Apple akan Usia 50 Tahun, Penggemar Harap Toko Resmi di Indonesia
Gambar atau konten salah?
Apple akan berusia 50 tahun pada 01 April 2026. Bagus Hernawan, seorang penggemar Apple yang telah mengikuti perjalanan merek ini hampir dua dekade, merasakan momen ini lebih dari sekadar angka.
Bagus tidak memulai pemahaman tentang Apple dari produk, melainkan dari filosofi yang melekat pada setiap langkah perusahaan.
Bagus mengatakan, "Filosofi itu yang bikin Apple berbeda. Mereka tidak hanya menjual hardware, tapi cara berpikir dan kreativitas,"
Kampanye Think Different yang diluncurkan pada 01 Januari 1997 menjadi titik penting. Itu bukan sekadar iklan, melainkan deklarasi identitas perusahaan yang pada saat itu berada di ambang kehancuran.
Bagus melihat era Steve Jobs sebagai fase yang sangat khas. Produk Apple pada masa itu identik dengan harga tinggi, eksklusivitas, dan pasar yang relatif terbatas—terutama di Asia.
Namun di masa itu, Apple menciptakan lompatan besar. iMac hadir dengan warna-warni yang menabrak standar industri. iPod membawa desain minimalis putih yang ikonik. MacBook Air membuktikan laptop bisa setipis amplop.
Bagus mengatakan, "Apple waktu itu bikin teknologi jadi sesuatu yang menarik, bukan membosankan,"
Saat Tim Cook mengambil alih, arah Apple mulai berubah. Perusahaan menjadi lebih inklusif, lebih luas, dan lebih beragam. Produk tidak lagi hanya menyasar segmen premium, tapi juga mulai menjangkau pengguna baru.
Salah satu hal yang menarik perhatian Bagus adalah kehadiran MacBook Neo—yang dirancang untuk pengguna pertama, termasuk pelajar dan mahasiswa.
Bagus mengatakan, "Ini perubahan besar. Apple sekarang aktif menjemput pengguna baru,"
iPhone pun kini hadir dalam berbagai varian, dengan pilihan harga dan fitur yang lebih fleksibel dibanding era sebelumnya.
Di tengah gempuran tren kecerdasan buatan, Apple memilih jalur berbeda. Alih-alih mengandalkan cloud, Apple mengedepankan pendekatan on-device AI dengan fokus pada privasi.
Bagus mengatakan, "Apple punya keunggulan di sini. Data pengguna dijaga, AI berjalan di perangkat,"
Di saat isu kebocoran data menjadi perhatian global, pendekatan ini dinilai semakin relevan.
Berikut beberapa produk yang Bagus anggap paling revolusioner:
- iBook G3 (01 Januari 1999): laptop pertama dengan Wi‑Fi
- iPod: mengubah cara orang menikmati musik
- Phone generasi pertama: mengakhiri era keypad fisik
- AirPods: mendefinisikan ulang earphone nirkabel
- Apple M series: lompatan besar performa setelah lepas dari Intel
- Apple Watch: perangkat wearable dengan dampak kesehatan nyata
- Apple Vision Pro: membuka babak baru VR/AR
Di tengah refleksi perjalanan Apple selama 50 tahun, satu hal masih menggelitik rasa penasaran Bagus.
Jika diberi kesempatan bertemu Steve Jobs hari ini, ia punya satu pertanyaan sederhana—namun relevan dengan arah Apple saat ini.
Bagus mengatakan, "Apakah Steve Jobs akan menyukai penggunaan AI di produk Apple?"
Bagus menilai pertanyaan ini menarik karena Jobs dikenal sangat selektif terhadap teknologi. Ia selalu menekankan kesederhanaan, pengalaman pengguna, dan kontrol penuh terhadap produk.
Selain itu, ada rasa penasaran lain yang tak kalah besar.
Bagus ingin bertanya soal produk-produk Apple yang tak pernah benar-benar hadir ke publik—atau hanya menjadi rumor.
Bagus mengatakan, "Seperti Apple Car, AirPower, dan produk lain yang sempat ramai tapi tidak jadi dirilis,"
Bagus menyimpulkan bahwa cerita di balik produk-produk "gagal lahir" itu justru menyimpan filosofi penting tentang bagaimana Apple memilih—dan menolak—sebuah inovasi.
Dari MacBook putih pertamanya hingga era AI saat ini, ia melihat satu hal yang tidak berubah: Apple selalu punya cara untuk membuat orang penasaran.
Di usia yang ke-50, Bagus berharap Apple tetap menjadi perusahaan yang berani mengambil lompatan besar.
Dan ada satu hal lagi yang sangat Bagus harapkan. Tidak lain kehadiran Apple Store di Indonesia.
Bagus mengatakan, "Saya rasa belum saatnya Apple buka Apple Store di Indonesia. Banyak layanan pendukung yang belum siap,"
Kehadiran toko resmi Apple di Indonesia akan memberikan dampak besar, baik dari sisi waktu rilis hingga pengalaman layanan purna jual.
Bagus menutup dengan harapan bahwa Apple terus mengejar inovasi, menjaga privasi, dan tetap menjadi sumber inspirasi bagi generasi baru.
Komentar
Memuat komentar...
Terkait
Rupiah Menembus Rp 18.000 Pagi Saat Dolar Tembus 18k Indonesia
Safari Apple: Kecepatan, Baterai, dan Privasi Unggul
Scammer Solo Baru Target Warga AS, Polda Jawa Tengah
Fabiola Elizabeth Tersangka Penipuan Online Internasional
Paula Hurd & Bill Gates Bersinergi di Breakthrough Prize 2026
Praearcturus Gigas: Kalajengking Raksasa 1 Meter di Era Devon
Berita Terbaru
Prabowo Tegaskan Ukuran Potongan Ayam di Program MBG
Operasi Patuh 2026: Penegakan Lalu Lintas Serempak Nasional
Prancis Jadi Negara dengan Pemain Terbanyak Piala Dunia 2026
Knicks Kalahkan Spurs 105-95, Brunson 30 Poin di Frost
Sony Beri 3 Game PS4/PS5 Gratis untuk Anggota PS Plus
Kucing Terapi Pinecone Jadi Asisten Guru Seni Rhode Island
Pemerintah, DPR Setujui UU P2SK, Reformasi Keuangan
