Bandung Rencanakan Data Pendatang Pasca Idul Fitri 2026

Yanto K. · 2 min baca · 2 bulan lalu · 34 dibaca
Bisik.id
Bandung Rencanakan Data Pendatang Pasca Idul Fitri 2026

Gambar atau konten salah?

Idul Fitri 1447 Hijriyah hampir selesai, warga yang mudik akan segera kembali ke rumah masing-masing. Setelah perayaan, kota-kota besar menjadi tujuan bagi mereka yang ingin mencari peluang baru. Bandung termasuk kota yang diprediksi akan menarik banyak pendatang.

Komisi IV DPRD Kota Bandung, yang menangani kesejahteraan rakyat, mengajak para pendatang untuk memiliki tujuan jelas dan siap bersedia data.

Perbincangan berlangsung pada hari Selasa, 24 Maret 2026.

Iman Lestariyono mengatakan: "Yang pertama, pastikan bahwa warga di luar Bandung ketika ke Bandung itu Itu sudah punya tujuan yang jelas. Nah, yang kedua, mau tidak mau juga mereka siap-siap untuk dilakukan pendataan,"

Ia menekankan pentingnya data agar perencanaan dapat diatur dengan baik.

Komisi IV DPRD Kota Bandung telah menggelar rapat bersama Disdukcapil Kota Bandung untuk merencanakan proses pendataan.

"Jadi, pendataan ini akan kita lakukan untuk mengetahui sebetulnya apakah ada pertambahan secara warga yang memang menetap di Kota Bandung. Yang harapannya memang kalau sudah ada rencana tinggal agak lama, minimal ada KTP sementara agar semuanya juga terdata dengan jelas," ungkapnya.

Rencana pendataan akan membantu pemerintah mengetahui apakah ada peningkatan penduduk tetap di Bandung. KTP sementara menjadi alat penting untuk mencatat identitas pendatang.

Sementara itu, Iman mengingatkan tentang ketidakpastian ekonomi, PHK, dan kekurangan tenaga kerja. Kompetisi akan semakin ketat.

"Kemudian juga antisipasi yang lain ya, siap-siap nih dengan kondisi ekonomi kita yang tidak baik-baik saja ya. Isu PHK, isu minimnya tenaga kerja lapangan, ini akan membuat kompetisinya semakin kuat. Dan Kota Bandung enggak punya apa-apa yang sifatnya sumber daya alam gitu," ujarnya.

Sebagai kota jasa, Bandung harus memulai pelayanan dengan sikap santun. Kinerja dan kemampuan soft skill serta hard skill harus ditonjolkan.

"Sebagai kota jasa, ya satu-satunya pelayanan yang bisa kita lakukan adalah ya diawali dengan sikap santun someah itu. Itu kesan awal, selebihnya kita tunjukkan kinerja Kota Bandung kapasitasnya, baik soft skill atau hard skill-nya memang layak bermitra dengan siapapun," tambahnya.

Iman juga menekankan pentingnya menjaga keharmonisan dan prinsip someah hade ka semah di antara pendatang dan penduduk asli.

"Di mana pun kita berada, terkhusus warga luar yang mau ke Kota Bandung, ini akan menjadi tempat tinggal bersama. Siapa lagi yang harus menyayangi kalau bukan kita. Terlepas itu adalah orang Sunda ataupun orang Jawa. Ketika dia tinggal di Bandung, maka Kota Bandung menjadi milik kita bersama," katanya.

Ia berharap Bandung menjadi kota yang dimiliki semua, tanpa sekat, dengan semangat bersama.

"Pun orang Bandung yang pergi keluar juga banyak dikenal orang Kota Bandung ini orang yang bisa diterima ya di setiap wilayah yang ada di Indonesia. Kita berharap Kota Bandung menjadi kota yang milik semua. Harapannya tidak ada sekat-sekat tapi pada prinsipnya semangat bersamanya, semangat membangun Kota Bandung lebih baik dan dimulai kebaikan itu dari individu-individu yang berdomisili atau tinggal di Kota Bandung," pungkasnya.

Dengan langkah-langkah ini, Bandung berusaha menjaga keseimbangan antara pertumbuhan penduduk dan kualitas pelayanan, sambil menekankan nilai kebersamaan dan profesionalisme.

Idul FitriBandungpendataanKTP sementaraPHKsoft skillkeharmonisan

Komentar

Memuat komentar...