Teheran Tegaskan Ketidakpercayaan AS di Kesepakatan Damai
Gambar atau konten salah?
Teheran, Iran sedang menghadapi krisis kepercayaan terhadap Amerika Serikat meski sudah ada kesepakatan damai. Kementerian Luar Negeri Iran menyatakan ketidakpercayaan tersebut secara terbuka.
Juru bicara kementerian, Esmaeil Baqaei, mengungkapkan bahwa ketidakpercayaan mendalam Iran terhadap Amerika Serikat berasal dari sejarah panjang kesalahan yang dilakukan oleh para pemimpin Amerika. Ia menambahkan bahwa Amerika Serikat masih memiliki jalan panjang sebelum dapat memperoleh kepercayaan rakyat Iran, kerangka kerja tersebut hanyalah langkah menuju pengurangan ketegangan.
Baqaei menjelaskan bahwa Washington telah berkomitmen untuk melepaskan dana Iran yang dibekukan di luar negeri serta memberikan kompensasi atas kerugian selama perang. Ia menegaskan bahwa pelepasan aset Iran yang dibekukan serta ganti rugi atas kerusakan adalah dua poin penting. Pihak Amerika telah berjanji untuk mengambil tindakan di kedua bidang tersebut.
Dalam kesepakatan tersebut, Iran akan mengelola Selat Hormuz, jalur utama pasokan minyak global yang telah diblokade sejak awal perang. Alih-alih mengenakan tol, Iran akan mengenakan biaya layanan maritim pada kapal yang melintasi jalur air tersebut. Baqaei menyatakan, kami selalu mempertahankan bahwa kami tidak berupaya untuk memungut tol transit, tetapi biaya untuk layanan navigasi, perlindungan lingkungan, asuransi kapal, dan layanan penting lainnya akan dikenakan.
Selain itu, Baqaei menegaskan bahwa Amerika Serikat harus memastikan Israel berkomitmen untuk menghentikan perang di Lebanon sesuai dengan kerangka kerja. Hal ini menjadi bagian penting dalam upaya menstabilkan kawasan.
Kerangka kerja membuka jalan bagi negosiasi selama 60 hari untuk kesepakatan akhir yang mencakup program nuklir Iran dan pencabutan sanksi lama. Baqaei berharap kesepakatan akhir akan disahkan oleh resolusi Dewan Keamanan PBB setelah periode tersebut.
Ia menambahkan bahwa Teheran akan belajar dari pengalaman masa lalu. Pengesahan resolusi akan sangat penting, namun jaminan paling efektif untuk implementasi komitmen apa pun terletak pada pengaruh dan kekuatan yang telah kita identifikasi selama tiga bulan terakhir.
Kesimpulannya, meski ada langkah konkret seperti pelepasan aset dan kompensasi, kepercayaan antara Iran dan Amerika Serikat masih jauh dari terwujud. Proses panjang dan persyaratan tambahan, termasuk pengawasan terhadap Israel, menandai tantangan utama dalam mencapai perdamaian berkelanjutan di kawasan tersebut.
Komentar
Memuat komentar...
Terkait
Kapolri Duduk Bareng Pecalang dan Ojol di Bali
Sensatia Raih Sertifikasi Bebas Kekejaman dari Cruelty Free International
Kampung Gelgel Klungkung tak punya calon kades
Bangkai Paus di Pantai Perancak Kembali Muncul
Ledakan Tabung Gas Hanguskan Warung Bakso, Tiga Luka Bakar
Klungkung Kekurangan 8.300 PJU, Nusa Penida Paling Parah
Berita Terbaru
Bahlil Bantah Pemadaman Listrik Terkait Pasokan Batu Bara
Harga Minyak US$100 Per Barel, Masyarakat Berbondong Beralih ke BBM Subsidi
Bahlil Buka Suara soal Badan Usaha Khusus Migas Baru
Bahlil soal Impor Migas: Cari Pemasok Termurah
Pemerintah Dorong Program B50 Berhasil, Kini Siap Kembangkan E50
Presiden Kirim Surat ke DPR untuk Bahas RUU Migas
Pemerintah Hidupkan 45.000 Sumur Rakyat dan Sumur Tua
Proyek Sampah Jadi Listrik Bogor Raya 1 Mulai Dibangun
Pertamina Percepat Produksi Migas Demi Target 1 Juta Barel
Pertamina EP Buka Suara soal Kasus BUMD Bekasi
