Bank Raya Raih Laba Rp6,79 Miliar, Bisnis Digital Jadi Fokus

Endah K. · 5 min baca · 1 hari lalu · 15 dibaca
Bisik.id
Bank Raya Raih Laba Rp6,79 Miliar, Bisnis Digital Jadi Fokus

Gambar atau konten salah?

Bank Raya Indonesia (kode emit: AGRO) mengumumkan hasil kuartal pertama tahun 2026 pada acara Public Expose Live 2026 yang berlangsung pada 09 Juni 2026. Perusahaan menyoroti pertumbuhan positif di sektor bisnis digital, sekaligus memaparkan rencana ekspansi dan inovasi untuk mendukung pertumbuhan berkelanjutan.

Hasil keuangan kuartal pertama menunjukkan laba bersih sebesar Rp6,79 miliar. Peningkatan ini didorong oleh kinerja bisnis digital, terlihat dari perbaikan NIM menjadi 5,78 % dibandingkan 4,87 % pada kuartal pertama 2025, setara kenaikan 91 bps year‑on‑year.

"Pertumbuhan ini merefleksikan kekuatan bisnis Bank Raya dan kemampuan kami untuk menavigasi berbagai tantangan yang ada. Optimisme ini tentunya didukung oleh penguatan inovasi produk digital, penerapan disiplin keuangan yang ketat untuk menjaga profitabilitas, sinergi dengan ekosistem BRI Group dan kolaborasi dengan partner‑partner potensial yang tentunya penguatan kinerja sehingga menciptakan nilai tambah jangka panjang bagi pemegang saham," ujar Direktur Utama Bank Raya, Ida Bagus Ketut Subagia, di acara tersebut.

Bagus menegaskan bahwa Bank Raya berambisi menjadi bank digital utama yang menyediakan solusi keuangan digital dengan akses terluas bagi masyarakat Indonesia. Untuk mencapai visi tersebut, Bank Raya menerapkan strategi eksploitasi dan eksplorasi guna mendorong pertumbuhan bisnis digital.

Strategi eksploitasi fokus pada pemanfaatan sinergi di dalam ekosistem BRI Group, khususnya pada segmen retail, mikro, dan UMKM. Sementara strategi eksplorasi membuka peluang bisnis baru melalui pengembangan digital lending produktif dan konsumtif, serta perluasan bisnis funding, transaction banking, dan value chain business.

Bank Raya menyoroti tiga proposisi utama sebagai bagian dari peran digital BRI Group:

  • Jaringan Online to Offline (O2O) yang kuat di seluruh Indonesia, dengan lebih dari 1,9 juta titik layanan tersebar di seluruh wilayah.
  • Inovasi berkelanjutan dalam menyediakan layanan digital komprehensif bagi berbagai segmen nasabah, baik di sisi funding maupun lending.
  • Kolaborasi strategis bersama BRI Group untuk memperluas akses solusi keuangan digital bagi segmen UMKM melalui produk digital dan layanan perbankan terintegrasi.

Di sisi kredit digital, Bank Raya mencatat penyaluran kredit digital sebesar Rp8,14 triliun pada kuartal pertama 2026, tumbuh 29,0 % year‑on‑year. Porsi kredit digital naik menjadi 45,6 % dari total portofolio kredit, meningkat dari 32,1 % tahun sebelumnya.

"Dengan pertumbuhan tersebut, porsi kredit digital juga terus meningkat menjadi 45,6% dari total portofolio kredit dibandingkan posisi tahun sebelumnya sebesar 32,1%," ungkap Direktur Bisnis, Kicky Andrie Davetra.

Outstanding kredit digital Bank Raya mencapai Rp3,14 triliun, tumbuh 33,1 % year‑on‑year. Produk unggulan, Pinang Dana Talangan, menunjukkan pencapaian positif. Selama tiga bulan pertama tahun 2026, Bank Raya menyalurkan Pinang Dana Talangan sebesar Rp7,25 triliun, tumbuh 33,4 % year‑on‑year, dan mencatat outstanding sebesar Rp1,15 triliun, tumbuh 63,0 % year‑on‑year. Kredit ini disalurkan kepada sekitar 52 ribu agen BRILink dan agen gadai.

Di sisi pendanaan, Dana Pihak Ketiga (DPK) Bank Raya tumbuh mencapai Rp8,44 triliun, didorong oleh pertumbuhan produk Giro dan Tabungan yang mencapai Rp3 triliun, tumbuh 30,2 % year‑on‑year. Digital Saving tumbuh 63,9 % year‑on‑year, mencapai Rp2,30 triliun.

Bank Raya menjaga kesehatan likuiditas dan permodalan. LDR (Loan to Deposit Ratio) tercatat pada level 81,64 %, sementara Capital Adequacy Ratio (CAR) tetap kuat di 41,80 %. Posisi tersebut memberi ruang bagi perusahaan untuk melanjutkan pertumbuhan bisnis secara sehat dengan tetap menjaga disiplin manajemen risiko dan prinsip kehati‑hatiannya.

