Bank Jatim Resmi Buka Cabang di Balikpapan

Dwi H. · 4 min baca · 1 jam lalu · 24 dibaca
Bisik.id
Bank Jatim Resmi Buka Cabang di Balikpapan

Gambar atau konten salah?

PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Timur Tbk (Bank Jatim) secara resmi membuka kantor cabang baru di Balikpapan. Peresmian ini bukan sekadar seremoni. Ada misi memperluas jangkauan dan mempererat hubungan ekonomi antara Jawa Timur dan Kalimantan Timur.

Acara peresmian pada Jumat, 10 Oktober 2026 dihadiri langsung oleh Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa, Gubernur Kalimantan Timur Rudy Mas'ud, Komisaris Utama Independen Bank Jatim Adi Sulistyowati, dan Direktur Utama Bank Jatim Winardi Legowo. Kehadiran mereka menandakan pentingnya langkah ini bagi kedua provinsi.

Winardi Legowo menjelaskan, ekspansi ini sejalan dengan program strategis Pemprov Jatim yang disebut Misi Dagang Jawa Timur. Bank Jatim ingin menjadi jembatan. Menghubungkan potensi usaha dan peluang investasi antara pengusaha di Jawa Timur dan Kalimantan Timur.

"Pemilihan Balikpapan sebagai lokasi pengembangan jaringan kantor Bank Jatim didasarkan pada potensi ekonominya yang besar, terutama sebagai salah satu gerbang menuju Ibu Kota Nusantara (IKN)," kata Winardi dalam keterangan tertulis pada Sabtu, 10 Oktober 2026.

Data Badan Pusat Statistik (BPS) yang dirujuk dalam materi peresmian menunjukkan, pertumbuhan ekonomi Balikpapan pada 2025 mencapai 10,24%. Produk Domestik Regional Bruto (PDRB)-nya Rp169,3 triliun. Angka yang membuat Bank Jatim yakin untuk berkontribusi lebih besar di sana.

Proses pembukaan cabang ini tidak instan. Sudah melalui persiapan matang. Termasuk mendapatkan persetujuan dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Sejak Juni 2026, kantor cabang ini sebenarnya sudah beroperasi dalam tahap soft opening. Melayani masyarakat sebelum diresmikan secara resmi.

"Dengan peresmian ini, Bank Jatim semakin memperkuat komitmennya untuk hadir lebih dekat dengan masyarakat dan pelaku usaha di Balikpapan," ungkap Winardi.

Layanan yang ditawarkan cukup lengkap. Mulai dari simpanan dan transaksi biasa, pembiayaan untuk usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), kredit ritel dan konsumer, layanan nasabah prioritas, hingga perbankan digital lewat JConnect. Semua ini diharapkan memudahkan akses keuangan masyarakat dan mendukung kebutuhan transaksi serta pembiayaan pengusaha.

Bank Jatim juga ingin memperkuat peran sebagai mitra strategis dunia usaha. Terutama dalam menangkap peluang pertumbuhan ekonomi di Kalimantan Timur. Tidak hanya memperluas akses, mereka juga berkomitmen meningkatkan literasi dan inklusi keuangan di Balikpapan.

"Upaya ini akan dilakukan melalui kolaborasi dengan berbagai pihak, termasuk perbankan daerah, khususnya Bankaltimtara, guna memperluas pemahaman masyarakat mengenai manfaat dan penggunaan layanan keuangan secara bijak," tuturnya.

Data Survei Nasional Literasi dan Inklusi Keuangan (SNLIK) 2026 yang menjadi acuan menunjukkan, indeks literasi keuangan nasional mencapai 69,57%. Sementara indeks inklusi keuangan 93,61%. Artinya, akses masyarakat ke layanan keuangan memang terus bertambah. Tapi pemahaman tentang produk keuangan tetap perlu ditingkatkan.

Karena itu, Bank Jatim tidak hanya fokus memperluas akses. Mereka juga ingin ikut serta meningkatkan pemahaman masyarakat terhadap layanan keuangan. Harapannya, kehadiran Bank Jatim di Balikpapan memberi manfaat berkelanjutan dan mendorong pertumbuhan ekonomi daerah yang lebih inklusif.

