Banjir Rob Menyerang Surabaya Pasang Air 120‑140 cm di Pesisir
Gambar atau konten salah?
Surabaya – Banjir rob berpotensi melanda sejumlah wilayah pesisir Jawa Timur pada 01‑07 Mei 2026. BMKG Maritim Tanjung Perak mengingatkan bahwa banjir rob terjadi karena pasang maksimum air laut.
Koordinator Bidang Observasi dan Informasi BMKG Maritim Tanjung Perak Surabaya, Sutarno, menjelaskan bahwa fenomena ini dipicu oleh full moon atau bulan purnama, yang dapat memicu kenaikan muka air laut.
“Pasang air laut maksimum yang terjadi saat ini merupakan siklus bulanan posisi bulan dimana saat ini fase tengah bulan atau purnama,” ujar Sutarno saat dikonfirmasi Sabtu, 02 Mei 2026.
Menurut prediksi, pasang air laut dapat mencapai 120‑140 cm akibat fenomena full moon yang terjadi. “Pasang air laut diprediksi bisa mencapai 120‑140 cm akibat fenomena full moon yang terjadi,” tambahnya.
Wilayah pesisir yang diperkirakan terdampak antara lain kawasan Surabaya Pelabuhan, termasuk Surabaya Utara dan Benowo; Surabaya Barat, Gresik, Lamongan, dan Tuban; serta wilayah Banyuwangi.
BMKG memprakirakan banjir rob di wilayah‑wilayah tersebut terjadi pada siang hari, yakni sekitar pukul 09.00 WIB sampai 12.00 WIB.
Oleh karena itu, pihaknya mengimbau masyarakat untuk waspada sebab genangan rob berpotensi mengganggu berbagai aktivitas di wilayah pesisir. “Genangan air rob dapat mengganggu transportasi di sekitar pelabuhan dan pesisir, aktivitas petani garam dan perikanan, serta kegiatan bongkar muat di Pelabuhan,” pungkas Sutarno.
Peristiwa ini menyoroti pentingnya pemantauan pasang surut dan kesiapsiagaan wilayah pesisir, mengingat dampak yang dapat memengaruhi transportasi, pertanian garam, perikanan, dan operasi pelabuhan.
Komentar
Memuat komentar...
Terkait
Ratusan Monyet Ekor Panjang Turun ke Pasar, Cari Makan
Guru SD di Sidoarjo Naik Perahu Demi Mengajar saat Banjir Rob
Messi Geser Mbappe di Puncak Top Skor Piala Dunia
Penyebab Karhutla: dari Hal Sepele hingga Bencana
KAI Bantah Penguntit Penumpang Wanita di Supas adalah Pegawai
Banjir Rob Kalianak Semakin Parah, Warga Minta Dam Dibangun
