Balita Tewas Dipatuk Ular Weling Saat Tidur

Dedi S. · 2 min baca · Baru saja · 1 dibaca
Bisik.id
Balita Tewas Dipatuk Ular Weling Saat Tidur

Gambar atau konten salah?

Seorang anak laki-laki berusia lima tahun, yang diketahui bernama Muhammad Khoirul Anam (MKA), meninggal dunia setelah dipatuk ular weling di Desa Mesoyi, Kecamatan Talun, Kabupaten Pekalongan. Racun dari ular itu bekerja cepat. Hanya dalam waktu sekitar empat jam, nyawa korban tidak tertolong.

Kapolsek Talun, Iptu Heru, mengatakan bahwa korban sempat dilarikan ke rumah sakit. Namun, nyawanya tidak bisa diselamatkan. "Seorang anak meninggal usai digigit ular. Sempat dibawa ke rumah sakit, namun meninggal dunia. Korban tadi pagi sekitar pukul 09.00 WIB, sudah dimakamkan," ujar Heru pada Minggu, 5 Juli 2026.

Kejadian ini berlangsung pada dini hari. Sekretaris Desa Mesoyi, Andri Kurniawan, menjelaskan bahwa korban digigit sekitar pukul 01.00 WIB saat sedang tidur. "Korban atas nama Muhammad Khoirul Anam, usia sekitar lima tahun. Kejadiannya sekitar pukul satu dini hari saat korban sedang tidur di rumah," kata Andri.

Keluarga segera membawa korban ke RSUD Kajen. Di sana, tim medis berusaha memberikan pertolongan. Namun, sekitar pukul 04.00 WIB, korban dinyatakan meninggal dunia. Jenazah kemudian dibawa pulang ke rumah duka pada pukul 06.30 WIB. Pemakaman dilakukan di tempat pemakaman desa sekitar pukul 09.00 WIB.

Andri menambahkan, rumah korban terletak di area perkampungan. Tapi lokasinya dekat dengan kebun warga. Menurutnya, ini adalah kasus pertama di Desa Mesoyi di mana seseorang meninggal akibat gigitan ular. "Rumahnya berada di perkampungan, tetapi dekat dengan kebun warga. Setahu kami, ini pertama kali terjadi kejadian seperti ini di Talun," ujarnya.

Paman korban, Yanto, menceritakan bagaimana ular itu bisa masuk ke dalam rumah. Dugaan sementara, ular weling itu sedang mengejar seekor kadal. "Katanya ada ular masuk rumah dan menangkap kadal. Kadalnya lepas, lalu mungkin ular itu mendekati keponakan saya yang sedang tidur di ruang tengah depan TV bersama simbahnya," kata Yanto.

Saat itu, korban sedang tidur di ruang tengah. Yanto menduga, tanpa sengaja, keponakannya itu menyentuh ular weling. Akibatnya, kaki korban langsung dipagut.

Humas RSUD Kajen, Hanung, menjelaskan kondisi korban saat tiba di Instalasi Gawat Darurat (IGD). "Pasien memang tiba di IGD dalam kondisi penurunan kesadaran," kata Hanung saat dihubungi pada Senin, 6 Juli 2026.

Pihak rumah sakit sempat memberikan serum antibisa kepada korban. "Sudah (sudah diberi antibisa)," imbuh Hanung. Ia juga menegaskan bahwa stok antibisa di RSUD Kajen tidak ada masalah. "Untuk anti bisa ular tidak ada kendala, dalam penanganan gigitan ular semua faskes saling berkoordinasi baik dari tingkat nasional, provinsi, kabupaten sampai ke tingkat faskes tingkat pertama," ungkapnya.

Hanung menambahkan, MKA atau Anam menjadi pasien ke-46 kasus gigitan ular di Pekalongan sepanjang tahun 2026. "Di tahun 2026 sampai kemarin, data gigitan ular 46 orang. Dari jumlah itu, 9 pasien rawat jalan dan 36 rawat inap serta 1 meninggal," kata Hanung.

Peristiwa ini menjadi pengingat bahwa bahaya bisa datang dari mana saja, bahkan saat tidur di rumah sendiri. Meski angka gigitan ular di Pekalongan terbilang tinggi, kasus yang berujung pada kematian masih jarang terjadi. Dari 46 kasus yang tercatat sepanjang 2026, hanya satu yang meninggal dunia.

gigitan ularular welinganak meninggalPekalonganserum antibisaRSUD KajenDesa Mesoyi

Komentar

Memuat komentar...