Balita Terjebak Kepala Kaleng Biskuit, Damkar Beraksi

Ayu W. · 2 min baca · 1 bulan lalu · 51 dibaca
Bisik.id
Balita Terjebak Kepala Kaleng Biskuit, Damkar Beraksi

Gambar atau konten salah?

Di kawasan Taman Plesiran, Kelurahan Cipaganti, Kecamatan Coblong, Kota Bandung, terjadi momen menegangkan pada Kamis (16 April 2026) malam. Seorang balita berusia satu tahun terjebak kepala di kaleng biskuit. Petugas pemadam kebakaran (damkar) segera datang untuk menolong.

Insiden tersebut diunggah di akun Instagram @infokebakaranbgd. Dalam potongan video, terlihat petugas damkar menggunakan berbagai alat untuk mengevakuasi kepala balita agar tidak terluka. Video itu menjadi bukti visual bahwa penyelamatan berlangsung lancar.

Setelah kaleng biskuit dipotong, balita berhasil dievakuasi dan kembali ke pelukan orang tuanya. Menjelaskan kronologi, Kepala Bidang Penyelamatan Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Disdamkartan) Kota Bandung, Immanuel Situmorang, mengatakan semua bermula saat balita bermain dengan kakaknya di rumah. Tanpa pengawasan orang tua, kakak tersebut tidak sengaja menekan kaleng biskuit ke kepala adiknya. Balita menangis kencang, menarik perhatian orang tua.

Orang tua mencoba memutus kaleng, namun gagal. “Meskipun telah dicoba beberapa kali, upaya tersebut tidak berhasil. Karena khawatir dan takut membahayakan, kemudian pelapor segera menghubungi Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kota Bandung UPTD Wilayah Bandung Utara untuk meminta bantuan,” kata Immanuel, Jumat (17 April 2026).

Tujuh menit kemudian, tim UPTD Wilayah Bandung Utara tiba di lokasi. Mereka langsung berkoordinasi dengan keluarga dan memulai penanganan pukul 20.35 WIB. Petugas menggunakan gerinda dan gunting untuk memotong bagian-bagian kaleng sehingga terlepas dari kepala bayi. Proses evakuasi berlangsung selama 1 jam 22 menit, sampai kaleng akhirnya terlepas. “Penanganan usai pada pukul 21.37 WIB,” pungkasnya.

Insiden ini menyoroti pentingnya pengawasan anak kecil di rumah. Meskipun situasi tampak sederhana, peran cepat dan terampil petugas damkar membuat perbedaan. Tim damkar menunjukkan prosedur yang hati-hati dan terstruktur, meminimalkan risiko luka pada balita.

Dengan hasil yang memuaskan, balita kembali bersama orang tuanya. Kejadian ini mengingatkan semua orang tentang bahaya benda kecil yang dapat menimbulkan cedera serius. Respons cepat dan koordinasi yang baik antara keluarga dan petugas damkar menjadi kunci penyelamatan yang berhasil.

Balita terjebak kalengPetugas DamkarKota BandungPenyelamatan cepatBenda kecil berbahayaKoordinasi keluargaInsiden Taman Plesiran

Komentar

Memuat komentar...