Arkeolog Temukan Petunjuk Baru Tabut Perjanjian

Jaka M. · 2 min baca · 1 menit lalu · 1 dibaca
Bisik.id
Arkeolog Temukan Petunjuk Baru Tabut Perjanjian

Gambar atau konten salah?

Misteri seputar Tabut Perjanjian, benda yang sangat terkenal dalam kisah Nabi Musa di Alkitab, kembali menarik perhatian. Sebuah tim arkeolog mengaku telah menemukan sisa-sisa bangunan kuno di situs Shiloh, Tepi Barat. Mereka menduga bangunan ini ada hubungannya dengan tempat penyimpanan Tabut Perjanjian.

Namun, para peneliti dengan tegas menyatakan bahwa mereka tidak menemukan Tabut Perjanjian itu sendiri. Penemuan terbaru ini hanya memperkuat dugaan tentang lokasi Kemah Suci atau Tabernakel. Tempat ini diyakini sebagai "rumah" bagi Tabut Perjanjian selama berabad-abad, sebelum akhirnya lenyap dari catatan sejarah.

Menurut kisah dalam Alkitab, Tabut Perjanjian adalah sebuah peti kayu yang dilapisi emas. Peti ini dibuat oleh bangsa Israel setelah mereka keluar dari Mesir (peristiwa Eksodus). Benda suci ini dipercaya menyimpan loh batu yang berisi Sepuluh Perintah Allah yang diberikan kepada Nabi Musa. Tabut ini juga menjadi simbol kehadiran Tuhan bagi bangsa Israel. Keberadaannya hilang sebelum Babilonia menaklukkan Yerusalem pada tahun 586 SM.

Penggalian dilakukan oleh tim dari Associates for Biblical Research (ABR) di Tel Shiloh. Situs ini sejak lama diyakini sebagai pusat ibadah bangsa Israel pada masa awal mereka.

Pada musim penggalian tahun ini, tim menemukan dinding sisi selatan dari sebuah bangunan besar. Temuan ini memungkinkan para arkeolog untuk merekonstruksi ukuran bangunan secara lebih lengkap.

Menurut mereka, arah bangunan yang membentang dari timur ke barat dan ukurannya sesuai dengan gambaran Kemah Suci yang ada di Alkitab. Penemuan ini melengkapi hasil penggalian tahun sebelumnya yang juga menunjukkan adanya struktur besar dari Zaman Besi.

Dr. Scott Stripling, Direktur Penggalian Tel Shiloh dari ABR, mengatakan bahwa temuan terbaru ini membantu tim untuk memahami fungsi bangunan tersebut.

"Penemuan dinding sisi selatan kini memungkinkan para peneliti merekonstruksi dimensi lengkap bangunan itu dan mengevaluasi dengan lebih baik fungsi serta signifikansinya," kata Stripling dalam laporan penggaliannya.

Selain struktur bangunan, tim juga menemukan beberapa benda yang diduga terkait dengan kegiatan keagamaan. Benda-benda itu antara lain:

  • Buah delima dari keramik
  • Tanduk altar
  • Cangkang murex, yaitu siput laut yang pada zaman kuno digunakan untuk membuat pewarna biru bagi pakaian para imam

Para peneliti juga menemukan sebagian dari sistem gerbang dan benteng kota kuno Shiloh. Struktur ini dinilai bisa membantu menjelaskan tata kota pada masa awal pemukiman bangsa Israel.

"Temuan-temuan ini memberikan jendela penting untuk memahami fase-fase paling awal permukiman di Shiloh dan membantu kami memahami sejarah situs tersebut sebelum dihuni bangsa Israel," kata Stripling.

Meskipun menarik perhatian dunia, para arkeolog meminta publik untuk tidak terburu-buru menyimpulkan bahwa Tabut Perjanjian telah ditemukan. Mereka menegaskan bahwa belum ada bukti langsung yang menunjukkan bangunan tersebut benar-benar adalah Kemah Suci, apalagi membuktikan lokasi Tabut Perjanjian.

Dengan kata lain, temuan ini masih berupa petunjuk arkeologis yang memperkuat dugaan sebelumnya, bukan konfirmasi akhir. Meski begitu, hasil penggalian terbaru ini dianggap sebagai langkah penting untuk memahami sejarah Shiloh. Dalam tradisi Alkitab, Shiloh disebut sebagai pusat ibadah bangsa Israel selama lebih dari 300 tahun.

Bagi para arkeolog, setiap lapisan tanah yang terbuka membantu menyusun kembali potongan sejarah Timur Tengah kuno. Sementara bagi banyak orang, penelitian ini juga membuka kembali perdebatan panjang tentang salah satu benda paling misterius yang pernah disebut dalam sejarah manusia.

Tabut PerjanjianarkeologiShilohKemah SuciNabi MusaAlkitabpenggalianbangunan kuno

Komentar

Memuat komentar...