Asia Africa Festival 2026: Dukung Palestina, Bandung Targetkan Warisan Dunia
Gambar atau konten salah?
Kota Bandung kembali menjadi tuan rumah Asia Africa Festival alias Festival Asia Afrika pada tahun 2026. Acara ini berlangsung pada 11-12 Juli 2026. Sebanyak 26 delegasi dari negara-negara sahabat sudah dipastikan hadir.
Festival ini bukan sekadar panggung seni dan budaya. Ada misi lain yang dibawa: menyuarakan kemerdekaan Palestina. Sebuah sesi khusus akan digelar pada hari Minggu, 12 Juli 2026, untuk membahas agenda tersebut.
"Nanti pada yang season kedua, hari Minggu ya, itu ada acara khusus kaitan dengan Palestina. Nanti ada speech dari perwakilan dari Palestina untuk menyampaikan hal itu," kata Sekda Kota Bandung Iskandar Zulkarnain pada Sabtu, 11 Juli 2026.
Rangkaian acara dimulai dengan historical walk yang melibatkan 26 delegasi negara. Mereka berjalan dari Hotel Savoy Homann menuju Gedung Merdeka. Setelah itu, parade dimeriahkan oleh tiga rombongan dari Petaling Jaya Malaysia, Fiji, dan Rwanda. Rombongan lain kemudian menampilkan seni dan budaya khas adat Bandung dan Jawa Barat.
Iskandar menjelaskan bahwa festival ini digelar untuk memperingati Konferensi Asia Afrika. Harapannya, acara ini bisa mempererat persahabatan antarnegara yang hadir. "Karena dengan adanya acara ini, Kota Bandung kan kota yang tidak mempunyai sumber daya alam. Potensi kita itu dari kehadiran tamu-tamu, dari pariwisata. Sehingga dengan adanya acara-acara seperti ini, kami harapkan bisa meningkatkan potensi dari sektor-sektor yang memang diselenggarakan," ujarnya.
Bandung memang mengandalkan sektor pariwisata dan kunjungan tamu sebagai sumber ekonominya. Festival semacam ini diharapkan bisa mendongkrak potensi dari sektor-sektor yang digelar.
Ada target lain yang lebih besar. Kota Bandung sedang mengupayakan agar Gedung Merdeka diakui sebagai warisan dunia oleh UNESCO. Iskandar menyampaikan hal ini di akhir perbincangan. "Kita sedang menyuarakan Gedung Merdeka untuk menjadi warisan dunia di UNESCO. Jadi mudah-mudahan dengan kita setiap tahunnya itu dijadwalkan untuk acara ini, untuk menyuarakan bahwa Konferensi Asia Afrika ini adalah acara yang memang penting tidak saja di mata kita saja, tapi di mata dunia. Sehingga salah satu gedung yang ada di kita, Gedung Merdeka ini, bisa menjadi warisan budaya di UNESCO," pungkasnya.
Festival Asia Afrika 2026 berlangsung selama dua hari, 11-12 Juli 2026. Acara ini menjadi ajang tahunan yang mengingatkan kembali pada semangat Konferensi Asia Afrika. Selain parade budaya, ada sesi khusus tentang Palestina pada hari kedua. Seorang perwakilan dari Palestina dijadwalkan menyampaikan pidato dalam sesi tersebut.
Festival ini juga menjadi bagian dari upaya Bandung untuk mendorong pengakuan Gedung Merdeka sebagai warisan dunia. Dengan menggelar acara setiap tahun, kota ini berharap dunia internasional melihat pentingnya Konferensi Asia Afrika. Gedung Merdeka sendiri adalah tempat bersejarah di mana konferensi tersebut pernah digelar.
Komentar
Memuat komentar...
Terkait
PMI Sukabumi Meninggal di Jeddah, Berangkat Pakai Visa Ziarah
Pemuda Bandung Tewas Diseret Buaya Saat Perbaiki Perahu
Wali Kota Bandung Mulai Pulih Usai Dirawat
Perpustakaan Gasibu Dibongkar, Nasib Layanan Literasi Tunggu Kajian
Kesalahan Isi Daya HP yang Bikin Baterai Cepat Rusak
BMKG: Bandung Cerah Sepanjang Akhir Pekan
Berita Terbaru
Andie Peci, Tokoh Bonek, Meninggal Dunia di Madiun
Tanggul Lumpur Lapindo Bocor, Warga Cemas
Penjualan Mobil Juni 2026 Naik 12%, PHEV Melonjak Tajam
Spanyol ke Semifinal Piala Dunia usai Tekuk Belgia 2-1
Harga Emas Antam Naik Tipis Jadi Rp2,655,000
Balita Tewas Digigit Ular Saat Tidur di Pekalongan
Antavaya & Allo PayLater: Diskon 20% Liburan hingga Akhir 2026
Enam Anak PMI Gresik Pulang dari Malaysia Tanpa Status
Survei: Gen Z Lebih Percaya TikTok Daripada Dokter