BEI Targetkan 1.100 Emiten, Baru 7 IPO di 2026
Gambar atau konten salah?
Bursa Efek Indonesia (BEI) memasang target ambisius untuk periode 2026 hingga 2030. Mereka ingin total perusahaan yang tercatat di bursa mencapai 1.100 emiten. Kapitalisasi pasar pun ditargetkan menyentuh angka Rp 30.000 triliun.
Namun, realitas di lapangan masih jauh dari harapan. Sepanjang tahun 2026 ini, baru tujuh perusahaan yang melantai di bursa melalui penawaran umum perdana atau IPO. Data dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menunjukkan saat ini ada 963 perusahaan terbuka yang tercatat di pasar modal Indonesia.
Artinya, BEI butuh sekitar 137 perusahaan baru untuk mencapai target 1.100 emiten. Itu berarti perlu ada sekitar 30 IPO setiap tahunnya dari 2026 hingga 2030.
"Saat ini perusahaan tercatat ada 963. Bila tahun 2030 ditargetkan 1.100 maka ada penambahan 30-an IPO saham baru setiap tahun," kata Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal, Keuangan Derivatif dan Bursa Karbon OJK, Hasan Fawzi, dalam keterangan tertulis pada Rabu, 29 Juli 2026.
Hasan menjelaskan, kapitalisasi pasar modal Indonesia sudah mencapai Rp 15.000 triliun pada tahun 2025. Menurutnya, angka ini terus bertambah seiring dengan bertambahnya jumlah perusahaan tercatat baru yang tumbuh secara berkelanjutan.
"Dengan penambahan sekitar 150 IPO baru dengan kualitas yang baik akan menambah lagi peningkatan kapitalisasi pasar Indonesia saat ini sudah berada pada posisi 20 besar dalam besaran kapitalisasi pasar dan nilai transaksi," jelas Hasan.
Ia menambahkan, target besar ini bisa tercapai jika ada pertumbuhan perusahaan tercatat yang berkelanjutan. Pendalaman pasar modal juga harus diperkuat. Begitu pula dengan transparansi dan tata kelola perusahaan.
Selain target kapitalisasi pasar Rp 30.000 triliun, BEI juga memasang target rata-rata nilai transaksi harian sebesar Rp 31 triliun pada tahun 2030. Jumlah investor pasar modal ditargetkan mencapai 35 juta orang di tahun yang sama.
Direktur Utama BEI, Jeffrey Hendrik, menyatakan komitmennya untuk mendorong pasar modal Indonesia masuk dalam jajaran 10 besar dunia. Kategorinya adalah kapitalisasi pasar dan nilai transaksi. Saat ini, BEI berada di peringkat 19 untuk kapitalisasi pasar dan peringkat 17 untuk nilai transaksi.
"Visi dari Bursa Efek Indonesia tetap sama yaitu menjadi bursa yang kompetitif dengan kredibilitas tingkat dunia," ungkap Jeffrey dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) BEI secara virtual pada Senin, 29 Juni 2026.
Target-target ini menunjukkan optimisme BEI terhadap pertumbuhan pasar modal Indonesia. Namun, dengan baru tujuh IPO di tahun 2026, jalan menuju 1.100 emiten masih panjang. Dibutuhkan konsistensi dan daya tarik pasar yang kuat agar perusahaan-perusahaan baru tertarik melantai di bursa.
Komentar
Memuat komentar...
Terkait
Airlangga Serahkan Pilihan Gubernur BI ke Prabowo
Nasabah Emas BSI Melonjak 700%, Tembus 1,3 Juta
Pemerintah Bagi Nasib 13.000 Dapur MBG, Prioritas Daerah Stunting Tinggi
Pemda Diminta Tak Pecat ASN Gara-Gara Gaji Macet
Pakar Gizi Bahas Target dan Menu MBG Sebelum 5 Agustus 2026
Kadin-KPPU Sepakat Awasi Usaha Langsung