"Selanjutnya dari sisi likuiditas dan permodalan, kondisi Perseroan tetap terjaga dengan baik dimana LDR (Loan to Deposit Ratio) tercatat pada level 81,64%, semenetara rasio permodalan atau Capital Adequacy Ratio (CAR) yang masih terjaga kuat di 41,80%. Posisi tersebut memberikan ruang yang memadai bagi Perseroan untuk melanjutkan pertumbuhan bisnis secara sehat dengan tetap menjaga disiplin manajemen risiko dengan prinsip kehati‑hatiannya," ucap Andrie.

Bank Raya terus memperkuat layanan digital melalui inovasi aplikasi. Hingga akhir Maret 2026, lebih dari 100 fitur telah dikembangkan di Aplikasi Raya, diakses oleh lebih dari 1 juta nasabah. Fitur-fitur tersebut meliputi Saku Bisnis, Uang Saku, Saku Bareng, dan Kartu Digital Debit Visa. Dalam waktu dekat, Bank Raya akan meluncurkan fitur terbaru yang memudahkan nasabah mengelola keuangan sekaligus menyalurkan hobi.

"Bank Raya berupaya menghadirkan layanan digital yang relevan, terintegrasi dan mampu mendukung kebutuhan finansial nasabah dalam berbagai aspek kehidupan baik personal, sosial maupun bisnis," ungkap Andrie.

Dengan dukungan inovasi ini, kinerja digital saving hingga kuartal pertama 2026 tumbuh cukup solid, mencapai Rp2,3 triliun atau tumbuh 63,9 %. Total transaksi tumbuh 36,7 % year‑on‑year menjadi Rp1,45 juta transaksi eksklusif.

"Dengan dukungan inovasi ini, kinerja digital saving hingga Kuartal I 2026 tumbuh cukup solid, mencapai Rp2,3 triliun atau tumbuh 63,9%. Dan juga total transaksi tumbuh 36,7% year‑on‑year menjadi Rp 1,45 juta transaksi eksklusif," imbuhnya.

Untuk memperkuat fondasi bisnis digital, Bank Raya mengimplementasikan standar internasional ISO/IEC 27001:2022 Information Security Management System guna memastikan keandalan TI perbankan digital dan menjaga kepercayaan nasabah, mitra, serta pemangku kepentingan.

Di bidang operasional digital, Bank Raya memperkuat efisiensi dan kecepatan pelayanan melalui implementasi Cloud Contact Center. Di sisi pengembangan organisasi, dilakukan transformasi budaya. Pada aspek manajemen risiko, Bank Raya memperkuat kapabilitas melalui implementasi Automated Machine Learning Credit Scoring.

"Dalam kegiatan operasional digital, kami juga memperkuat efisiensi dan kecepatan pelayanan melalui implementasi Cloud Contact Center. Dari sisi pengembangan organisasi, transformasi budaya juga kami lakukan. Sementara pada aspek manajemen resiko kami memperkuat kapabilitas melalui implementasi Automated Machine Learning Credit Scoring," jelas Andrie.

Selama tahun 2025, Bank Raya menerima 23 penghargaan dari berbagai lembaga bergengsi di tingkat nasional. Penghargaan tersebut mencakup kategori inovasi hingga ISP World.

"Atas upaya yang telah kami lakukan sepanjang 2025 hingga Kuartal I 2026, beberapa penghargaan telah kami terima mulai dari kategori inovasi sampai dengan ISP World. Kedepan kami akan terus memberikan kembang yang positif bagi seluruh stakeholder kami," pungkas Andrie.

Public Expose merupakan pemaparan umum yang dilakukan oleh perusahaan terbuka kepada publik untuk menjelaskan kinerja keuangan dan rencana bisnis mereka. Kegiatan ini digelar oleh PT Bursa Efek Indonesia, PT Kliring Penjaminan Efek Indonesia, dan PT Kustodian Sentral Efek Indonesia, didukung oleh Otoritas Jasa Keuangan. Public Expose yang rutin dilakukan oleh Bank Raya merupakan bagian dari upaya meningkatkan transparansi dan memberikan informasi mengenai kinerja perusahaan kepada publik dan investor.

Bank Raya menunjukkan bahwa pertumbuhan bisnis digitalnya tidak hanya bersifat sementara, melainkan didukung oleh strategi yang terstruktur dan inovasi berkelanjutan. Dengan jaringan layanan yang luas, peningkatan portofolio kredit digital, serta komitmen terhadap keamanan dan efisiensi operasional, Bank Raya memposisikan diri sebagai pemain utama dalam ekosistem perbankan digital Indonesia. Perusahaan terus berupaya memperluas akses keuangan bagi masyarakat, khususnya UMKM, sambil menjaga disiplin manajemen risiko dan kualitas layanan bagi nasabah.

Bank Raya Indonesiabisnis digitalkredit digitalBRI GroupO2OISO 27001UMKM

Komentar

Memuat komentar...