Bank Digital Menembus 71% Pengguna, Tumbuh 116% QRIS
Gambar atau konten salah?
Bank digital kini tak sekadar alat tambahan, melainkan bagian tak terpisahkan dari rutinitas harian masyarakat Indonesia. Dari pengisian saldo dompet digital hingga pembayaran QRIS dan belanja online, layanan ini semakin diandalkan untuk transaksi sehari‑sehari.
Perkembangan ini didorong oleh peningkatan adopsi transaksi non‑tunai. Masyarakat menuntut layanan keuangan yang praktis, cepat, dan terhubung dengan kebutuhan sehari‑sehari. Bank digital tidak lagi hanya tempat simpan dana, melainkan platform terintegrasi yang memudahkan berbagai aktivitas.
Bank Indonesia mencatat bahwa transaksi pembayaran digital terus tumbuh. Volume transaksi mencapai 14,28 miliar pada 01 Januari 2026–31 Maret 2026. Pertumbuhan juga terlihat di berbagai kanal, termasuk mobile dan internet banking, serta QRIS yang melonjak 116,45% (yoy).
Dari sisi infrastruktur, sistem pembayaran ritel seperti BI‑FAST mencatat pertumbuhan kuat, mencerminkan kebutuhan masyarakat akan layanan transaksi digital yang cepat dan efisien.
Perubahan perilaku ini terpantau dalam survei terbaru Ipsos Indonesia, Survei Persepsi dan Kepuasan Penggunaan terhadap Layanan Bank Digital di Indonesia 2026. Survei ini menilai bagaimana bank digital semakin menjadi bagian dari aktivitas transaksi harian di tengah adopsi digital yang pesat.
Hasil survei, yang dilakukan secara online pada 01 April 2026, menunjukkan kemudahan dan kecepatan transaksi menjadi alasan utama penggunaan bank digital, mencapai 71%. Selain itu, kelengkapan fitur bertransaksi harian—pembayaran QRIS, tagihan, dan belanja online—menjadi faktor penting, mencapai 66%.
“Hasil ini menunjukkan bahwa pengguna kini semakin selektif dalam memilih layanan keuangan digital. Tidak hanya dari sisi layanan keuangan, tetapi juga kemudahan dalam terhubung dengan berbagai kebutuhan bertransaksi sehari‑hari menjadi faktor yang diprioritaskan,” ujar Hansal Savla, Managing Director Ipsos Indonesia.
Dalam penggunaan, aktivitas paling dominan melalui bank digital adalah pengisian saldo dompet digital dan belanja online. Hal ini menegaskan pentingnya integrasi dengan ekosistem digital, seperti platform e‑commerce dan layanan pembayaran lainnya.
Survei menilai persepsi dan kepuasan pengguna terhadap aplikasi bank digital. Dari sisi penggunaan, SeaBank menempati posisi teratas, dengan capaian 52% pada kategori transfer, pembayaran, dan transaksi daring. Diikuti oleh Bank Jago (50%), Neobank (49%), Allo Bank (40%), dan Superbank (39%).
Di sisi integrasi dengan ekosistem digital, SeaBank juga menjadi pilihan utama responden, mencapai 50%. Bank Jago (46%), Superbank (43%), Neobank (36%), dan Allo Bank (26%) juga menempati posisi tinggi.
Penggunaan pengisian saldo dompet digital menunjukkan SeaBank dengan tingkat tertinggi, 77%. Bank Jago (70%), Superbank (66%), Neobank (65%), dan Allo Bank (57%) juga cukup tinggi.
Belanja online juga menjadi pertimbangan penting. SeaBank dipilih oleh 69% responden, diikuti oleh Bank Jago (58%), Allo Bank (50%), Superbank (47%), dan Neobank (41%).
“Integrasi dengan ekosistem digital menjadi salah satu faktor yang semakin relevan. Pengguna cenderung memilih layanan yang dapat mendukung berbagai aktivitas mereka secara praktis dan terhubung dengan mulus dalam satu platform,” tambah Hansal Savla.
Temuan ini menegaskan bahwa bank digital kini semakin menjadi bagian penting dalam aktivitas finansial masyarakat. Kemudahan penggunaan, kecepatan layanan, serta kemampuan terintegrasi dengan kebutuhan digital menjadi faktor utama dalam memilih bank digital.
“Seiring berkembangnya ekspektasi pengguna, pemain bank digital diharapkan tidak hanya menghadirkan layanan keuangan yang cepat dan mudah digunakan, tetapi juga mampu terintegrasi dengan berbagai aktivitas digital sehari‑hari. Kemampuan untuk menghadirkan pengalaman yang seamless diperkirakan akan menjadi salah satu fokus utama dalam persaingan industri,” tutup Hansal Savla.
Dengan data yang menunjukkan peningkatan signifikan dalam transaksi digital dan preferensi pengguna terhadap integrasi ekosistem, bank digital semakin menegaskan posisi sebagai platform keuangan yang tidak hanya menyimpan dana, tetapi juga memfasilitasi kehidupan digital sehari‑hari.
Komentar
Memuat komentar...
Terkait
Berita Terbaru
Gempa M4,7 Guncang Majene, Pusat Bergeser
Wali Kota Ancam Pecat Kepala Faskes yang Tolak Pasien
Ridwan Kamil Urus Status Anak Angkat di PA Bandung
Video Petani Terbang Viral, Ternyata Cuma Konten
Inter Resmi Datangkan Kiper Provedel dari Lazio
Saham PRDL Langsung ARA 35% di Hari Perdana IPO
IHSG Dibuka Merah, Turun 27 Poin ke 5.846