Bandung: Gaji Guru Honorer Akhirnya Dibayarkan Mei 2026

Bambang W. · 2 min baca · 1 bulan lalu · 51 dibaca
Bisik.id
Bandung: Gaji Guru Honorer Akhirnya Dibayarkan Mei 2026

Gambar atau konten salah?

Ribuan guru honorer di Kota Bandung kini menghadapi ketidakpastian gaji sejak Januari 2026. 3.144 tenaga pendidik belum menerima upah yang seharusnya, menambah beban ekonomi bagi para pendidik.

Di antara mereka, Muhamad Salman Nasir adalah guru pendidikan agama Islam (PAI) di SDN 093 Tunas Harapan Cijerah, Cijerah. Pada awalnya, ia harus meminjam uang dari kepala sekolahnya agar dapat bertahan hidup. Situasi ini memaksa Salman dan rekan-rekannya untuk mencari cara agar tetap dapat melaksanakan tugasnya di lapangan.

Berita baik datang ketika Wali Kota Bandung Muhammad Farhan mengumumkan bahwa gaji guru honorer akan dirampungkan pada pekan ini dan mulai dicairkan pada Mei 2026. Hal ini membuat para guru merasa lebih tenang, karena sudah ada pernyataan resmi yang menjanjikan pembayaran gaji.

"Kalau bilang butuh, ya pasti butuh banget. Cuma bedanya, kalau dari yang sebelumnya sama yang sekarang mah justru eh teman-teman sedikit lebih tenang. Karena sudah ada pernyataan resmi dari Pak Wali soal gaji honorer yang segera cair empat bulan," ujar Salman pada 27 April 2026.

Selama menunggu, Salman beruntung mendapat honor tunjangan profesi guru (TPG) selama tiga bulan pada akhir tahun 2025, sebesar Rp 6 juta. Tunjangan tersebut cukup menutupi biaya hidupnya hingga 28 Februari 2026. Namun, pada Maret 2026, ketidakpastian kembali muncul ketika gaji guru honorer tidak dapat dicairkan karena kendala aturan, meski anggaran sebesar Rp 51 miliar telah disiapkan.

Situasi semakin tegang pada bulan Ramadan menuju Hari Raya Idulfitri 2026. Salman kembali beruntung ketika kepala sekolahnya menawarkan pinjaman uang. "Pas bulan Maret, memang agak berat. Apalagi mau lebaran dan lain-lain, teman-teman itu menjerit. Tapi kalau saya akhirnya, kebetulan ibu kepala sekolahnya nawarin ke saya. Mau dana talang enggak? Alhamdulillah, ya udah. Saya pakai aja," katanya.

Namun, banyak rekan guru honorer yang tidak seberuntung Salman. Mereka harus menjadi driver ojek online untuk mendapatkan penghasilan tambahan bagi keluarga. "Kalau saya mah kan dapat pinjaman, kalau yang lain banyak kang yang ngojol. Banyak banget itu," jelas Salman.

Salman mengungkapkan bahwa guru honorer di Kota Bandung biasanya menerima penghasilan antara Rp 3,5 juta hingga Rp 4 juta per bulan. Penghasilan ini berasal dari gaji bulanan ditambah TPG, yang sering dibayarkan setiap tiga bulan sekali.

Ia berharap gaji guru honorer segera dicairkan dan mengekspresikan harapannya agar pemerintah melakukan revisi Undang‑Undang ASN. "Ya kalau harapan mah ya secepatnya cair lah. Kalau misalnya bisa besok, Alhamdulillah. Karena memang sudah ditunggu pisan ya Kang ya sama teman-teman juga," ujarnya. "Sama satu lagi, kalau dari beberapa teman sih semoga ada revisi Undang‑undang ASN yah. Karena memang kenyataannya honorer itu masih ada. Setiap tahun kan ada pegawai yang pensiun, siapa yang mau ganti? Sementara kuota PPPK juga kan belum memadai nih. Jadi mudah-mudahan ada revisi soal undang‑undang ini," pungkasnya.

Keputusan Wali Kota untuk menuntaskan pembayaran gaji guru honorer menandai langkah penting dalam menanggapi ketidakpastian yang telah lama mengganggu ribuan pendidik di Bandung. Dengan adanya rencana pencairan gaji pada Mei 2026, para guru dapat kembali fokus pada tugas mengajar, sementara revisi Undang‑Undang ASN diharapkan dapat memperkuat status dan kesejahteraan guru honorer di masa depan.

guru honorergajiketidakpastianBandungTPGrevisi Undang‑Undang ASN

Komentar

Memuat komentar...