Argentina Menang, Spanduk Malvinas Picu Kontroversi

Kartika D. · 2 min baca · Baru saja · 1 dibaca
Bisik.id
Argentina Menang, Spanduk Malvinas Picu Kontroversi

Gambar atau konten salah?

Argentina melaju ke final Piala Dunia untuk kedua kalinya secara beruntun. Tim asuhan Lionel Scaloni menang dramatis 2-1 atas Inggris. Gol Enzo Fernandez dan Lautaro Martinez di sepuluh menit terakhir jadi penentu.

Kemenangan itu bukan sekadar soal sepak bola. Argentina berpeluang menyamai rekor Brasil sebagai negara terakhir yang mempertahankan gelar juara dunia pada 1958 dan 1962. Tapi euforia di lapangan berubah jadi masalah politik.

Beberapa pemain Argentina merayakan dengan membawa spanduk bertuliskan 'Las Malvinas Son Argentina' — artinya Malvinas adalah Argentina. Giovani Lo Celso pertama kali membentangkannya di depan tribun pendukung. Lionel Messi, Cristian Romero, dan Lautaro Martinez ikut serta. Nicolas Otamendi kemudian meminta Lo Celso menurunkan spanduk itu ke tanah.

Aksi itu langsung viral. FIFA bisa menyelidiki jika ada laporan dari wasit. Aturan Law of the Games melarang atribut politik muncul di pertandingan. The Athletic sudah meminta komentar FIFA dan Federasi Sepakbola Argentina (AFA). Belum ada tanggapan.

Isu Kepulauan Falkland — yang disebut Malvinas oleh Argentina — memang sudah memanaskan laga sejak sebelum kickoff. Kedua negara terlibat konflik panjang sejak 1982. Inggris saat itu mengalahkan Argentina dalam perang memperebutkan kepulauan tersebut. Sampai sekarang Argentina tetap mengklaim Malvinas sebagai milik mereka, meski referendum 2013 menunjukkan mayoritas penduduk di sana ingin tetap di bawah kekuasaan Inggris.

Sentimen nasionalisme juga sudah dilontarkan Wakil Presiden Argentina Victoria Villarruel. Kemenangan atas Inggris punya makna ganda. Konflik itu terbawa sampai lapangan.

Ini bukan pertama kali Argentina kena masalah karena spanduk serupa. Pada 2014, mereka didenda 20 ribu dolar AS karena aksi yang sama.

Perayaan yang seharusnya soal sepak bola jadi punya dimensi politik. Aturan FIFA jelas melarangnya. Nasib Argentina kini tergantung pada apakah wasit melaporkan insiden itu atau tidak.

ArgentinaPiala DuniaMalvinasFIFAInggrisspanduk politikkonflik

Komentar

Memuat komentar...