BBM Indonesia Aman, Cadangan 1 Bulan Setelah Storage Karimun

Bima J. · 2 min baca · 1 bulan lalu · 75 dibaca
Bisik.id
BBM Indonesia Aman, Cadangan 1 Bulan Setelah Storage Karimun

Gambar atau konten salah?

Perang di Timur Tengah, khususnya konflik antara Iran, Amerika Serikat, dan Israel, menimbulkan kekhawatiran tentang pasokan energi global. Selat Hormuz, jalur penting bagi logistik minyak internasional, sempat ditutup oleh Iran, sehingga harga BBM melonjak.

Di tengah situasi tersebut, Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Bahlil Lahadalia menegaskan bahwa stok Bahan Bakar Minyak (BBM) Indonesia tetap aman. Ia mengatakan, “Saya ingin menyampaikan bahwa masa kritis kita terhadap dinamika global untuk BBM, alhamdulillah kita sudah lewat,” pada Kantor Kementerian ESDM di Jakarta Pusat, Jumat (10 April 2026).

Menurut Bahlil, stok BBM nasional berada di atas batas minimal, yakni lebih dari 20 hari. Ia menambahkan, “Stok nasional tetap berada pada batasan minimal di atas 20 hari semua. Termasuk LPG kita di atas 10 hari.” Stok LPG juga terjaga di atas 10 hari, menandakan ketersediaan bahan bakar di berbagai sektor masih memadai.

Meski kondisi aman, Bahlil mengajak masyarakat untuk tetap bijak dalam penggunaan energi. Ia mengimbau, “Saya meminta kepada seluruh masyarakat, kita harus bijak, arif dalam memakai BBM, termasuk LPG.” Penghematan energi dianggap penting agar stok tetap terjaga, terutama di masa depan.

Selain itu, Bahlil mengumumkan bahwa cadangan BBM Indonesia akan meningkat menjadi 1 bulan. Hal ini disebabkan penambahan fasilitas penyimpanan atau storage BBM sekitar 7 hari di Kabupaten Karimun, Kepulauan Riau. Saat ini, kapasitas fasilitas penyimpanan nasional berada di kisaran 21 hingga 25 hari. Dengan tambahan storage di Karimun, cadangan bisa mencapai 1 bulan. Ia menegaskan, “Tadi kan di awal saya katakan 21 sampai dengan 25 hari. Sekarang ada penambahan lagi 7 hari dari Karimun. Dan ini yang kita lagi komunikasikan sehingga bisa kita mencapai 1 bulan.”

Bahlil juga menyebutkan bahwa pemerintah sedang mempersiapkan proyek fasilitas penyimpanan BBM tambahan. Ia berharap pembangunan fasilitas ini dapat dimulai pada bulan Mei mendatang. “Yang lebih-lebihnya kita lagi melakukan pembangunan. Bulan Mei insya Allah doain kita sudah mulai melakukan pembangunan,” ujarnya.

Dengan stok BBM dan LPG yang masih di atas batas minimal, serta rencana penambahan storage di Karimun, Indonesia menegaskan kesiapan menghadapi potensi gangguan pasokan energi. Meskipun situasi global masih tidak menentu, langkah-langkah konservasi dan peningkatan kapasitas penyimpanan menjadi kunci menjaga stabilitas energi nasional.

Perang Timur TengahSelat HormuzBBM IndonesiaBahlil LahadaliaPenyimpanan BBMKarimunStok LPG

Komentar

Memuat komentar...