BBM Subsidi Pertalite & Solar Tetap Naik, Pertamax Naik

Rizki W. · 2 min baca · 8 jam lalu · 18 dibaca
Bisik.id
BBM Subsidi Pertalite & Solar Tetap Naik, Pertamax Naik

Gambar atau konten salah?

Jakarta, 11 Juni 2026 – Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) menegaskan bahwa harga Bahan Bakar Minyak (BBM) subsidi, khususnya Pertalite dan Solar, tidak akan dinaikkan. Pernyataan ini datang setelah harga BBM non‑subsidi Pertamax melonjak dari Rp 12.300 per liter menjadi Rp 16.250 per liter.

Juru Bicara ESDM, Dwi Anggia, menyebut keputusan ini sebagai arahan dari Presiden Prabowo Subianto untuk menjaga daya beli masyarakat kecil. “Karena itu presiden memerintahkan agar harga BBM subsidi seperti Pertalite dan Solar subsidi dijamin tidak naik, demi melindungi kelompok rentan, melindungi daya beli masyarakat kecil, serta menjaga stabilitas ekonomi,” ujarnya.

Anggia menambahkan bahwa kenaikan harga Pertamax sejak kemarin dipicu oleh ketidakstabilan geopolitik global. “Gejolak kondisi geopolitik global membuat harga minyak dunia bergerak sangat fluktuatif. Dan ini tentu mau tidak mau berpengaruh terhadap harga BBM di tanah air. Terutama untuk BBM non‑subsidi, seperti Pertamax salah satunya, dan BBM non‑subsidi ini, penyesuaian harganya mengikuti mekanisme pasar, sesuai formula yang telah ditetapkan pemerintah,” jelasnya.

Dalam penetapan harga BBM, Anggia menjelaskan bahwa ada beberapa faktor yang mempengaruhi. Mulai dari harga produk BBM di pasar internasional, nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat, hingga biaya distribusi, penyimpanan, dan perpajakan. “Karena itu penyesuaian harga BBM NON subsidi, cepat atau lambat, tidak terhindarkan,” katanya.

Ia juga menyoroti bahwa kenaikan harga BBM tidak hanya terjadi di Indonesia. Negara tetangga di kawasan Asia Tenggara, menurutnya, telah menaikkan harga lebih dulu dan dengan tingkat kenaikan yang lebih tinggi dibanding Indonesia. “Yang harus kita pahami bersama, seperti yang kita tahu juga di negara-negara lain di kawasan Asia Tenggara, kenaikan harga BBM sejenis sudah lebih dulu terjadi, dan jauh lebih tinggi dari harga BBM sejenis di tanah air,” ujarnya.

Dengan kebijakan ini, pemerintah berharap stabilitas harga BBM subsidi dapat terlindungi, sementara penyesuaian harga non‑subsidi tetap mengikuti dinamika pasar global. Kenaikan harga Pertamax menunjukkan bahwa faktor eksternal tetap memengaruhi pasar domestik, meski upaya pemerintah menahan kenaikan pada BBM subsidi terus berjalan.

Harga BBM subsidiPertaliteSolarPertamaxGeopolitik globalStabilitas ekonomi

Komentar

Memuat komentar...