RSUD Tasikmalaya Perpanjang Jam Jiwa Menangani Pasien Meningkat
Gambar atau konten salah?
Di kota Tasikmalaya, banyak orang datang ke RSUD dr. Soekardjo dengan latar belakang yang berbeda. Beberapa adalah pekerja, pencari nafkah keluarga, dan warga yang menghadapi masalah rumah tangga. Meskipun tampak biasa, mereka semua mengalami tekanan hidup yang akhirnya menimbulkan gangguan kesehatan mental.
Wakil Direktur Pelayanan Titie Purwaningsari mengungkapkan bahwa kunjungan pasien dengan gangguan jiwa di rumah sakit ini telah mengalami kenaikan signifikan. “Kenaikan ini bukan sekadar angka. Dalam dua tahun terakhir, kedatangan warga yang membutuhkan penanganan medis terkait kesehatan mental terus merangkak naik, hingga menyebabkan waktu pelayanan di rumah sakit harus diperpanjang,” ujarnya.
Karena lonjakan pasien, jam operasional penanganan harus diperpanjang. Sebelumnya, layanan bisa diselesaikan sampai siang, namun kini dokter spesialis harus bersiaga hingga sore hari. “Dulu praktik dokter jiwa hanya berlangsung setengah hari. Sekarang layanan berlangsung hingga sore hari. Bahkan, sehari kami bisa melayani sekitar 60 pasien dan sebagian besar berasal dari kelompok usia produktif,” kata Titie, Kamis (11/6/2026).
Fenomena ini dipandang seperti gunung es, karena banyak penderita yang baru datang setelah kondisi psikologisnya memburuk. Mereka datang dengan keluhan beban ekonomi, masalah keluarga, hingga tekanan kerja. “Stres sering berkembang tanpa disadari. Ketika keluarga mengetahui kondisinya, masalah yang dialami pasien sudah cukup serius,” tambah Titie.
Untuk menekan laju pertambahan pasien dengan kondisi parah, Titie menyerukan keterlibatan aktif masyarakat dalam melakukan deteksi dini. Kepedulian orang-orang dan lingkungan terdekat menjadi cara efektif agar ruang perawatan tidak semakin penuh oleh pasien dengan kondisi psikologis tingkat berat. Masyarakat diminta tanggap dan langsung membawa kerabat mereka ke fasilitas kesehatan terdekat jika melihat gejala perubahan perilaku yang mencurigakan. “Penanganan sejak dini dapat mencegah kondisi menjadi lebih buruk dan mengurangi risiko terjadinya tindakan yang membahayakan diri sendiri maupun orang lain,” kata Titie.
Lonjakan pasien juga menekan pelayanan RSUD dr. Soekardjo. Rumah sakit milik Pemkot Tasikmalaya ini hanya memiliki seorang dokter spesialis jiwa. Selain itu, fasilitas poli rawat jalan masih dalam kondisi darurat akibat proyek pembangunan gedung yang mangkrak. Pelayanan poliklinik dilakukan di ruang-ruang yang sebenarnya diperuntukkan bagi rawat inap. “RSUD dr Soekardjo satu-satunya rumah sakit yang belum memiliki poli rawat jalan yang representatif,” kata Titie.
Menanggapi situasi tersebut, Titie menambahkan bahwa pihak RSUD dr. Soekardjo sudah memproyeksikan layanan kesehatan jiwa sebagai program unggulan. Perencanaannya telah matang, dan mereka berharap program tersebut dapat terealisasi pada tahun 2027. “Kami sudah mengajukan pengembangan layanan unggulan kesehatan jiwa. Kami berharap program tersebut dapat terealisasi pada tahun 2027,” kata Titie.
Dengan kondisi yang semakin menuntut, rumah sakit ini menegaskan pentingnya deteksi dini dan dukungan masyarakat. Keterbatasan tenaga medis dan fasilitas menjadi tantangan utama, sementara rencana program unggulan diharapkan dapat memperkuat layanan kesehatan jiwa di masa depan.
Komentar
Memuat komentar...
Terkait
Berita Terbaru
Unduh Gratis 50 Poster Tahun Baru Islam 1448 H Sekarang
Doa Akhir Tahun 1448 Hijriah: Cara Membaca & Makna
Grup Facebook Gay Gresik Bawa Penyebaran HIV 26% baru
Prof. Budi: BPA di Galon Air Mendorong Pubertas Dini
Gejala Hati Terganggu: Mulai Dari Gatal hingga Kuning Mata
BPOM Atur 5 Langkah Menurunkan Beban Farmasi Rupiah Turun
Ceker Ayam: Lunak, Pedas, Ekonomis, Penuh Protein Sehari
Kopi Jawa: Sejarah, Asal‑Mula, dan Peran Globalnya Milenial
Yamaha Luncurkan MX King 150 Livery Prima Pramac, 2.000 Unit
Mourinho Resmi Jadi Pelatih Real Madrid, Kontrak 3 Tahun