Balita Terjebak Kepala Kaleng Biskuit, Damkar Beraksi
Gambar atau konten salah?
Di kawasan Taman Plesiran, Kelurahan Cipaganti, Kecamatan Coblong, Kota Bandung, terjadi momen menegangkan pada Kamis (16 April 2026) malam. Seorang balita berusia satu tahun terjebak kepala di kaleng biskuit. Petugas pemadam kebakaran (damkar) segera datang untuk menolong.
Insiden tersebut diunggah di akun Instagram @infokebakaranbgd. Dalam potongan video, terlihat petugas damkar menggunakan berbagai alat untuk mengevakuasi kepala balita agar tidak terluka. Video itu menjadi bukti visual bahwa penyelamatan berlangsung lancar.
Setelah kaleng biskuit dipotong, balita berhasil dievakuasi dan kembali ke pelukan orang tuanya. Menjelaskan kronologi, Kepala Bidang Penyelamatan Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Disdamkartan) Kota Bandung, Immanuel Situmorang, mengatakan semua bermula saat balita bermain dengan kakaknya di rumah. Tanpa pengawasan orang tua, kakak tersebut tidak sengaja menekan kaleng biskuit ke kepala adiknya. Balita menangis kencang, menarik perhatian orang tua.
Orang tua mencoba memutus kaleng, namun gagal. “Meskipun telah dicoba beberapa kali, upaya tersebut tidak berhasil. Karena khawatir dan takut membahayakan, kemudian pelapor segera menghubungi Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kota Bandung UPTD Wilayah Bandung Utara untuk meminta bantuan,” kata Immanuel, Jumat (17 April 2026).
Tujuh menit kemudian, tim UPTD Wilayah Bandung Utara tiba di lokasi. Mereka langsung berkoordinasi dengan keluarga dan memulai penanganan pukul 20.35 WIB. Petugas menggunakan gerinda dan gunting untuk memotong bagian-bagian kaleng sehingga terlepas dari kepala bayi. Proses evakuasi berlangsung selama 1 jam 22 menit, sampai kaleng akhirnya terlepas. “Penanganan usai pada pukul 21.37 WIB,” pungkasnya.
Insiden ini menyoroti pentingnya pengawasan anak kecil di rumah. Meskipun situasi tampak sederhana, peran cepat dan terampil petugas damkar membuat perbedaan. Tim damkar menunjukkan prosedur yang hati-hati dan terstruktur, meminimalkan risiko luka pada balita.
Dengan hasil yang memuaskan, balita kembali bersama orang tuanya. Kejadian ini mengingatkan semua orang tentang bahaya benda kecil yang dapat menimbulkan cedera serius. Respons cepat dan koordinasi yang baik antara keluarga dan petugas damkar menjadi kunci penyelamatan yang berhasil.
Komentar
Memuat komentar...
Terkait
Kementerian Sosial Buka 5.127 Posisi PPPK Guru Sekolah Rakyat 2026
Ayi Solehudin Ditemukan di Gunung Salak setelah 2,5 Tahun
Silmy Karim Serahkan Diri ke KPK, Ternyata Miliki Aset Berlimpah
Rupiah Jatuh 14.000, Pasar Saham Turun 4.1%, Risiko Kredit
Dolar AS Kembali Menguat, Rupiah Turun di Bawah Rp18.000
Gaji Ke-13 2026: Mulai Bayar ASN, TNI, Polri, Pensiunan
Berita Terbaru
Pasangan Ganda Indonesia Kalah di Indonesia Open, Siap Dunia
Harga Emas Antam Palembang Turun Rp2,759.000 per Gram
Harga Emas Antam Medan Turun Rp15.000 per Gram di Medan
Sekolah Jember Siapkan Lapangan Sepak Bola Internasional
Kementerian Sosial Buka 5.127 Posisi PPPK Guru Sekolah Rakyat 2026
BKN Tegaskan Poster CPNS 2026 Hoaks, Cek Sumber Resmi
Kementerian Lingkungan Target Turunkan Emisi CO2 15% 2025
Korea Selatan & Panama Menang Uji Coba Piala Dunia 2026
