Badung Perbaiki 151 SD, 20+ SMP, Rp247 Miliar Dibutuhkan
Gambar atau konten salah?
Badung – Pemerintah Kabupaten Badung telah menuntaskan perbaikan 151 sekolah dasar (SD) dari total 246 SD yang ada di kabupaten hingga 2025. Selain jenjang SD, perbaikan juga telah menyasar lebih dari 20 gedung sekolah menengah pertama (SMP) di seluruh Badung.
“Sampai dengan tahun 2025, kami sudah melaksanakan perbaikan terhadap 151 sekolah SD dari 246 SD yang ada di Kabupaten Badung. Sedangkan untuk SMP, sudah 20 lebih,” kata Kepala Dinas Pendidikan Kepemudaan dan Olahraga (Disdikpora) Badung, I Gusti Made Dwipayana, saat rapat dengan Komisi IV DPRD Badung, Senin 13 April 2026.
Bangunan yang diperbaiki mayoritas dibangun pada periode 2016 dan 2017. Bangunan-bangunan tersebut dilaporkan mengalami kerusakan cukup parah sehingga mendesak untuk segera direhabilitasi. “Ini kondisi beberapa sekolah yang kami sempat data, jadi ini kebanyakan adalah sekolah‑sekolah yang dibangun di tahun 2016 dan 2017. Jadi, banyak sekali yang sudah mengalami kerusakan,” ujar Dwipayana.
Masuki tahun anggaran 2026, Disdikpora Badung tengah mengerjakan 53 paket perbaikan untuk jenjang SD. Selain itu, terdapat 30 paket pemeliharaan khusus untuk menangani dampak bencana cuaca ekstrem yang terjadi beberapa waktu lalu. “Kami mengerjakan 53 paket untuk SD, kemudian 30 paket pemeliharaan karena bencana kemarin. Untuk angin hujan lebat kemarin di beberapa sekolah pada bulan 01 Februari 2026, itu ada 21 sekolah yang mendapat penanganan,” tutur Dwipayana.
Anggaran pemeliharaan tersebut, menurut Dwi, telah disiapkan sehingga penanganan fisik sekolah yang terdampak bencana bisa segera dieksekusi. Saat ini, seluruh paket kegiatan sedang berada dalam proses pengadaan melalui Unit Kerja Pengadaan Barang/Jasa (UKPBJ). Total kebutuhan anggaran untuk menuntaskan seluruh kerusakan sekolah di Badung mencapai Rp 247 miliar. Jumlah tersebut mencakup kekurangan dana 2025 sebesar Rp 21 miliar dan kebutuhan usulan tahun 2026 sebesar Rp 113 miliar. “Jadi, total sampai dengan kegiatan yang sudah direncanakan sampai dengan 2026, kami masih kekurangan Rp 134 miliar kalau ingin menyelesaikan total sekolah‑sekolah yang rusak. Kebutuhan usulan 2026 butuh Rp 113 miliar, ditambah pembangunan tertunda di tahun 2025 itu Rp 21 miliar, total semuanya Rp 247 miliar,” jelas Dwipayana.
Untuk jenjang SMP, Pemkab Badung memproyeksikan pembangunan ruang kelas baru (RKB) di empat sekolah dengan nilai Rp 59,5 miliar. Selain ruang kelas, dialokasikan juga Rp 6,7 miliar untuk pembangunan sarana prasarana utilitas di lima SMP.
Dengan langkah-langkah ini, Badung berusaha memperbaiki infrastruktur pendidikan yang rusak dan mempersiapkan fasilitas yang layak bagi generasi muda. Skala perbaikan ini menandai komitmen pemerintah kabupaten terhadap peningkatan kualitas pendidikan di wilayahnya, meski masih menghadapi kendala anggaran dan kondisi cuaca ekstrem yang sering menambah beban kerja.
Komentar
Memuat komentar...
Terkait
Klungkung Nyetujui Jalan Ida Dewa Agung Jambe Resmi
Kemacetan Meningkat di Kelurahan Kapal Mengwi Saat Galungan
76% Warga Badung Mengerti Pemilahan Sampah, Bupati Optimis
Satpol PP Badung Temukan Bangunan Kosong Anak Punk yang
PLN Peringat Penjor Dekat Jaringan Listrik, Jaga 2,5 M
Ditlantas Polda Bali Percepat & Sederhanakan Proses BPKB
Berita Terbaru
Indonesia Kalah 0‑1 di Semi AFF U‑19, Australia Ke Final
Arema FC Sempat Kehilangan Dalberto, Penyerang Brasil Berangkat
Australia 1-0 Indonesia: U-19 Kalah, Raih Final AFF 2026
Mbappe Target Rekor Piala Dunia 2026: Gol Lima dan Sejarah
Insta360 Lepas Luna Ultra 10 Juni 2026, Tantang DJI
Inna Sri Sugiati: Asinan Niekting UMKM Ramah Lingkungan
PLN Tegaskan Listrik Jawa Beroperasi, Tidak Ada Blackout