Winardi menambahkan, dalam operasionalnya di Balikpapan, Bank Jatim berkomitmen menerapkan prinsip kehati-hatian, tata kelola perusahaan yang baik (good corporate governance), dan mematuhi semua ketentuan yang berlaku.

"Dengan diresmikannya Kantor Cabang Balikpapan, Bank Jatim berharap dapat memperkuat sinergi ekonomi antara Jawa Timur dan Kalimantan Timur, membuka peluang bisnis yang lebih luas, serta berkontribusi terhadap pertumbuhan ekonomi dan peningkatan kesejahteraan masyarakat di kedua wilayah," ungkap Winardi.

Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa menegaskan, pembukaan cabang ini adalah langkah strategis. Tujuannya memperkuat sinergi ekonomi dan bisnis antarkedua provinsi. Sekaligus memperluas jangkauan layanan Bank Jatim kepada masyarakat.

"Peran Bank Jatim di Balikpapan ini bisa menjadi bagian dari penguatan kerja sama antardua provinsi dan pada akhirnya akan memberikan penguatan pada ekonomi secara nasional," katanya.

Khofifah memaparkan beberapa alasan pemilihan Balikpapan. Pertama, posisinya strategis untuk mendukung konektivitas perdagangan dan kegiatan usaha di kawasan Kalimantan yang potensi ekonominya terus tumbuh. Kedua, Balikpapan dekat dengan Ibu Kota Nusantara. Pertumbuhan ekonomi di kawasan itu diprediksi melonjak signifikan dalam 10-15 tahun ke depan.

Alasan ketiga, masukan dari paguyuban masyarakat Kalimantan Timur asal Jawa Timur. Aspirasi ini disampaikan saat Misi Dagang dan Investasi Jawa Timur dan Kalimantan Timur pada 2024 lalu.

"Ini juga merupakan tindak lanjut dari apa yang menjadi inspirasi, masukan, aspirasi paguyuban masyarakat Kalimantan Timur asal Jawa Timur yang disampaikan pada saat Misi Dagang dan Investasi Jatim dan Kaltim pada tahun 2024 yang lalu," jelasnya.

Melihat potensi besar Balikpapan dan Kalimantan Timur di sektor ekonomi hijau dan ekonomi biru, Khofifah secara khusus meminta Bank Jatim mengambil langkah komprehensif. Mengoptimalkan peluang itu.

"Kalau ada potensi-potensi yang bisa kita maksimalkan dalam skala besar seperti yang tadi Bapak Gubernur Kaltim sampaikan rasanya memang butuh konsorsium," ungkapnya. "Sebuah konsorsium yang memungkinkan untuk bisa di-handle oleh Bank Jatim dan bank-bank Himbara maupun bank swasta lainnya di Kalimantan Timur," sambung Khofifah.

Tak hanya itu. Khofifah juga meminta Bank Jatim memberikan layanan bagi UKM di Balikpapan dan Kalimantan Timur. Membantu pelaku usaha lokal naik kelas.

"Bagaimana penguatan ekonomi dan fasilitasi yang dimungkinkan bisa kita lakukan melalui Bank Jatim untuk men-support UKM di Balikpapan, niatkan ini bagian dari upaya peningkatan UMKM Kaltim supaya naik kelas, naik kelas ini harus dorong bersama, ditingkatkan bersama disiapkan tangganya secara bersama-sama," tutupnya.

Pembukaan cabang Bank Jatim di Balikpapan merupakan respons terhadap pertumbuhan ekonomi yang pesat di Kalimantan Timur, terutama dengan hadirnya IKN. Langkah ini juga menunjukkan bagaimana bank daerah bisa menjadi instrumen untuk memperkuat hubungan ekonomi antarprovinsi, bukan sekadar ekspansi bisnis biasa. Kolaborasi dengan bank daerah lain seperti Bankaltimtara dan konsorsium dengan bank Himbara menunjukkan pendekatan yang lebih terintegrasi, bukan sekadar persaingan.

Bank JatimBalikpapanEkspansiIKNUMKMSinergi EkonomiLiterasi Keuangan

Komentar

Memuat komentar...