Bangkok Dapat Gelombang Panas Ekstrem, BMA Peringatkan
Gambar atau konten salah?
Bangkok, Thailand, kembali diserang gelombang panas ekstrem. Pemerintah kota mengumumkan peringatan darurat setelah indeks panas mencapai level sangat berbahaya, menimbulkan kekhawatiran tentang risiko penyakit akibat panas.
Bangkok Metropolitan Administration (BMA) mengimbau warga untuk menghindari aktivitas di luar ruangan. Kondisi cuaca saat ini dapat menimbulkan gangguan kesehatan serius, termasuk serangan panas atau heatstroke.
Pada 04 Mei 2026, suhu di kota tersebut dilaporkan melampaui 52 derajat Celsius. BMA menegaskan bahwa indeks panas telah berada di kisaran berbahaya yang dapat memengaruhi masyarakat luas, terutama kelompok rentan seperti lansia, anak-anak, dan orang dengan penyakit penyerta.
Departemen Lingkungan BMA membagi indeks panas menjadi empat tingkat risiko. Jika suhu panas melampaui atau sama dengan 52 derajat Celsius, itu dianggap bahaya ekstrem dan semua aktivitas di luar ruangan harus dihentikan. Otoritas menekankan bahwa paparan panas dalam waktu lama dapat memicu komplikasi yang mengancam jiwa, sehingga masyarakat diminta membatasi aktivitas di luar ruangan seminimal mungkin.
Gejala serangan panas yang harus diwaspadai meliputi pusing, pingsan, mual, kelelahan ekstrem, hingga kondisi lebih serius seperti tidak berkeringat meski tubuh terasa sangat panas. Siapa pun yang mengalami gejala tersebut diminta segera mencari pertolongan medis.
Indeks panas sendiri adalah suhu yang dirasakan tubuh, hasil kombinasi antara suhu udara dan kelembapan. Dalam kondisi kelembapan tinggi, tubuh sulit mendinginkan diri melalui keringat, sehingga panas terasa lebih menyengat dibandingkan angka suhu sebenarnya.
Untuk memantau kondisi terkini, warga diimbau mengikuti pembaruan resmi melalui situs dan aplikasi AirBKK, yang menyediakan informasi lingkungan secara real‑time. Pihak berwenang menegaskan bahwa kewaspadaan menjadi kunci utama di tengah cuaca ekstrem ini.
Risiko serangan panas dan gangguan kesehatan lain masih tinggi, sehingga langkah pencegahan tidak boleh diabaikan. Warga disarankan tetap terhidrasi, memakai pakaian ringan, dan mencari tempat teduh saat suhu mencapai puncak.
Dengan kondisi ini, penting bagi penduduk Bangkok untuk tetap waspada dan mengikuti arahan BMA guna mengurangi risiko kesehatan yang dapat timbul akibat gelombang panas ekstrem.
Komentar
Memuat komentar...
Terkait
Kasus COVID-19 China Melonjak Tiga Kali Lipat pada Juni 2026
Alasan Australia Tolak Daun Kelor sebagai Pangan Sehari-hari
Gelombang Panas Tewaskan 2.700 Orang di Inggris & Wales
Menu Makan Harry Kane: Salmon, Nasi, dan Salad
Uji Ketajaman Mata: Temukan Objek Tersembunyi
7 Makanan Atasi Wajah Bengkak Tanpa Diet Ekstrem
Berita Terbaru
Harga Batu Bara Juli 2026 Naik di Sebagian Besar Kategori
Iran Minta Houthi Siap Tutup Laut Merah, Dua Jalur Minyak Terancam
Pertamina Bantah Keras Transporter Mogok Salurkan BBM
Penjualan Batu Bara Sitaan Negara Raup Rp20 Miliar
Antrean SPBU Sumut Mulai Normal, Stok BBM Aman
Antrean BBM di Medan Mulai Terurai
Harga Minyak RI Anjlok Drastis ke US$83,45 per Barel
Serangan Iran di Selat Hormuz, Lalu Lintas Kapal Anjlok
MSCI Perketat Aturan Saham 'Murah' Mulai Agustus 2026
