongkar muatWisatawan asing

Komentar

Memuat komentar...