B50 Lebih Unggul dari B40, Filter 40.000 Km Tak Ganti

Nurul H. · 2 min baca · Baru saja · 1 dibaca
Bisik.id
B50 Lebih Unggul dari B40, Filter 40.000 Km Tak Ganti

Gambar atau konten salah?

Menteri Energi Sumber Daya dan Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia mengumumkan hasil uji coba biodiesel B50. Menurutnya, kualitas bahan bakar campuran ini lebih unggul dibandingkan B40. Pengumuman itu disampaikan di Rest Area Km 57, Tol Jakarta-Cikampek, Kabupaten Karawang, Jawa Barat, pada Kamis, 09 Juli 2026.

"Alhamdulillah, Pak, hasil tesnya ternyata kualitas B50 jauh lebih baik daripada B40," kata Bahlil.

Salah satu indikator peningkatan kualitas terlihat pada daya tahan filter bahan bakar kendaraan. Pada B40, filter biasanya perlu diganti setelah mobil menempuh jarak 10.000 hingga 20.000 kilometer. Namun pada B50, ada kendaraan yang sudah menempuh 40.000 kilometer tetapi filternya masih belum perlu diganti.

"Apa dasarnya? Kalau B40 itu filternya itu diganti pada ukuran 10.000 sampai dengan 20.000 kilometer. Nah, untuk B50, bapak ada yang 40.000 belum diganti filternya," jelas Bahlil.

Di tengah penjelasan teknis itu, Bahlil menyelipkan candaan. Ia bernostalgia dengan masa lalunya sebagai sopir angkot. Ia bersyukur teknologi B50 belum ada saat ia masih menyetir angkot. Sebab, sopir angkot dulu sering harus turun tangan sendiri saat bahan bakar bermasalah.

"Untung aja dulu waktu saya jadi sopir angkot belum ada B50 ini," ujarnya.

"Dulu sopir angkot, Pak, begitu masuk air sedikit, kita tiarap di bawah mobil baru kita tiup. Kocok tiup. Inilah teknologi. Dan karena itu saya memberikan apresiasi kepada teman-teman yang melakukan ini secara teknis," lanjutnya.

Uji coba B50 sudah berlangsung sekitar enam bulan. Berbagai jenis kendaraan dan moda transportasi diuji coba, mulai dari kereta api, bus, mobil penumpang, hingga kapal.

"Ini test case-nya 6 bulan. Jadi kereta api, mobil Mercedes pun dites, Pak. Bus tidak hanya Toyota, Mercedes pun oke. Jadi ini dari Asia sampai Eropa semua kita bikin, kapal-kapal semuanya kita tes," kata Bahlil.

Pelaksanaan program B50 mengacu pada Peraturan Menteri ESDM Nomor 4 Tahun 2025 tentang Pengusahaan dan Pemanfaatan Bahan Bakar Nabati. Juga Keputusan Menteri ESDM Nomor 257.K/EK.01/MEM.E/2026 yang mewajibkan pencampuran biodiesel sebesar 50% ke dalam minyak solar.

Selama masa transisi, badan usaha penyedia BBM diberi waktu hingga 30 September 2026 untuk menghabiskan stok biodiesel spesifikasi B40. Setelah itu, mereka harus beralih sepenuhnya ke B50.

Berdasarkan data dari uji jalan, B50 menunjukkan performa filter yang lebih tahan lama. Ini berarti potensi penghematan biaya perawatan kendaraan bagi pengguna. Kebijakan ini merupakan langkah lanjutan dari program mandatori biodiesel yang sudah berjalan sebelumnya.

B50B40biodieselESDMBahlil Lahadaliauji cobafilter bahan bakar

Komentar

Memuat komentar...