Ibu Cegah Truk Bawa Kabur Anak di SPBU Rembang

Putri N. · 2 min baca · Baru saja · 1 dibaca
Bisik.id
Ibu Cegah Truk Bawa Kabur Anak di SPBU Rembang

Gambar atau konten salah?

Sebuah video memperlihatkan keributan di SPBU Pamotan, Kabupaten Rembang, viral di media sosial. Dalam rekaman yang diunggah akun Instagram @radarrembang, tampak seorang perempuan berteriak dan berusaha menghentikan sebuah truk pada malam hari. Peristiwa itu menarik perhatian warga dan petugas SPBU yang ada di lokasi.

Video tersebut menunjukkan perempuan itu berdiri di depan truk sambil berteriak. Beberapa warga dan petugas SPBU terlihat menyaksikan kejadian tersebut. Unggahan itu kemudian ramai diperbincangkan setelah muncul klarifikasi dari seorang perempuan yang mengaku sebagai sosok dalam video.

Perempuan dengan akun Instagram @ulyafidhiana_29 menyebut keributan terjadi karena mantan suaminya diduga hendak membawa anak mereka yang masih berusia 6 tahun tanpa persetujuannya. Menurutnya, sang mantan suami akan membawa anak tersebut dari Pamotan menuju Sumenep.

"Itu saya yang di video guys. Mohon maaf sebelumnya sudah bikin gaduh di pom. Kronologinya pelaku (mantan suami) mau membawa kabur anak saya yang masih berusia 6 tahun, mau dibawa dari Pamotan-Sumenep tanpa pengawalan dari saya maupun orang tua saya," tulisnya di kolom komentar unggahan @radarrembang.

Ia mengaku anaknya sempat dibawa masuk ke dalam truk dan pintunya ditutup. Ia juga mengklaim ibunya sempat terbawa hingga sekitar 700 meter sebelum akhirnya terjatuh. Menurutnya, ia hanya berusaha mempertahankan hak asuh anaknya.

Sementara itu Kapolsek Pamotan AKP M. Sulhan Mulyadi membenarkan adanya peristiwa tersebut. Berdasarkan hasil pengecekan di lokasi dan informasi petugas piket, keributan dipicu persoalan keluarga antara sopir truk dengan istrinya yang telah pisah ranjang.

"Itu kejadian Sabtu (4 Juli 2026) malam. Dipicu masalah keluarga antara sopir dengan istrinya yang sudah pisah ranjang. Suaminya orang Madura tinggal di Madura, sedangkan istrinya warga Desa Joho, Kecamatan Pamotan. Keduanya memiliki seorang anak laki-laki berusia 6 tahun," kata Sulhan, Senin (6 Juli 2026).

Sulhan menjelaskan, sopir truk yang bekerja melayani rute Madura-Jawa Tengah disebut sudah beberapa bulan tidak bertemu anaknya. Saat melintas di wilayah Lasem, keduanya sepakat bertemu di SPBU Pamotan.

Saat pertemuan itu, anak mereka diajak masuk ke dalam truk. Tak lama kemudian pintu truk ditutup dan kendaraan melaju. Melihat hal itu, sang istri panik dan melempari kaca truk menggunakan batu, namun truk tetap melanjutkan perjalanan.

"Selang sekitar satu setengah jam kemudian, suami menghubungi istrinya melalui pesan singkat dan memberitahukan bahwa anaknya berada di lampu merah Sulang untuk diambil. Selanjutnya istri bersama ibunya menuju ke Sulang dan menjemput anak tersebut," jelasnya.

Meski sempat memicu keributan dan viral di media sosial, polisi memastikan peristiwa tersebut merupakan persoalan internal keluarga. Hingga kini tidak ada laporan resmi yang masuk ke Polsek Pamotan terkait kejadian tersebut.

Peristiwa ini menunjukkan bagaimana persoalan hak asuh anak bisa memicu tindakan emosional di ruang publik. Kedua orang tua yang sudah berpisah memiliki cara berbeda dalam menyelesaikan masalah, dan dalam kasus ini, pertemuan di SPBU berujung pada keributan yang terekam kamera. Anak berusia 6 tahun menjadi pusat dari ketegangan antara mantan suami dan istri yang sudah pisah ranjang. Meski sempat dibawa, anak tersebut akhirnya dikembalikan dan dijemput oleh ibu serta neneknya di lokasi yang telah disepakati.

keributan SPBUviralhak asuh anakRembangmantan suamiperempuan berteriakanak dibawa kabur

Komentar

Memuat komentar...