Pemuda Pekalongan Tewas Bersimbah Darah di Kamar Mandi
Gambar atau konten salah?
Seorang pemuda berinisial DF (20) ditemukan tewas di bagian belakang rumahnya yang berlokasi di Dukuh Wurawari Kidul, Desa Kebonsari, Kecamatan Karangdadap, Kabupaten Pekalongan. Korban memiliki luka sayatan di bagian leher. Warga sekitar menggambarkan DF sebagai pribadi yang sangat tertutup.
Rumah yang cukup besar dan berada persis di pinggir jalan raya Karangdadap itu tampak sepi saat dilihat pada Senin, 06 Juli 2026 sore. Menurut keterangan warga, selama dua tahun terakhir hampir tidak ada yang tahu aktivitas penghuni rumah tersebut. Kondisi itu dimulai sejak kakek korban meninggal dunia.
Seorang warga bernama Muchalis (55) menceritakan bahwa orang tua DF sudah bercerai sejak lima tahun lalu. Ayah DF bekerja sebagai pelaut dan pergi berlayar, sementara ibu DF kembali tinggal bersama orang tuanya dengan membawa anak bungsu. DF sendiri tinggal bersama tiga saudara kandungnya lainnya dan kakek mereka di rumah tersebut.
"Kondisi rumah besar itu memang setiap hari sepi. Orang tuanya sudah berpisah lama, sekitar lima tahun yang lalu. Ayahnya pergi ke Kalimantan, ibunya kembali ke kampung halamannya dekat situ," kata Muchalis.
Muchalis melanjutkan, setelah kakek DF meninggal dua tahun lalu, rumah itu praktis tidak terawat lagi. "Almarhum (DF) jarang di rumah, kerjanya di kapal. Tertutup terus sepi, rumahnya. Bapaknya juga kapal (Kalimantan). Sebelumnya pas masih ada kakeknya rumah masih terawat, hidup bermasyarakat, simbahnya tidak ada, ya sepi. Nggak terawat," jelasnya.
"Simbahnya meninggal sekitar 2 tahun yang lalu. Kemudian seperti hidup sendiri-sendiri, tidak terurus karena ditinggal orang tua dan simbahnya yang awalnya mengendalikan," tambahnya.
Muchalis juga mengungkapkan bahwa warga baru mengetahui DF sudah berada di rumah saat mendengar kabar kematiannya. "Yang kita tahu almarhum itu kerja di kapal, pulangnya kapan tidak tahu," jelasnya.
Jenazah DF dimakamkan pada Minggu malam, 05 Juli 2026, setelah menjalani autopsi oleh tim DVI Polda Jawa Tengah. Kepala Desa Kebonsari, Retno, membenarkan hal tersebut melalui pesan singkat pada Senin, 06 Juli 2026. "Semalam sudah dimakamkan," katanya.
Seorang teman dekat korban, M Zaenurrijal (25), warga Pegandon, mengaku kaget mendengar kabar duka tersebut. Ia terakhir bertemu DF sekitar lima hari sebelumnya. "Saya, bertemu terakhir itu sekitar 4 atau 5 hari yang lalu," kata Zaenurrijal.
Zaenurrijal tidak melihat keanehan pada DF saat itu. Ia juga tidak pernah mendengar DF menceritakan masalah pribadi yang sedang dihadapi. "Saya kurang paham sih kalau dengan masalah pribadi. Dia soalnya enggak... jarang cerita sama saya, jarang cerita pribadi," ungkapnya.
"Kalau keseharian dia ya paling nongkrong biasa. Sehabis pulang (jadi ABK) itu nongkrong biasa, sama teman-teman, kumpul," imbuhnya.
Belakangan ini, DF diketahui tidak bekerja sebagai anak buah kapal (ABK) dan lebih banyak menghabiskan waktu di rumah. "Tinggal sama kakaknya di rumah. Ada kakak laki-lakinya satu, kakak perempuannya dua," ucap Zaenurrijal.
