BEI: Laba Bersih LQ45 Naik 30% di Q1 2026 Meski IHSG Turun Selama 2026

Bambang W. · 2 min baca · 1 jam lalu · 28 dibaca
Bisik.id
BEI: Laba Bersih LQ45 Naik 30% di Q1 2026 Meski IHSG Turun Selama 2026

Gambar atau konten salah?

Bursa Efek Indonesia (BEI) menegaskan bahwa kinerja perusahaan tetap solid meski Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) melemah tajam dua hari terakhir. Hal ini terlihat dari hasil fundamental sebagian besar perusahaan pada kuartal pertama 2026.

IHSG turun 1,70% menjadi 5.839,78 pada penutupan perdagangan Kamis, 04 Juni 2026. Secara akumulatif sepanjang tahun 2026, indeks telah melemah 32,46%.

Pj Direktur Utama BEI, Jeffrey Hendrik, menyatakan laba bersih perusahaan di pasar modal tumbuh 21% berdasarkan laporan keuangan akhir tahun 2025. Pada kuartal pertama 2026, perusahaan di papan perdagangan utama LQ45 mencatat pertumbuhan laba bersih hampir 30%.

Khususnya untuk saham-saham dalam kelompok LQ45, terjadi pertumbuhan laba bersih hampir 30%, 29,9%, terangnya kepada wartawan di Gedung BEI, Jakarta, Kamis, 04 Juni 2026.

Ia menambahkan, distribusi laba bersih hingga kuartal pertama 2026 tercatat sebanyak 80%. Jeffrey mengatakan, capaian ini menjadi yang tertinggi sejak lima tahun terakhir.

Ya, kalau kita lihat di tahun 2020 hanya ada 63% perusahaan tercatat membukukan laba bersih. 2021-2025 itu persentasenya antara 73% sampai 76% perusahaan yang membukukan keuntungan. Kuartal pertama tahun 2026 80% membukukan laba bersih. Itu tentu menunjukkan bahwa fundamental dari perusahaan-perusahaan tercatat kita saat ini dalam kondisi baik, terangnya.

Ia pun mengimbau investor untuk tidak merespons pelemahan IHSG secara panik. Menurutnya, investor perlu mengambil keputusan investasi berdasarkan fundamental emiten sesuai dengan profil risiko masing-masing.

Kami tentu tidak bosan-bosannya mengingatkan kepada investor untuk dapat mengambil keputusan investasi secara rasional, memperhatikan fundamental, dan juga berinvestasi sesuai dengan profil risiko masing-masing investor, pungkasnya.

Data menunjukkan bahwa sebagian besar perusahaan tetap kuat meski pasar turun, menegaskan pentingnya analisis fundamental dalam membuat keputusan investasi.

Bursa Efek IndonesiaIndeks Harga Saham GabunganLQ45Laba BersihFundamental PerusahaanInvestorRisiko

Komentar

Memuat komentar...