Zaenurrijal mendengar informasi bahwa temannya tewas dengan leher tersayat pada Minggu pagi, 05 Juli 2026. Ia langsung menuju rumah duka setelah mendapat kabar dari ibunya. "Dengar sekitar jam 9-an, itu baru pulang kerja. Sampai rumah dikabarin sama ibu saya, langsung saya kaget," kata Zaenurrijal.
Menurut Zaenurrijal, DF memang dikenal sangat tertutup soal persoalan pribadi. Namun, ia pernah mendapat cerita dari DF tentang pengalamannya menjadi ABK. "Dulu pernah sih, habis Lebaran itu cerita sempat ada, ya kalau di masalah di kapal paling... apa, berantem... perselisihan dikit berantem, terus baikan lagi, berantem lagi, baikan," ungkapnya.
Soal masalah keluarga atau hubungan asmara, DF tidak pernah menceritakan apa pun kepada Zaenurrijal. "Enggak tahu kalau itu. Enggak ada cerita, tidak pernah cerita soal itu," jelasnya.
Zaenurrijal tidak mengetahui apakah ada teman-teman DF yang datang ke rumah korban sebelum ia ditemukan tewas. Ia hanya mendengar kabar dari orang lain. Saat kejadian, Zaenurrijal masih bekerja dan baru pulang pada pagi hari. Bahkan, kakak korban pun tidak mengenali siapa saja tamu yang datang malam itu. "Enggak tahu, saya pun kerja malam. Kayaknya (tamu) teman baru, kemungkinan teman waktu kerja di kapal. Kakaknya saja katanya tidak kenal," jelasnya.
Korban memang jarang berada di rumah karena pekerjaannya sebagai ABK. "Dia jarang di rumah, paling pulang sekitar enam bulan sekali karena kerja di kapal," jelas Zaenurrijal.
Sebelumnya, seorang pria muda ditemukan bersimbah darah di kamar mandi belakang rumah. Jasad tersebut pertama kali ditemukan oleh kakak korban saat hendak mengambil air wudhu pada Minggu, 05 Juli 2026, waktu subuh.
Kematian DF menyisakan banyak pertanyaan. Sosok yang dikenal tertutup dan jarang berinteraksi dengan warga ini ditemukan tewas dengan luka sayat di leher. Keluarga yang berantakan—orang tua bercerai, kakek meninggal—membuat DF dan saudara-saudaranya hidup tanpa pengawasan orang dewasa. Rumah besar yang dulunya terawat kini menjadi sepi dan tidak terurus. Polisi masih melakukan penyelidikan lebih lanjut untuk mengungkap penyebab pasti kematian pemuda tersebut.
Komentar
Memuat komentar...
Terkait
BonCengan Motor Jatuh, Tertabrak Truk Tronton, Wanita Tewas
Camat Boyolali Dilaporkan Kirim Video Porno ke Mantan Karyawati
Ibu Cegah Truk Bawa Kabur Anak di SPBU Rembang
Jembatan Bambu Sambung Sukoharjo-Solo
Empat Pelaku Serangan di Pati Menyerahkan Diri
Jembatan Cawas Ditutup Mulai Jumat, Cari Jalur Alternatif
Berita Terbaru
Sidak Toko Miras di Mojokerto, 24 Tempat Langgar Aturan
Perempatfinal Piala Dunia: Kawan Jadi Lawan
Registrasi SIM Baru Wajib Face Recognition Mulai Juli 2026
Prabowo Jamin Kebebasan Berlayar di Selat Malaka
Diet Ekstrem Bikin BB Turun 35 kg, Naik Lagi 50 kg
Pariwisata Pulih, Tapi Gejolak Konflik dan Cuaca Mengintai
Inggris Kalahkan Meksiko 3-2 Meski Main dengan 10 Orang